• Editor

BSA Bantam 1950: KAWE

(DAD Painting)

Lantaran kesulitan cari komponen mesin orinya, pemilik BSA Bantam 1950 yang tinggal di Flores, NTT ini akhirnya menyerah dan memutuskan melakukan engine swap. Mesin motor gerobak roda tiga keluaran Tossa pun dipasang pada motor klasik bikinan pabrikan Inggris tersebut.

“Tapi karena merasa aneh dengan kondisi motor yang seperti itu, Beliau akhirnya kasih amanah ke saya untuk merombak total motornya. Tapi tanpa meninggalkan ciri khas BSA,” buka Didik dari bengkel DAD Painting, Surabaya.

Di situlah tantangannya. Bagaimana mengawinkan konsep chopper yang saya pilih, tanpa meninggalkan ciri khas motor BSA. “Dari sini, setelah jadi saya kasih motor ini nama KAWE. Artinya, ya bukan ori BSA,” kekeh Didik.


Rangka & Kaki-Kaki

Rangka chopper dikawinkan dengan suspensi belakang model plunger asli BSA.

Pengerjaan dimulai dari rangka. Didik membuatkan frame baru dengan konsep chopper. “Tapi bagian belakang, aku pasang shockbreaker bawaan motor aslinya. Jadi biar tetap nyaman dipakai riding menyesuaikan jalanan di Flores,” tunjuk Didik yang bahkan juga menambahkan jok model pegas per daun. “Juga supaya kesannya tambah klasik.”

Knalpot bersuara langsam menggelegar.

Dan karena motor ini rencananya dipakai untuk riding sambil mengawasi perkebunan kopi di Flores sana, maka Didik merasa perlu mengupgrade kaki-kaki.

Fork depan comot punya Yamaha Byson yang punya diameter besar.

Untuk fork depan dia pakai punya Yamaha Byson yang dikenal paling gede diameternya di antara motor lokal yang ada. Selanjutnya, Didik juga memasang teromol set ori punya Scorpio. “Biar lebih aman dan nyaman...” katanya.


Bodi

Bodi sesuai warna asli motor, dengan penambahan gold leaf di bagian tepi garis, plus logo BSA.

Untuk sektor bodi, semua bagian seperti tangki, spatbor, boks aki, semua custom handmade. Paling seru soal pemilihan warnanya.


“Saya pilih seperti warna asli motor BSA itu sendiri. Tapi aku mix lagi dengan tambahan gold leaf di bagian garisnya. Tak lupa, aku tambahkan juga logo BSA di tangki, yang aku buat dari cat. Bukan sekedar logo emblem lho,” kata Didik yang memang ciamik untuk urusan painting ini.


Data modifikasi:

Pelek: Rosi 18x185 (depan), 17x 300 (belakang) Ban: Swallow classic (depan + belakang) Fork depan: Yamaha Byson Teromol: Yamaha Scorpio Shockbreaker belakang: ORI BSA Batam Lampu depan: aksesori Body set: custom handmade Builder: Didik (DAD Painting), Alamat: Jl. Mleto 18A Sukolilo, Surabaya WA: 081249480059 IG: @dad_paintingsby FB: dick bruzt Email: dadpainting.surabaya@gmail.com


Naskah: Indramawan

Foto: ICEC for OTOPLUS-ONLINE