BMKG Sampaikan Prakiraan Cuaca Selama Mudik Lebaran 2026
- Editor

- 18 Mar
- 2 menit membaca
Menurut BMKG secara umum, kondisi saat Lebaran diperkirakan berawan dengan kemungkinan hujan yang harus diwaspadai.

OTOPLUS ONLINE I Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memaparkan prakiraan cuaca sekaligus kesiapan layanan informasi guna mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026.
BMKG menjelaskan bahwa pada periode perayaan dan libur Idulfitri 2026, sebagian besar wilayah Indonesia masih berada dalam masa peralihan musim hujan.
Kondisi tersebut berpotensi memicu hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang di sejumlah wilayah, sehingga perlu menjadi perhatian dalam mendukung kelancaran transportasi dan keselamatan masyarakat selama periode Angkutan Lebaran 2026.
“Berdasarkan analisis BMKG, potensi peningkatan intensitas curah hujan utamanya terjadi pada minggu pertama hingga minggu kedua Maret 2026. Selanjutnya intensitas tersebut diperkirakan akan menurun”, ungkap Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani dikutip dari situs resmi BMKG (11/3).
Periode 1 - 10 Maret 2026
Pada rentang 1–10 Maret kondisi cuaca diprakirakan didominasi hujan ringan hingga sedang, dengan peluang hujan sedang hingga lebat di sejumlah wilayah seperti Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Timur.
Periode 11 - 30 Maret 2026
Sementara pada periode 11–20 Maret hingga 21–30 Maret, cuaca diperkirakan masih didominasi hujan ringan hingga sedang dengan peluang hujan lebat di wilayah Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur, serta Papua Pegunungan.
Secara umum, selama periode Lebaran kondisi cuaca diprediksi didominasi berawan hingga berpotensi hujan.
Periode April 2026
Lebih lanjut, pada April 2026 curah hujan diperkirakan masih berada pada kategori menengah hingga tinggi, dengan potensi sangat tinggi terutama di wilayah Papua Tengah.
Kondisi tersebut dipengaruhi sejumlah dinamika atmosfer, di antaranya aktivitas Monsun Asia yang membawa massa udara basah, fenomena Madden–Julian Oscillation (MJO), gelombang atmosfer, serta potensi pertumbuhan bibit siklon tropis di wilayah selatan Indonesia.
“Informasi BMKG dapat diakses melalui website, Instagram, YouTube, Facebook, X (Twitter), aplikasi InfoBMKG, SMS Blast, hingga tampilan informasi cuaca luar ruang dan layar Dynamic Message Sign (DMS) di jalan tol”, kata Faisal.
Teks: Indramawan




Komentar