top of page
  • Gambar penulisEditor

Begini Rasa Suzuki XL7 Hybrid yang Baru Saja Diluncurkan, Berikut Kelebihan dan Kekurangannya

Kami lakukan test drive sejauh kurang lebih 150 kilometer bersama Suzuki XL7 Hybrid.

Suzuki XL7 Hybrid Alpha berwarna Savannah Ivory.


OTOPLUS-ONLINE I Smart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS) merupakan teknologi hybrid lebih terjangkau yang dikembangkan Suzuki.


Teknologi ini kini juga dibenamkan di Suzuki XL7 Hybrid yang meluncur di Surabaya 16 Juni 2023. Apa sih untungnya mengadopsi SHVS?

Dipasarkan dengan rentang harga Rp 266.000.000-314.500.000 (OTR Jatim).


Selain harganya terjangkau, SHVS secara signifikan juga meningkatkan efisiensi konsumsi bahan bakar dan memangkas emisi gas buang. Ketiga manfaat inilah yang sebenarnya dibutuhkan masyarakat Indonesia saat ini.


Untuk merasakan karakter berkendara Suzuki XL7 Hybrid, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) menggelar kegiatan Media Test Drive Suzuki XL7 Hybrid menempuh rute Surabaya-Prigen.


Berikut rangkuman kelebihan dan kekurangan dari perjalanan kami sejauh kurang lebih 150 kilometer bersama Suzuki XL7 Hybrid.


Kelebihan

Lebih responsif

Mesin pakai K15B berkapasitas bersih 1.462 cc.


Dibandingkan Suzuki XL7 non hybrid, Suzuki XL7 Hybrid lebih responsif terutama ketika start dan berakslerasi. SHVS terdiri dari 3 komponen utama yang menunjang kinerja mesin pembakaran konvensional, yaitu ISG (Integrated Starter Generator), Lithium-Ion Battery dan Regenerative Braking.

Mekanisme kerja SHVS.


ISG merupakan pengembangan teknologi pertama yang dilakukan Suzuki dalam menciptakan kendaraan yang irit bahan bakar dengan harga terjangkau.

Dibekali dua baterai, tipe lead acid dan lithium ion.


Dengan penggunaan komponen ISG dan Lithium-Ion Battery, mobil Suzuki memiliki keuntungan seperti adanya fitur auto-stop, restart yang halus dan senyap setelah auto-stop aktif, bantuan tenaga untuk akselerasi yang lebih ringan saat stop and go, serta kemudahan regenerasi daya baterai selama pengurangan laju kendaraan.

Kalau Ertiga Hybrid pakai baterai Lithium Ion 6 Volt 12 Watt, XL7 Hybrid menggunakan 10 Volt 12 Watt menyesuaikan karakter SUV-nya.


ISG berfungsi sebagai motor dan generator yang menangkap dan menyimpan energi listrik ke Lithium-Ion Battery. Energi listrik inilah yang menjaga komponen kelistrikan mobil tetap menyala saat mobil dalam posisi berhenti (engine auto start stop aktif), sehingga akan membuat konsumsi bahan bakar lebih efisien karena tidak terjadi proses pembakaran.


Mengenai baterai, SIS menambah masa garansi dari sebelumnya 5 tahun menjadi 8 tahun. “Hal itu untuk membuat masyarakat semakin yakin mengenai kualitas produk kendaraan hybrid Suzuki,” tukas Harold Donnel, Head 4W Development, Marketing Research & IT Network PT SIS.


Konsumsi BBM Lebih Irit

Mekanisme kerja SHVS terpantau dari information display full color ini.


Manfaat teknologi SHVS akan terasa saat digunakan SUV 7 penumpang ini digunakan dalam kemacetan lalu lintas.


Dengan adanya fitur auto-stop dan bantuan akselerasi dari ISG akan memberikan dampak pada efisiensi konsumsi bahan bakar secara akumulatif.


Pada pemakaian di dalam kota, konsumsi BBM secara konstan berada di rentang 15,4-15,6 km/liter. Sedangkan pada pemakaian di jalan tol dengan mengaktifkan fitur cruise control pada kecepatan 95 km/jam, konsumsi BBMnya masih bertahan di kisaran 16,7-16,9 km/liter.


Tampang Makin Gagah

Gril dengan sentuhan warna hitam.


Di eksterior Suzuki XL7 Hybrid menerima pembaruan pada desain gril dan pelek dengan sentuhan warna hitam.

Desain pelek masih sama, hanya kini berbalut warna hitam.


Melengkapi hal tersebut New XL7 Hybrid juga mendapatkan new tailgate garnish chrome, new short pole antenna, new hybrid emblem dan new two-tone body (Varian Alpha).

Logo Hybrid di varian Alpha dan Beta. Khusus varian Alpha mengadopsi tema black roof.


Apalagi bila dipadukan dengan pilihan warna baru Savannah Ivory seperti unit tes kami ini.


Fitur Makin Lengkap

Head unit kompatibel dengan Android Auto dan Apple Carplay.


Kenyamanan berkendara dengan Suzuki New XL7 Hybrid ditingkatkan lewat sejumlah improvement. Seperti New Smart E-mirror, kaca spion tengah elektrik ini berbeda dengan bawaan varian Alpha sebelumnya.


Selain sudah touchscreen visual yang ditampilkan juga lebih bening dengan berbagai fitur baru diantaranya split screen.

Klaster control switch di sisi kanan dasbor kini penuh dengan penambahan switch Idle Stop Start.


Klaster control switch di sisi kanan dasbor yang sebelumnya menyisakan satu kolom kosong, kini tampak penuh dengan penambahan switch Idle Stop Start.

Gear shift indicator akan menyala ketika lampu dihidupkan.


Tampak juga penambahan fitur cruise control yang membuat pengemudi betah melaju konstan di jalan tol, new interior color, new black wood pattern ornament instrument panel dan gear shift indicator yang kini menyala.

Ada 3 power socket tersebar di ketiga baris tempat duduknya.


Ada juga penggunaan teknologi kemudahan berkendara diberikan lewat fitur new autolight with guide me light dan new auto retractable mirror.


Kenyamanan Berkendara Meningkat

Arm rest jadi standar di baris kedua.


Komplain kami pada desain head rest di XL7 keluaran perdana (2020) yang posisinya terlalu maju sehingga kepala tidak bisa menyandar dengan nyaman, tak kami rasakan di XL7 Hybrid.


Posisinya sekarang terasa ideal tentunya hal itu meningkatkan aspek kenyamanan berkendara terutama ketika melakukan perjalanan jauh.


Kekurangan

Karakter Suspensi

Suspensinya mengedepankan stabilitas.


Jika dibandingkan Ertiga Hybrid, karakter redaman suspensi XL7 Hybrid terasa lebih kaku. Karakter ini diciptakan menyesuaikan bobot dan penggunaan XL7 yang diciptakan lebih fleksibel dan adaptif melibas berbagai kondisi jalan.


Mekanisme Pelipatan Jok Tengah

Belum mengadopsi mekanisme One Touch Tumble.


Lantaran belum menganut mekanisme one touch tumble, melipat sandaran baris kedua untuk menciptakan akses penumpang ke baris ketiga sedikit repot.


Selain mekanisme tuas yang diposisikan di sisi atas bangku kurang ergonomis, penumpang masih harus menggeser jok ke depan agar leluasa masuk ke baris ketiga.


Posisi Mengemudi

Setir belum dilengkapi dengan setelan maju-mundur (telescopic steering).


Untuk pengemudi berpostur 160-175 cm, posisi mengemudi ideal masih mudah didapatkan, tapi untuk pengemudi berpostur 180 cm seperti OTOPLUS-ONLINE, ketika jok digeser mundur maksimal untuk mengakomodir panjang kaki, setir jadi terasa kejauhan.


Akan lebih perfect bila dibekali mekanisme telescopic steering yang memungkinkan kemudi disetel maju-mundur.


Baca juga:


Teks dan Foto: Nugroho Sakri Yunarto

Comments


bottom of page