top of page

Bedah e-Vitara, BEV Perdana Suzuki Hasil Kolaborasi dengan Toyota: Harga Mahal Apa Kelebihannya?

  • Gambar penulis: Editor
    Editor
  • 12 jam yang lalu
  • 5 menit membaca
Harga Suzuki e-Vitara jauh di atas Chery E5 , dan juga Wuling Eksion EV.
Di Surabaya, Buana Indomobil Trada menawarkan e-Vitara dengan harga OTR Rp 755.000.000 (single-tone) dan Rp 758.000.000 untuk varian two-tone.
Di Surabaya, Buana Indomobil Trada menawarkan e-Vitara dengan harga OTR Rp 755.000.000 (single-tone) dan Rp 758.000.000 untuk varian two-tone.

OTOPLUS ONLINE I Suzuki e-Vitara dikembangkan dan diproduksi sebagai versi massal dari mobil konsep Suzuki eVX.


Suzuki eVX pertama kali diperkenalkan secara global di Delhi Auto Expo 2023 dan kemudian melakukan debutnya di Asia Tenggara pada pameran GIIAS 2024.


PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) resmi meluncurkan Suzuki e-Vitara, kepada publik pada ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, 5 Februari 2026.


Mengusung jiwa 'High-Tech & Adventure', SUV listrik ini menjadi kendaraan berbasis Battery Electric Vehicle (BEV) perdana Suzuki dengan status model global, sekaligus menandai sejarah baru bagi portofolio mobil ramah lingkungan Suzuki di Tanah Air.


Minoru Amano, President Director PT Suzuki Indomobil Sales & PT Suzuki Indomobil Motor, “Peluncuran e-Vitara menandai babak baru Suzuki di Indonesia. Kehadirannya sebagai BEV melengkapi strategi multi-pathway dari Suzuki. Kami yakin pemiliknya akan merasa spesial, karena menjadi bagian dari sejarah besar Suzuki di dunia.”


Di Surabaya, Buana Indomobil Trada menawarkan e-Vitara dengan harga OTR Rp 755.800.000 (single-tone) dan Rp 760.800.000 untuk varian two-tone (tanpa home charging). Sementara untuk yang berikut home charging Rp778.800.000 (single-tone) dan Rp781.800.000 (two-tone).


Sebagai perbandingan, harga yang ditawarkan e-Vitara jauh di atas compact electric SUV dengan kapasitas baterai setara (61 kWh) asal China semisal Chery E5 yang dipasarkan seharga Rp429.900.000-430.400.000.


Juga lebih mahal dibandingkan Wuling Eksion EV yang punya kapasitas baterai lebih besar, 69,2 kWh (Rp406.000.000-476.000.000) bahkan BYD Sealion 7 yang baterainya 82,56 kWh (Rp639.500.000-729.500.000).


Kembaran Toyota Urban Cruiser


Toyota dan Suzuki berkolaborasi memproduksi Suzuki e-Vitara dan Toyota Urban Cruiser EV dengan berbagi platform, teknologi EV, dan manufaktur.


Toyota-Suzuki menerapkan strategi rebadging dan kolaborasi pengembangan untuk menekan biaya produksi dan mempercepat kehadiran mobil listrik mereka secara global.


Keduanya dibangun di atas platform HEARTECT-e, platform khusus kendaraan listrik (BEV) yang dirancang bersama untuk menghasilkan performa berkendara yang gesit dan efisien.


Meskipun kedua mobil berbagi teknologi motor listrik, sistem penggerak roda, dan baterai yang disuplai oleh BYD, masing-masing pabrikan tetap mengatur penyetelan (tuning) performa sesuai dengan karakter DNA mereka.


Proses perakitan untuk pasar global dipusatkan di fasilitas pabrik Suzuki di India, tepatnya di Suzuki Motor Gujarat.


Toyota mengambil pasokan unit dari pabrik ini untuk dipasarkan dengan emblem dan gaya desain khas mereka. Urban Cruiser EV menampilkan desain Toyota yang lebih elegan dan minimalis (seperti gaya hammerhead), sedangkan e-Vitara menonjolkan karakter desain SUV tangguh ala Suzuki.


Konsep Metal Beast


Eksteriornya mengusung konsep ‘Metal Beast’ dengan memadukan arsitektur polygonal untuk mengekspresikan kecanggihan sekaligus ketangguhan SUV kekinian yang disempurnakan dengan penyematan identitas detil seperti 3-point LED lamp matrix.
Eksteriornya mengusung konsep ‘Metal Beast’ dengan memadukan arsitektur polygonal untuk mengekspresikan kecanggihan sekaligus ketangguhan SUV kekinian yang disempurnakan dengan penyematan identitas detil seperti 3-point LED lamp matrix.

Mengusung konsep desain ‘High-Tech & Adventure', dimana “Teknologi tinggi” mencerminkan status dan karakter e-Vitara sebagai EV canggih.


Sedangkan “Petualangan” merepresentasikan kemampuan serta performanya sebagai SUV. Pada area eksterior, model terbaru ini menerapkan identitas visual ‘Metal Beast’, yang memadukan arsitektur poligonal untuk mengekspresikan kecanggihan teknologi sekaligus ketangguhan SUV modern.


Suzuki menawarkan 3 pilihan yaitu Land Breeze Green, Bluish Black Pearl dan Arctic White Pearl.
Suzuki menawarkan 3 pilihan yaitu Land Breeze Green, Bluish Black Pearl dan Arctic White Pearl.

Suzuki e-Vitara punya dimensi ringkas dengan panjang 4.275 mm, lebar 1.800 mm, dan tinggi 1.635-1.640 mm. Wheelbase-nya, 2.700 mm. Dimensi yang proporsional dan terasa pas untuk jalanan Indonesia.


Untuk warna, Suzuki menawarkan 3 pilihan yaitu Land Breeze Green, Bluish Black Pearl dan Arctic White Pearl.


Platform HEARTECT-e


Kabin tergolong lega untuk sebuah compact SUV.
Kabin tergolong lega untuk sebuah compact SUV.

Platform ini diciptakan khusus untuk mewujudkan SUV listrik yang berbobot lebih ringan, aerodinamis, sekaligus memaksimalkan kekuatan bodi.


Meski mengadopsi roda 18 inci, radius putar minimum hanya 5,8 m sehingga memudahkan saat bermanuver di ruang terbatas.
Meski mengadopsi roda 18 inci, radius putar minimum hanya 5,8 m sehingga memudahkan saat bermanuver di ruang terbatas.

Selain itu, Suzuki juga menekan kebisingan lewat peningkatan jumlah peredaman suara melalui teknik khusus. Formulasi di atas platform HEARTECT-e tersebut memungkinkan terciptanya ruang kabin yang lebih lapang dan nyaman.


Interior High Tech & Adventure


Layout dasbor futuristik dengan Integrated Display 10,25 inci (driver display) dan 10,1 inci (infotainment screen) yang menyatu seamless, namun aksen piano black dan kombinasi 3 warna (coklat-abu-hitam) bukan selera kebanyakan orang.
Layout dasbor futuristik dengan Integrated Display 10,25 inci (driver display) dan 10,1 inci (infotainment screen) yang menyatu seamless, namun aksen piano black dan kombinasi 3 warna (coklat-abu-hitam) bukan selera kebanyakan orang.

Suzuki e-Vitara mengusung interior bertema High-Tech & Adventure. Konsep ini memadukan kecanggihan teknologi modern dengan DNA ketangguhan SUV petualang.


Setir model squircle dengan steering switch yang memudahkan pengoperasian sejumlah fitur esensial.
Setir model squircle dengan steering switch yang memudahkan pengoperasian sejumlah fitur esensial.

Terlihat dari Integrated display di balik lingkar kemudi squircle, dengan layout dasbor dan center console menghadirkan kesan futuristik yang tidak dijumpai pada model-model Suzuki sebelumnya.


Kombinasi penggunaan material maupun tekstur terasa cukup premium. Sayang dasbor dan jok berdesain kontemporernya berbalut kombinasi warna hitam-abu-coklat yang kental aura india.


Andai saja dibuat all-black atau all-brown menggunakan coklat tortufo/mocha seperti di BMW pasti terasa jauh lebih premium.


Selain itu aksen piano black yang tersebar di center console, arm rest, steering switch terkesan berlebihan. Hanya akan terlihat mewah saat baru tapi untuk jangka panjang akan mudah sekali kusam karena baret.


Suzuki e-Vitara punya fitur ambience light meski hanya 12 pilihan warna jangan bandingkan dengan rata-rata mobil listrik cina salah satu contohnya BYD Atto 3 yang punya 31 pilihan warna. Lumayanlah, yang penting Suzuki sudah berusaha.


Subwoofer untuk keluaran audio hi-end.
Subwoofer untuk keluaran audio hi-end.

Untungnya sistem audionya berspesifikasi tinggi, Infinity dengan 6 spiker dan 1 subwoofer yang menghasilkan akustik ruang yang jernih dengan bass yang terdengar powerful.


Sistem audionya didukung konektivitas Apple CarPlay dan Android Auto secara nirkabel yang kemudahan dalam pengoperasian hiburan.


Performa


Motor listrik bertenaga 172 DK dengan torsi maksimum 193 Nm.
Motor listrik bertenaga 172 DK dengan torsi maksimum 193 Nm.

BEV (Battery Electric Vehicle) perdana Suzuki ini digerakkan motor Listrik bertenaga 128 kW atau 172 DK dengan torsi 193 Nm. Tenaga sebesar itu disalurkan ke roda depan melalui sistem penggerak e-Axle lewat perantara transmisi otomatis Single Speed Electric Drive.


Kekuatan powertrain terasa memadai menghela compact SUV berbobot kotor 2,25 ton. Buktinya akselerasi 0-100 km/jam tuntas dalam 9,6 detik sementra top speed dibatasi secara elektronik pada 160 km/jam.


Guna menunjang gaya berkendara sesuai berbagai kebutuhan maupun kondisi jalan, e-Vitara dibekali 3 driving mode yang dapat dioperasikan secara mudah.


Selain itu, pengendara juga dapat mengatur tingkat kekuatan deselerasi yang dihasilkan ketika kaki diangkat dari pedal akselerator melalui opsi mode pedal. Fleksibilitas tersebut memungkinkan personalisasi kendaraan dilakukan secara optimal.


Baterai LFP disuplai oleh BYD.
Baterai LFP disuplai oleh BYD.

Sebagai sumber tenaga Suzuki membekali e-Vitara dengan baterai Lithium Iron-Phosphate (LFP) berkapasitas 61 kWh yang disuplai BYD.


SIS menyiapkan fasilitas charging station di sejumlah dealer resmi Suzuki. Apabila memerlukan, pelanggan dapat memanfaatkan layanan Booking Charging melalui aplikasi MySuzuki untuk mendapatkan akses pengisian daya di bengkel resmi Suzuki.
SIS menyiapkan fasilitas charging station di sejumlah dealer resmi Suzuki. Apabila memerlukan, pelanggan dapat memanfaatkan layanan Booking Charging melalui aplikasi MySuzuki untuk mendapatkan akses pengisian daya di bengkel resmi Suzuki.

Baterai ini mendukung Fast Charging (DC) 15% ke 80% hanya dalam waktu sekitar 50 menit.


Karakter Suspensi


Suspensi belakang tipe Multilink menyuguhkan karakter berkendara dan stabilitas lebih baik di segala kondisi jalan dibandingkan suspensi model Torsion Beam yang jadi standar mobil entry level.
Suspensi belakang tipe Multilink menyuguhkan karakter berkendara dan stabilitas lebih baik di segala kondisi jalan dibandingkan suspensi model Torsion Beam yang jadi standar mobil entry level.

Suzuki e-Vitara mengadopsi suspensi depan MacPherson Strut dan belakang Multilink. Konfigurasi suspensi pada e-Vitara didesain untuk mengejar keselarasan antara stabilitas pengendalian di berbagai medan.


Dipadukan dengan platform baru khusus EV karakter redamannya cenderung agresif dan kaku sehingga cocok untuk manuver kecepatan tinggi, meski gak nyaman saat melewati jalanan bergelombang atau speed bump (polisi tidur).


Mengawal kemampuan itu, Suzuki menyematkan Active Cornering Control, lewat control rem secara terpisah, fitur ini secara otomatis akan mencegah kemungkinan ban tergelincir ketika menikung cepat di jalan licin.


Fitur Keselamatan Lengkap


Spion dengan kamera comot bawaan Fronx SGX.
Spion dengan kamera comot bawaan Fronx SGX.

Suzuki e-Vitara dilengkapi fitur Suzuki Safety Support (SSS) yang mencakup Adaptive Cruise Control, Lane Keep Assist, Dual Sensor Brake Support II (DSBS II), Multiple Collision Braking, Lane Departure Prevention, Adaptive High Beam System, Blind Spot Monitor, serta Rear Crossing Traffic Alert (RCTA). Fitur SSS seperti ini sudah tersemat di Suzuki Fronx SGX.


Tidak hanya itu, fitur pendukung keselamatan lainnya ada 7 Airbags, Anti-lock Braking System (ABS), Electronic Brakeforce Distribution (EBD), serta Electronic Stability Program (ESP) tentunya. Kecanggihan tersebut melengkapi perangkat asistensi mengemudi populer yaitu 360 View Camera, Parking Sensor, dan Hill Hold Control.


Garansi


Dikawal dukungan purna jual komprehensif dan terpercaya.
Dikawal dukungan purna jual komprehensif dan terpercaya.

SIS memberikan dukungan purna jual e-Vitara secara komprehensif mencakup;

  • Gratis suku cadang dan jasa perawatan berkala hingga 50.000 km/30 bulan.

  • Garansi baterai lithium selama 8 tahun atau 160.000 km.

  • Garansi ESU (electric supply unit) serta kendaraan selama 5 tahun/100.000 km.


Selain itu, bagi pelanggan yang ingin memberikan sentuhan personal pada mobilnya melalui opsi aksesoris resmi juga dapat melakukan pre-order di jaringan dealer resmi Suzuki.


Teks dan Foto: Nugroho Sakri Yunarto

Komentar


logo media lreasi indonusa-OK2.png

© 2025 OTOPLUS-ONLINE

This website is owned and published by PT Media Kreasi Indonusa.

Reproduction of text, photographs or illustrations is not permitted in any form.

bottom of page