• Editor

Bahaya Microsleep Saat Berkendara Motor dan Cara Menghindarinya


"Mengendarai motor itu membutuhkan keseimbangan dan konsentrasi lebih tinggi, karena semua anggota tubuh bergerak. Oleh karena itu ada aturan bahwa setiap 2 jam sekali harus berhenti sejenak untuk memulihkan kondisi tubuh." ( I Komang Fery DK IR - Kepala Bidang Keselamatan dan Berlalu Lintas Angkutan Darat MTI Jatim)

Microsleep atau tidur sekejap adalah kondisi ketika seseorang tiba-tiba tertidur selama beberapa detik. Ini bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Namun paling berbahaya adalah saat berkendara.


Hal ini disampaikan I Komang Fery DK IR selaku Kepala Bidang Keselamatan dan Berlalu Lintas Angkutan Darat Masyarakat Transportasi (MTI) Jawa Timur pada saat Ngoprek (Ngobrol Online Seputar Komunitas) yang diadakan PT. Mitra Pinasthika Mulia (MPM Honda Jatim) distributor sepeda motor Honda wilayah Jatim dan NTT, yang diadakan secara live di instagram @mpmhondajatim (26/7) kemarin.


“Pada saat berkendara, terkadang pengendara mengalami keadaan tidak sadar selama beberapa detik akibat kelelahan yang fatal dan dipaksakan. Keadaan tubuh yang seperti itu bisa disebut dengan microsleep Apabila microsleep terjadi pada saat berkendara akan sangat berbahaya,” tutur Komang Fery.


Komang Fery DK IR (kiri) membahas bahaya microsleep bersama Hari Setiawan selaku Instruktur Safety Riding MPM Honda Jatim.


Ditambahkannya, "Mengendarai motor itu membutuhkan keseimbangan dan konsentrasi lebih tinggi, karena semua anggota tubuh bergerak. Oleh karena itu ada aturan bahwa setiap 2 jam sekali harus berhenti sejenak untuk memulihkan kondisi tubuh," kata Komang Fery.


Untuk itu, pada kesempatan itu juga, Hari Setiawan selaku Instruktur Safety Riding MPM Honda Jatim turut memberikan tips berkendara untuk menghindari terjadinya microsleep.


1. Pastikan tubuh kita dalam kondisi fit dan Prima. Sebab kondisi tidak fit akan membuat tidak konsentrasi dalam berkendara.


2. Gunakan perlengkapan berkendara, karena memakai perlengkapan berkendara bisa menghindari terjadinya kecelakaan. Selain perlengkapan berkendara juga dipersiapkan kelengkapan motornya seperti surat suratnya.


3. Buatlah road plan perjalanan terlebih dahulu. Dengan adanya road plan perjalanan membuat pengendara lebih terencana akan melewati rute perjalanan. Pilihlah rute yang menyenangkan. " Ini penting bagi pengendara yang suka melalukan touring ataupun yang suka berkendara jarak jauh. Dengan adanya road plan, berkendara menjadi tidak membosankan " kata Hari Setiawan.


4. Apabila melakukan perjalanan jauh, berhentilah sejenak kurang lebih 10 menit setelah berkendara 2 jam.


Teks: Indramawan

Foto: MPM Honda Jatim