• Editor

Bikin Choppy Cub Seperti Ini Ternyata Cuma Habis Duit Rp 4 Juta!

Hampir semua komponen manfaatkan barang bekas dan rosokan

OTOPLUS-ONLINE I Nggak semua motor gacoan kontes itu habisin duit belasan atau jutaan rupiah. "Asal kita punya konsep yang matang, dan punya keterampilan mengerjakan sendiri, biaya modifikasi itu nggak mahal kok," buka Hasan Law dari Law Custom, bengkel modifikasi di Surabaya yang langganan juara di kontes motor tingkat nasional. Sebut saja Honda Modif Contest (HMC), Suryanation Motorland, dan Kustomfest.

Ambil contoh choppy cub berbasis mesin Supra Fit garapan Law Custom yang menyandang predikat sebagai Juara 1 kelas Street Cub / Choppy Cub di bawah 250cc di event Suryanation Motorland Battle Surabaya 2019 lalu.

  • Jawara Suryanation Motorland 2019 kelas Choppy Cub

"Motor itu saya bikin dengan kisaran biaya Rp 4 juta saja," kata Hasan Law. Dan ketika OTOPLUS-ONLINE tanya, kenapa bisa murah begitu, Hasan Law kembali menjawab, "Itu karena komponen yang terpasang hampir semuanya barang rosokan, atau barang bekas. Selebihnya lagi komponen stok yang saya punya," tunjuk Hasan Law.

  • Usung konsep American Chopper dengan salah satu ciri ban belakang gambot

Sebagai bukti, Hasan Law pun menyebutkan beberapa komponen yang dia ambil dari barang bekas atau rosokan. "Itu bodinya pakai punya Honda Grand rosokan yang saya beli cuma Rp 100 ribu," rinci Hasan Law. "Kalau untuk mesin Supra Fit, itu memang stok saya yang lama enggak terpakai.

  • Bodi Honda Grand rosokan sementara mesin stok lama

Terus untuk pelek belakangnya yang comot punya Mitsubishi L300 supaya bisa dipasangi ban spek lebar 150/60 ring 14 sesuai konsep American chopper.

  • Tidak memakai sokbreker belakang (rigid) dengan pipa pemegang roda belakang model knock down

"Pelek itu dulu saya beli 1 set (4 biji) punya L300. Kalau dihitung per bijinya ketemu Rp 150 ribu, terus ongkos bubut lubangnya sekitar Rp 250 ribu karena harus pakai mesin bubut besar dan bengkel saya enggak punya," terang Hasan Law sambil menambahkan untuk pelek depan tidak ada masalah karena banyak stok.

  • Bagian depan tirus di atas dan melebar ke bawah

"Tinggal urusan bannya aja. Kebetulan ban depan - belakang itu saya beli seken punya orang. Kalau yang belakang saya beli Rp 225 ribu, terus yang depan itu Rp 125 ribu. Terus untuk teromol depan - belakang itu stok lama yang dulu saya beli nggak sampe Rp 200 ribuan sepasang."

  • Bottom fork depan dilipih sebagai bahan muffler karena terbuat dari campuran aluminium yang tidak mudah panas

Selebihnya untuk komponen lain, Hasan Law tinggal memanfaatkan keterampilannya saja memainkan mesin bubut. Ambil contoh muffler knalpot. "Itu saya bikin dari bottom fork depan bekas punya Tiger yang saya bubut. Dulu belinya cuma Rp 15 ribu aja satu biji," kata Hasan Law.

  • Footstep dibuat dari engkol sepeda

Begitu pula dengan footstep yang dikreasi sendiri dari pedal atau pancalan sepeda yang didapat dengan harga cuma Rp 15 ribu untuk 2 biji. "Kenapa saya pakai pancalan sepeda karena menyesuaikan konsep American chopper. Jadi posisi kaki dibuat nangkring gitu," jelas Hasan Law.

  • Mesin dikepras siripnya (tidak direkomendasikan untuk motor harian) dan dilapis krom, sementara bodi bermain cat warna telor asin dengan tambahan pinstripping

Paling mahal justru ada pada biaya krom yang mencapai Rp 1 juta. Sementara biaya pengecatan yang dikerjakan bengkel di Mojosari butuh ongkos Rp 500 ribu,

  • Setang minimalis dengan inner throttle

  • Jok dibuat sesuaikan ukuran tangki yang dikenteng keluar agar lebih bulat

  • Leher komstir dikepras turun 3 cm untuk kejar kesan slim pada bagian depan

  • jam tangan untuk menutup lubang pada rangka Grand

Selebihnya, untuk komponen penunjang detailing, Hasan Law banyak memainkan kreasi dan skill dalam membuatnya.

  • Begini cara Hasan Law mendapatkan bahan untuk custom project-nya.

"Asal kita punya konsep yang kuat, tidak sulit sebenarnya. Ya, memang kekuatan motor kontes itu ada pada detailing-nya. Ini sebenarnya yang 'mahal'," senyum Hasan Law.


Bengkel: Law Custom

IG:@law_custom

Teks & Foto: Indramawan