Bos Aprilia Peringatkan Serangan Balik Ducati di Paruh Musim Kedua MotoGP 2026
- Editor

- 1 hari yang lalu
- 2 menit membaca
Massimo Rivola, CEO Aprilia Racing memperingatkan, Ducati masih memiliki peluang lakukan serangan balik pada paruh kedua musim MotoGP 2026.

OTOPLUS-ONLINE I Aprilia memang sedang berada di atas angin dalam perebutan gelar MotoGP 2026. Namun, Massimo Rivola justru meminta timnya tidak terlena. CEO Aprilia Racing itu memperkirakan Ducati masih memiliki peluang melakukan serangan balik pada paruh kedua musim.
Setelah MotoGP Inggris di Silverstone, tiga pembalap yang menggunakan motor Aprilia menguasai tiga posisi teratas klasemen. Rider tim pabrikan, Jorge MartĆn memimpin dengan 240 poin, unggul 31 poin atas rekan setimnya di Aprilia Racing, Marco Bezzecchi.

Sementara Ai Ogura dari tim satelit Trackhouse Aprilia berada di posisi ketiga dengan 203 poin, dan Marc MĆ”rquez menjadi pembalap Ducati terbaik di posisi keempat dengan 200 poin, tertinggal 40 poin dari MartĆn.
Namun, keunggulan tersebut belum membuat Rivola merasa aman. Menurutnya, masih terlalu banyak poin yang harus diperebutkan hingga akhir musim.

āDengan masih ada 370 poin yang bisa diperebutkan, lebih baik kami tidak melihat klasemen,ā ujar Rivola kepada Sky Italia setelah MotoGP Inggris, seperti dikutip Crash.net.
Rivola terutama mewaspadai langkah Ducati. Menurutnya, pabrikan asal Borgo Panigale tersebut tidak akan tinggal diam setelah melihat dominasi Aprilia di Silverstone.
āKami membawa beberapa komponen baru ke sini. Tapi saya memperkirakan Ducati akan membawa lebih banyak pengembangan,ā kata Rivola.
Kekhawatiran tersebut bukan tanpa alasan. Ducati masih memburu gelar pembalap kelima secara beruntun setelah mendominasi MotoGP dalam beberapa musim terakhir.
Ducati Belum Angkat Bendera Putih

Sikap Rivola ternyata sejalan dengan pernyataan Ducati sendiri. Team Manager Ducati Lenovo, Davide Tardozzi, sebelumnya sudah memberikan sinyal bahwa peluang Ducati masih terbuka pada paruh kedua musim.
Dalam wawancara dengan situs resmi MotoGP, Tardozzi menegaskan bahwa apa pun masih bisa terjadi pada paruh kedua musim.

āApa pun masih bisa terjadi pada paruh kedua musim ini,ā ujar Tardozzi.
Ducati memang sempat mengalami tekanan besar pada pertengahan musim. Marc Marquez bahkan pernah tertinggal hingga 102 poin dari Martin setelah MotoGP Italia.
Namun, pembalap asal Spanyol itu kemudian berhasil memangkas jarak secara signifikan hingga hanya 18 poin menjelang jeda musim panas. Performa Ducati juga mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan, dengan Francesco Bagnaia mencatat empat podium secara beruntun.
Karena itu, Ducati tidak hanya mengandalkan performa pembalap. Tardozzi berharap para engineer Ducati mampu menghadirkan peningkatan untuk Desmosedici GP26.
āSaya sangat berharap para engineer kami segera membawa sesuatu yang dapat meningkatkan performa motor,ā kata Tardozzi.
Ia bahkan tetap optimistis Marc Marquez dan Francesco Bagnaia bisa menjalani paruh kedua musim dengan sangat baik apabila Ducati mampu menemukan tambahan performa.
Dengan demikian, meski Aprilia saat ini menguasai klasemen, persaingan MotoGP 2026 masih jauh dari selesai. Aprilia memiliki momentum kuat, sementara Ducati mempunyai pengalaman, dua pembalap papan atas, serta kemungkinan menghadirkan pengembangan baru untuk GP26.
Terlebih lagi, musim 2026 merupakan musim terakhir era mesin 1.000 cc sebelum MotoGP memasuki regulasi baru dengan mesin 850 cc pada 2027.
Aprilia memang sedang memimpin, tetapi Ducati belum menyerah. Dan jika pengembangan GP26 berhasil meningkatkan performanya, paruh kedua MotoGP 2026 berpotensi menghadirkan pertarungan yang jauh lebih sengit.
Teks: Indramawan




Komentar