• Editor

Boardtracker Penghuni House of Customland Ini Sarat Misi Budaya


"Kami pikir, model boardtracker inilah yang paling tepat untuk menyatukan budaya komunitas sepeda dan motor sehingga bisa lebih holistik.” (Dwi Prasetya - Customland Founder)

Beberapa koleksi House of Customland (HOC) sebagai museum mini yang berisi karya-karya bernuansa kustom kulture (budaya custom), adalah 3 unit boardtracker berwarna biru telur asin, merah dan biru gelap ini.

Boardtracker adalah sebutan untuk sepeda motor yang digunakan pada kejuaraan board track racing yang populer di Amerika Serikat pada kurun waktu 1910 – 1920.


“Lewat boardtracker ini, kami ingin mengangkat kembali perjalanan sejarah sepeda motor dan budaya yang mengiringinya. Dan kami pikir, model boardtracker inilah yang paling tepat untuk menyatukan budaya komunitas sepeda dan motor sehingga bisa lebih holistik.”” buka Dwi Prasetya selaku pendiri Customland.

Terinspirasi Harley-Davidson Peashooter (1926) yang pada waktu itu digunakan untuk board track racing dan ternyata juga diminati segmen konsumen yang menginginkan sepeda motor harga terjangkau dan mudah perawatan.


Sebagai info, boardtracker adalah sebutan untuk sepeda motor yang digunakan pada kejuaraan board track racing yang populer di Amerika Serikat pada kurun waktu 1910 – 1920. Karena balap motor ini digelar di atas permukaan trek oval yang terbuat dari kayu, maka kejuaraan ini kemudian disebut board track racing.

Kaki-kaki menggunakan pelek ukuran 26 inci dibalut Deli Tire ukuran 26 x 230.


“Kebetulan Mas Pras sebagai customer kami terinspirasi boardtracker bikinan Harley-Davidson yang pada waktu itu digunakan untuk balap,” buka Afandi alias Andy Gopek dari Five Hndrd (FHD) Garage Pandaan - Pasuruan selaku eksekutor proyek boardtracker ini.

Kerapian, tampilan, dan detailing jadi kelebihan boardtracker garapan Five Hndrd (FHD) Garage.


Lebih lanjut Andy menjelaskan, hampir 90 persen komponen pada boardtracker ini dibikin sendiri secara custom handmade. “Hanya komponen yang tidak bisa kita bikin yang kita beli. Seperti ban dan mesin 80 cc itu,” tunjuk Andy tanpa menjelaskan lebih detail spesifikasi dapur pacu yang dipakai.

Mesin 2-tak jenis auto clutch, tipe NR80.


Namun dari Fadly Anggana atau biasa dipanggil Joo selaku Representative Customland, OTOPLUS-ONLINE menerima informasi, mesin yang dipakai pada proyek boardtracker ini adalah mesin 2-tak jenis auto clutch, tipe NR80. Sebagai info, engine kit jenis ini banyak dipasang untuk sepeda.

Konstruksi dua sistem penggerak belakang, mesin dan engkol.


Lebih lanjut, Andy FHD menjelaskan, pengerjaan paling sulit ada pada sistem penggeraknya. Sebab motor ini punya 2 sistem penggerak. Yang satu penggerak mesin (sisi kiri), dan yang satu lagi penggerak manual atau engkol (sisi kanan).

Teromol belakang custom menggunakan disk brake.


“Saya mengatasinya dengan menghitung bagian antara penggerak yang kanan dan yang kiri, supaya tidak terjadi gesekan ke rangka,” tunjuk Andy FHD.

Maaf unit yang ini not for sale. Tapi dua yang lain dijual... tapi santai.


Mmm... jadi penasaran, apakah boardtracker ini untuk dijual? Saat ditanya demikian Joo berbisik ke OTOPLUS-ONLINE. "Kalau yang warna biru dongker itu properti Customland. Jadi tidak dijual. Tapi yang warna biru telur asin dan merah itu memang dijual. Tapi dijual santai aja...." senyum pria ramah ini.


Baca juga: Wow, Di Surabaya Ada Museum Kustom Kulture Lho!

Teks: Indramawan

Foto: HOC

S U B S C R I B E

© 2019 - 2020 otoplus-online