• Editor

Bedah CBR1000RR-R Fireblade (2-Habis): Rahasia Peningkatan Performa Mesin


Tentu bukan hanya desain, keunggulan utama Honda CBR1000RR-R Fireblade adalah performa. Untuk mempertahankan performa tenaga tinggi yang diimbangi dengan kemudahan pengendalian, model ini dikembangkan dengan berbagai perubahan.

  • Ada perubahan komponen mesin pada CBR1000RR-R Fireblade 2020 yang ditujukan untuk peningkatan power dan torsi, serta emisi sesuai Euro 5.

Mesin 999,9 cc DOHC 4-silinder inline mengalami banyak peningkatan dibandingkan generasi sebelumnya. Konfigurasi mesin ini sama persis dengan RC213V (bore x stroke : 81 mm x 48,5 mm). Tenaga maksimalnya naik menjadi 160 kW @14.500 rpm (sebelumnya 141 kW), dan torsi maksimal mencapai 113 Nm @12.500 rpm.

  • Semi-Cam Gear Train System diterapkan pada CBR1000RR-R Fireblade 2020.

Peningkatan performa ini didapat lewat penerapan Semi-Cam Gear Train System, di mana untuk membuat rpm lebih tinggi, mesin memperpendek panjang cam chain dengan menggunakan Idle Gear.

  • Menggunakan piston dari bahan aluminium tempa yang ringan sama seperti RC213V-S, versi jalan raya dari RC213V, motor balap besutan Marc Marquez di MotoGP. Diameter pin piston juga lebih besar, dari sebelumnya yang berdiamater 17 mm menjadi 18 mm.

Piston kini terbuat dari bahan aluminium tempa (Forged Aluminium). Kini, masing-masing komponen tersebut (terdapat 4 buah) berbobot lebih ringan 5 persen dibandingkan model sebelumnya, sekaligus menaikkan kekuatan dan ketahanannya.

  • Valve system mengadopsi finger follower rocker arm untuk kurangi berat inersia dari sistem katup ini, dan diadopsi dengan Diamond Like Carbon (DLC) coating camshafts. DLC telah diterapkan untuk kurangi gesekan pada permukaan cam dan rocker arm saat bersentuhan.

Detail lain, camshaft diberi lapisan khusus yang disebut Diamond Like Carbon (DLC) untuk mengurangi friksi hingga 35 persen jika dibandingkan dengan komponen yang sama tanpa lapisan DLC. Connecting rods (konrod) menggunakan bahan titanium, sehingga bagian ini bobotnya berkurang 50 persen.

  • Karena ada kenaikan suhu oli yang disebabkan peningkatan tenaga mesin dan rpm, maka ada perubahan pula pada sistem pendinginan oli, yakni dari water-cooled oil cooler (model 2017) menjadi air-cooled oil cooler (model 2020).

Teknologi baru pada superbike ini adalah Built-in Bottom Bypass, sistem sirkulasi air pendingin yang dialirkan lansung dari radiator tepat menuju komponen utama ”water jacket”.

  • Terkait dengan EURO-5, untuk mengurangi misfire rate sesuai dengan aturan EURO-5, maka salah satu cara yang ditempuh adalah dengan mengurangi volume intake port.

Lalu, terdapat New Multi-point Piston Jet, teknologi yang mampu menyemprotkan pelumas pendingin pada piston dari berbagai arah. Tugasnya menjaga temperatur piston dan mengurangi gesekan berlebih.


Baca juga:


Teks & Foto: Indramawan

S U B S C R I B E

© 2019 - 2020 otoplus-online