Belajar dari Kasus Recall Ferrari 12Cilindri: Jangan Asal Pasang Kaca Film
- Editor

- 8 jam yang lalu
- 2 menit membaca
Kaca kendaraan harus memenuhi VLT (Visible Light Transmission) atau persentase cahaya yang bisa masuk ke dalam kabin.

OTOPLUS ONLINE I Pertengahan Maret 2026 menjadi momen yang cukup mengejutkan bagi dunia otomotif.
Car and Driver melaporkan, Ferrari 12Cilindri, grand tourer terbaru dari pabrikan Italia ini harus ditarik kembali bukan karena mesin atau performa, melainkan hal yang sering dianggap sepele: kaca terlalu gelap!
Masalah ini mulai teridentifikasi sekitar 11 Maret 2026, sebelum Ferrari resmi mengajukan recall ke otoritas Amerika Serikat pada 16 Maret 2026.
Dalam hitungan hari, kabar tersebut langsung menyebar luas dan menjadi perbincangan global.


Sekilas, persoalannya tampak sederhana. Namun di balik itu, ada satu hal penting: visibilitas adalah bagian dari standar keselamatan yang tidak bisa ditawar.
Ketika tingkat kegelapan kaca melewati batas yang diizinkan, kendaraan bisa dianggap tidak memenuhi regulasi jalan raya.
Aturan Kaca Film: Bukan Sekadar Gaya
Di Indonesia, regulasi soal kaca kendaraan sebenarnya sudah sangat jelas.
Melalui Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 dan Peraturan Pemerintah No. 55 Tahun 2012, kendaraan wajib memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan, termasuk tidak mengganggu pandangan pengemudi.
Aturan yang lebih rinci tertuang dalam SK Menteri Perhubungan No. KM. 439/U/Phb-76, yang menegaskan bahwa kaca kendaraan harus:
Bersifat tembus pandang
Memiliki tingkat penerusan cahaya minimal 70%. Artinya, kaca tidak boleh terlalu gelap hingga mengurangi kemampuan pengemudi dalam melihat kondisi jalan.
Berapa Batas Aman Kaca Film?
Dalam praktiknya, aturan ini dikenal dengan istilah VLT (Visible Light Transmission), yakni persentase cahaya yang bisa masuk ke dalam kabin.
Kaca depan: minimal 70% cahaya masuk ā hanya boleh sekitar 20ā30% gelap
Kaca samping depan: sekitar 40%
Kaca belakang: lebih fleksibel, namun tetap tidak boleh ekstrem
Mengapa kaca depan paling ketat? Karena di situlah pengemudi sangat bergantung, terutama saat berkendara di malam hari, hujan deras, atau kondisi berkabut.
Risiko Kaca Terlalu Gelap
Menggunakan kaca film berlebihan bukan hanya melanggar aturan, tapi juga berisiko langsung terhadap keselamatan:
Pandangan berkurang saat malam hari
Respons terhadap situasi jalan menjadi lebih lambat
Sulit membaca pergerakan pengguna jalan lain
Selain itu, regulasi juga melarang kaca yang dapat mengubah bentuk objek atau menimbulkan pantulan berlebihan, karena dapat mengganggu persepsi visual pengemudi.
Teks: Indramawan
Foto: Ferrari




Komentar