top of page
  • Gambar penulisEditor

Begini Rasanya Jadi Pengemudi Sekaligus Penumpang Honda WR-V

Honda WR-V Media Test Drive diadakan pada 10 Februari 2023 dengan menempuh rute Surabaya-Pandaan.

OTOPLUS-ONLINE I Honda Surabaya Center (HSC), main dealer resmi Honda wilayah Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara memberikan kesempatan kepada media untuk mencoba langsung Honda WR-V, small SUV Honda yang diluncurkan bulan November 2022 lalu.

Honda WR-V Media Test Drive diadakan 10 Februari 2023


Acara bertajuk Honda WR-V Media Test Drive ini diadakan pada tanggal 10 Februari 2023 dengan menempuh rute Surabaya-Pandaan.


Ang Hoey Tiong, President Director Honda Surabaya Center mengatakan, “Melalui acara Honda WR-V Media Test Drive ini kami berharap media dapat mengenal lebih jauh mengenai fitur-fitur dan performa dari Honda WR-V ketika mencobanya sepanjang rute Surabaya - Pandaan.”

Ang Hoey Tiong, President Director Honda Surabaya Center & Wendy Miharja, Marketing & Aftersales Director Honda Surabaya Center


Honda WR-V merupakan Small SUV pertama dari Honda ini Hadir dengan model yang stylish dan ground clearance tertinggi di kelasnya (220 mm). Honda WR-V diciptakan dengan menggabungkan unsur Fun to Drive, Worry-Free serta Premium Feel plus kepraktisan tinggi lewat berlimpahnya fitur, kompartemen penyimpanan dan ruang bagasi dengan volume 380 liter.


Baca juga: WR-V Jadi Model Pertama Honda di Segmen Small SUV di Indonesia, Apa Keistimewaannya?


“Sejak diluncurkan November 2022 sampai saat ini kami sudah menerima booking sebanyak 650 unit yang mana 357 unit sudah kami distribusikan ke customer,” terang Wendy Miharja, Marketing & Aftersales Director Honda Surabaya Center.


Di pasaran Honda WR-V akan berkompetisi dengan Toyota Raize, Daihatsu Rocky, Nissan Magnite, KIA Sonet dan Renault Kiger. Berikut impresi berkendara yang sempat kami rangkum sebagai penumpang pada perjalanan berangkat dan sebagai pengemudi dalam perjalanan pulang.


Dalam Kota

Terasa bertenaga pada putaran rendah dan menengah sehingga menyenangkan dipakai di jalanan kota yang padat


Sebelum masuk ke kabin WR-V, OTOPLUS-ONLINE coba mengaktifkan fitur Remote Engine Start dengan menekan tombol paling bawah di remote. Fitur ini berfungsi untuk menghidupkan mesin kendaraan dan AC secara otomatis dari jarak sekitar 30 meter sebelum masuk ke dalam kendaraan dan bahkan dapat mendinginkan kabin 10 (sepuluh) menit lebih cepat.

Jok varian RS merupakan paduan bahan fabric dan artificial leather


OTOPLUS ONLINE sengaja memilih duduk di jok belakang untuk merasakan ambience-nya yang ternyata menawarkan ruang kaki berlimpah bahkan untuk kami yang berpostur 180 cm. Sudut sandaran jok belakang cenderung rebah sehingga penumpang bisa duduk rileks.


Rekan media lain yang duduk di balik kemudi tak merasa kesulitan untuk mendapatkan posisi mengemudi ideal meski setirnya belum dibekali dengan fitur telescopic. Hal itu dimungkinkan lantaran jarak setir dengan dasbor tidak terlalu dekat selain itu joknya bisa digeser dengan jarak cukup jauh.


Baca juga: Honda N-BOX Dipamerkan di Indonesia untuk Pertama Kalinya


Setelah lepas start dari W Superclub di bilangan Basuki Rahmat, rombongan menjelajahi jalanan dalam kota Surabaya yang mulai padat mendekati akhir pekan menuju entrance tol Mayjen Sungkono. Desain small SUV yang dikembangkan dengan konsep “My Urban Freestyler” ini terbukti dapat menghadirkan visibilitas yang baik untuk pengemudi maupun penumpang di bangku belakang. Pengemudi dimudahkan lantaran bisa mengamati situasi sekeliling mobil dengan leluasa.


Hadirnya fitur keselamatan Honda SENSING merupakan standar di varian RS Honda SENSING. Fitur ini diantaranya terdiri dari Collision Mitigation Braking System (CMBS) yang mampu mendeteksi pejalan kaki, sepeda dan sepeda motor ini dapat memprediksi potensi akan terjadinya tabrakan dan segera memperingatkan pengemudi dengan memunculkan peringatan pada sistem multi-informasi di instrument cluster. Dalam kondisi darurat CMBS yang akan bekerja melakukan aksi bypass dengan melakukan pengereman yang kuat untuk menghentikan atau memperlambat kendaraan guna menghindari tabrakan atau mengurangi potensi kerusakan.


Ada juga fitur Lead Car Departure Notification System (LCDN). Sistemnya memberi tahu pengemudi jika mobil di depan mulai berhenti perlahan. Ketika berhenti, sistem ini akan memperingatkan pengemudi tentang pergerakan mobil di depan. Jika sistem mendeteksi bahwa mobil di depan yang berhenti telah mulai bergerak, sistem akan memperingatkan pengemudi dengan peringatan tampilan di TFT meter.

Pada pemakaian di dalam kota konsumsi BBM yang diinformasikan di MID menunjukkan angka 13,8 km/liter


Mesin WR-V yang mampu menghasilkan tenaga 119 DK merupakan terbesar di kelasnya, sementara torsinya 145 Nm. Performa mesin tersebut dikawinkan dengan transmisi CVT dengan teknologi G-design shift. Hasilnya didapat keseimbangan antara torsi serta performa yang bertenaga pada putaran rendah hingga menengah namun tetap dengan efisiensi bahan bakar tinggi. Di rute dalam kota, MID menginformasikan konsumsi BBM rata-rata berkutat di 13,8 km/liter.


Luar Kota

Makan siang dan ramah tamah di Calli Mera Restaurant di Taman Dayu Pandaan


Saat perjalanan pulang dan masuk ruas tol Pandaan-Surabaya, OTOPLUS-ONLINE yang berperan sebagai pengemudi merasakan konstruksi sasis WR-V terasa menyuguhkan karakter pengendalian yang tenang, stabil dan nyaman pada kecepatan tinggi meski dengan ground clearance mencapai 220 mm. Penyatuan mesin Honda WR-V dirancang sedemikian rupa untuk mengurangi getaran mesin ke bodi mobil sementara penambahan cover pada mesin efektif membantu meredam suara mesin.


Hadirnya fitur Honda SENSING seperti Adaptive Cruise Control (ACC) with Low-Speed Follow yang membantu pengendara untuk mengatur kecepatan yang diinginkan dan membuat kendaraan mengikuti mobil yang ada di depannya. Terasa efektif pengaplikasiannya di ruas tol dengan lalu lintas padat seperti pada ruas Surabaya-Gempol.

Tahun ini WR-V dipastikan akan menggeser singgasana Honda HR-V yang menduduki posisi kedua setelah Honda Brio


Fitur lain dari Honda SENSING yang kami rasakan efektif penggunaannya di tol adalah Lane Keeping Assist System (LKAS). Sistem ini akan menjaga kemudi agar tetap berada tengah lajur saat berkendara di jalan raya. Sistem dapat mendeteksi dan memberi peringatan dengan getaran pada roda kemudi juga notifikasi audio dan tanda pada MID bila arah kendaraan bergerak meninggalkan jalur. LKAS otomatis aktif saat kendaraan melaju dengan kecepatan 72 km/jam atau lebih.


Untuk ulasan detail dan lengkap tentang driving experience Honda WR-V akan kami muat dalam artikel terpisah.


Teks: Nugroho Sakri Yunarto

Foto: Nugroho Sakri Yunarto, Honda Surabaya Center

bottom of page