top of page

Pahami Water Wading Depth Kendaraan Sebelum Terjang Banjir

  • Gambar penulis: Editor
    Editor
  • 1 hari yang lalu
  • 4 menit membaca

Water Wading Depth adalah, kedalaman air maksimum yang dapat dilalui kendaraan tanpa kemasukan air ke komponen penting.

OTOPLUS.ONLINE I Baru-baru ini, Chery Indonesia memuat artikel berjudul "Fitur Water Wading dan Ground Clearance Tinggi Jadi Andalan Chery J6 & J6T Hadapi Cuaca Ekstrem seperti Curah Hujan Tinggi" di website resmi mereka.


Dalam artikel itu disebutkan, J6 dan J6T menghadirkan dua fitur utama untuk pengalaman berkendara yang lebih tenang, efisien, dan menyenangkan dalam keseharian, dengan kemampuan water wading dan ground clearance tinggi, yang dirancang memberikan rasa aman saat melintasi genangan air maupun medan menantang.



"Kami menghadirkan Chery J6 sebagai SUV Offroad listrik pertama di Indonesia, sebuah langkah awal menuju tren baru dalam gaya hidup mobilitas berkelanjutan, dengan fitur kemampuan water wading…,ā€ ujar Head of Brand & Marketing, PT Chery Sales Indonesia, Rifkie Setiawan.


Juga disebutkan, Chery J6 dibekali water wading depth hingga sekitar 600 mm, sementara varian J6T menawarkan kemampuan hingga 625 mm, tergantung pada varian dan kondisi pengujian.


Kapabilitas ini diperkuat dengan ground clearance setinggi 220 mm untuk Chery J6 dan 225 mm untuk Chery J6T (sumber: https://chery.co.id/id/berita/fitur-water-wading-dan-ground-clearance-tinggi-jadi-andalan-chery-j6-j6t-hadapi-cuaca-ekstrim-seperti-curah-hujan-tinggi).


Pernyataan pihak Chery Sales Indonesia ini pun ramai diberitakan media, karena jarang-jarang APM bicara soal water wading atau water wading depth ini secara eksplisit, dan itu bukan kebetulan!


Ada beberapa alasan penting di balik sikap APM jarang bicara terbuka soal water wading ini. Bisa jadi karena berisiko salah tafsir oleh konsumen.


APM sangat berhati-hati karena istilah water wading sering disalahartikan sebagai ā€œmobil ini aman menerjang banjir.ā€


Padahal, dari sudut pandang pabrikan, water wading bukanlah fitur keselamatan, bukan juga izin resmi untuk menerjang banjir, melainkan batas teknis maksimum dalam kondisi uji tertentu.


Jika APM terlalu menonjolkan angka water wading depth, ada risiko konsumen memaksakan mobil menerjang banjir, mengabaikan faktor arus air, lumpur, atau kontaminan, lalu menuntut garansi ketika terjadi kerusakan.



Dalam siaran pers resmi, ā€œMengemudi Melewati Banjir: Berapa Ketinggian Air yang Aman?ā€ yang dirilis PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), yaitu distributor resmi kendaraan penumpang dan komersial ringan Mitsubishi Motors di Indonesia menyatakan, bahwa mobil penumpang series seperti Pajero Sport, Xpander Cross, Xforce, dan Destinator memiliki ground clearance tinggi, tetapi pengemudi tetap harus berhati-hati dan memperhatikan kondisi genangan air sebelum melewati banjir.


Di situ juga dijelaskan patokan toleransi aman saat akan melewati banjir adalah 33 cm atau ketinggian air menutup setengah ban, dengan pertimbangan adanya posisi transmisi dan kelistrikan yang sebaiknya tidak terendam air.


Kemudian jaga putaran mesin stabil, dan jangan menginjak gas mendadak, pertahankan putaran mesin di 1.500–2.000 RPM.


Jalan perlahan sekitar 5–10 km/jam, karena jika terlalu cepat akan membuat gelombang air naik ke kap mesin dan masuk ke intake manifold.


Jangan pula berhenti di tengah banjir, sebab tekanan air bisa masuk knalpot, dan mesin mobil berpotensi mati karena kemasukan air (sumber: https://www.mitsubishi-motors.co.id/siaran-pers/mengemudi-melewati-banjir-berapa-ketinggian-air-yang-aman).



Hal senada juga disampaikan Toyota-Astra Motor.


ā€Sebenarnya mobil apapun tidak direkomendasikan untuk menerjang banjir. Ketika Anda melihat jalan di depan ada genangan air yang cukup tinggi, sebaiknya dipertimbangkan untuk mencari jalan alternatif. Risiko water hammer alias mesin kemasukan air dapat berakibat fatal yakni turun mesin dengan biaya sangat mahal.ā€


Demikian kutipan dari website resmi Toyota-Astra Motor.


Juga dijelaskan, secara fungsi, layaknya komponen mobil yang lain, komponen elektrifikasi pada HEV Toyota didesain untuk water ressist (tahan air) dan bukan water proof (kedap air).


Artinya, tetap ada potensi air menemukan celah untuk masuk dan merusaknya. Kerusakan komponen lainnya kalau terendam banjir serupa dengan mobil konvensional, seperti korsleting dan kaki-kaki bermasalah (sumber: https://pressroom.toyota.astra.co.id/dirancang-anti-air-dan-bukan-kedap-air-berikut-tips-jika-terpaksa-melewati-jalan-banjir-untuk-mobil).


Nah, semua yang dijelaskan dalam siaran pers ini sebenarnya terkait dengan water wading.


Pengertian water wading sendiri adalah, kedalaman air maksimum yang dapat dilalui kendaraan tanpa kemasukan air ke komponen penting seperti mesin (saluran masuk udara), elektronik, atau knalpot, sehingga mencegah kerusakan parah seperti hidrolock.



Biasanya water wading depth diukur dari tanah ke saluran masuk udara dan sangat bervariasi tergantung kendaraan, dengan SUV dan kendaraan off-road dirancang untuk air yang lebih dalam daripada sedan.


Untuk itu selalu periksa manual kendaraan, karena mengemudi melebihi kedalaman yang ditentukan dapat berakibat fatal.


Kembali ke pernyataan dari Chery Sales Indonesia terkait fitur water wading dan ground clearance tinggi jadi andalan Chery J6 dan J6T.


Tidak ada yang salah dengan pernyataan ini, karena Chery Indonesia pun mengimbau seluruh pengguna kendaraan Chery untuk selalu mengutamakan keselamatan dengan tidak mengemudi pada kondisi genangan air yang melebihi batas aman, terutama jika dilakukan dalam durasi berkendara lebih dari 30 menit.


Apabila kendaraan terpaksa melintasi genangan air atau melewati batas water wading yang dianjurkan, pelanggan disarankan untuk segera melakukan pemeriksaan di dealer resmi Chery terdekat guna memastikan kondisi kendaraan tetap aman dan bekerja secara optimal.


Bahkan sebagai bentuk komitmen terhadap layanan purna jual, Customer Care Chery tersedia selama 24 jam, 7 hari seminggu. Pelanggan yang membutuhkan bantuan darurat di jalan dapat menghubungi 0800-179-7979.

Yang harus dipahami konsumen adalah memahami hal ini dalam konteks marketing.



Pihak Land Rover pun memamerkan ketangguhan produknya melalui isu water wading depth ini dalam tulisan berjudul: Defender, Range Rover And Discovery Wading Depths di website resminya (sumber: https://www.landrover.com/ownership/off-road/wading-depths).


Disebutkan bahwa water wading depth atau kedalaman genangan air mengacu pada kedalaman air maksimum yang dapat dilalui kendaraan dengan risiko minimum saat berkendara secara bertanggung jawab.


ā€Fitur ini bukan hanya tentang kemampuan, ini adalah bukti keunggulan teknik, memberikan jaminan dan kebebasan dalam kondisi yang menantang. Baik Anda menghadapi jalan yang banjir atau penyeberangan sungai selama petualangan Anda, mengetahui kemampuan kendaraan Anda adalah kunci untuk berkendara yang aman dan percaya diri. Selalu periksa rute dan jalan keluar sebelum memasuki genangan air.ā€


Agar konsumen mengetahui kemampuan kendaraan sehingga bisa berkendara dengan aman dan percaya diri, pihak Land Rover pun menyertakan spesifikasi Maximum Wading Depth beberapa produknya.

  • Range Rover: Maximum Wading Depth 900mm

  • Range Rover Sport: Maximum Wading Depth 900mm

  • Range Rover Velar: Maximum Wading Depth 530mm (coil) 580mm (air)

  • Range Rover Evoque: Maximum Wading Depth 530mm


Teks: Indramawan

Foto: Dari berbagai sumber


Komentar


logo media lreasi indonusa-OK2.png

© 2025 OTOPLUS-ONLINE

This website is owned and published by PT Media Kreasi Indonusa.

Reproduction of text, photographs or illustrations is not permitted in any form.

bottom of page