top of page

Bahaya Menabrak Polisi Tidur dalam Kecepatan Tinggi Bagi Motor

  • Gambar penulis: Editor
    Editor
  • 2 hari yang lalu
  • 2 menit membaca
Menabrak polisi tidur dengan kecepatan tinggi dapat menyebabkan berbagai kerusakan serius pada motor.


OTOPLUS-ONLINE I Polisi tidur atau speed bump banyak dijumpai di berbagai jalan, baik di area perumahan, komplek, hingga jalan umum.


Itu karena polisi tidur punya kegunaan untuk "memaksa" pengendara motor tidak melaju terlalu kencang di area tertentu.


Namun demikian pembuatan polisi tidur yang asal, seperti terlalu tinggi justru bisa berakibat buruk bagi motor.


Apalagi jika sering menabrak polisi tidur dalam kondisi laju tinggi.


Padahal, menabrak polisi tidur dengan kecepatan tinggi bukan hanya membuat pengendara kehilangan kenyamanan, tapi juga berpotensi merusak komponen penting pada mesin motor.


Mengutip dari website resmi Suzuki Indonesia, salah satu bagian yang paling rentan terdampak adalah dudukan mesin atau engine mounting.


Dudukan ini berfungsi sebagai penyangga mesin motor agar posisinya stabil dan tidak bergeser selama berkendara.


Jika terjadi benturan keras, dudukan bisa retak, longgar, atau bahkan patah.


Kerusakan pada dudukan mesin tentu akan mempengaruhi posisi keseluruhan mesin motor.


Ketika mesin bergeser sedikit saja, putaran mesin bisa menjadi tidak seimbang, getaran meningkat, dan performa kendaraan pun menurun drastis.


Kerusakan Lain yang Bisa Terjadi Akibat Menabrak Polisi Tidur


Menabrak polisi tidur dengan kecepatan tinggi tidak hanya berdampak pada dudukan mesin.


Suzuki Indonesia mengingatkan, berbagai kerusakan serius bisa terjadi pada mesin motor dan bagian lain antara lain:


  • Dudukan Mesin Retak atau Patah


Benturan keras bisa membuat dudukan mesin mengalami keretakan. Jika dibiarkan, retakan kecil bisa membesar dan membuat mesin menjadi tidak stabil.


Dudukan mesin yang patah adalah kerusakan serius dan membutuhkan penggantian.


  • Mesin Motor Menjadi Tidak Sejajar


Mesin yang tidak sejajar akan membuat getaran terasa semakin kuat saat motor berjalan.


Getaran ini bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi dalam jangka panjang dapat merusak komponen lain seperti knalpot, rangka, hingga kabel-kabel kelistrikan.


  • Per CVT atau Rantai Ketarik


Saat benturan terjadi, distribusi tenaga dari mesin ke roda belakang juga bisa terganggu.


Pada motor matik, per CVT bisa mengalami tekanan mendadak sehingga memperpendek umur pakainya.


Pada motor bebek atau sport, rantai dapat ketarik dan mengganggu putaran roda.


  • Kerusakan pada Shockbreaker


Shockbreaker depan dan belakang menerima benturan paling besar saat roda menghantam polisi tidur.


Jika tekanan terlalu keras, shockbreaker bisa bocor, bengkok, atau kehilangan fungsinya dalam meredam guncangan.


Pada akhirnya, hal ini memengaruhi stabilitas motor.


  • Kendur atau Melesaknya Baut Mesin


Benturan terus-menerus bisa membuat baut pengikat mesin melemah.


Baut yang longgar akan membuat mesin bergerak tidak stabil, menimbulkan suara berisik, dan meningkatkan risiko kerusakan lain.


Teks: Indramawan

Foto: Ilustrasi


Komentar


logo media lreasi indonusa-OK2.png

© 2025 OTOPLUS-ONLINE

This website is owned and published by PT Media Kreasi Indonusa.

Reproduction of text, photographs or illustrations is not permitted in any form.

bottom of page