BYD Hadirkan Teknologi Dual Mode (DM) Generasi Terbaru 5.0: Jarak Tempuh 1.800 km Lebih, dan BBM 65 km/liter
- Editor

- 19 Mei
- 3 menit membaca
Teknologi Dual Mode (DM) dari BYD gabungkan Hybrid dan EV untuk efisiensi BBM dan jarak tempuh lebih jauh.

OTOPLUS-ONLINE I BYD resmi memperkenalkan teknologi Dual Mode (DM) di Indonesia sebagai bagian dari strategi pengembangan kendaraan energi baru atau New Energy Vehicle (NEV).
Teknologi ini menggabungkan sistem kendaraan listrik dan hybrid melalui pendekatan electric-first yang dirancang untuk menghadirkan efisiensi energi sekaligus fleksibilitas penggunaan harian.

Kehadiran teknologi DM disebut menjadi jawaban atas kebutuhan konsumen Indonesia yang mulai beralih ke kendaraan elektrifikasi, namun tetap membutuhkan kendaraan yang nyaman digunakan untuk perjalanan jarak jauh maupun di wilayah dengan infrastruktur pengisian daya yang belum merata.
Baca juga: BYD Pamerkan Teknologi Terbaru di IIMS 2026: Mobil Listrik Sekarang Nggak Lagi Ribet Buat Harian
BYD menjelaskan, teknologi DM merupakan kombinasi EV dan hybrid yang memungkinkan kendaraan lebih mengutamakan penggunaan motor listrik dalam penggunaan harian, terutama di area perkotaan.
Sementara untuk perjalanan luar kota, sistem akan mengombinasikan tenaga listrik dan mesin bensin guna menjaga efisiensi sekaligus memberikan jarak tempuh lebih panjang.

āMelalui pengembangan teknologi Dual Mode, BYD ingin menghadirkan solusi transisi energi yang lebih fleksibel, efisien, dan mudah diakses masyarakat luas, termasuk di Indonesia,ā ujar Vice President BYD Co., Ltd sekaligus General Manager BYD Asia Pacific Auto Sales Division, Liu Xueliang.
BYD mengklaim teknologi DM telah berkembang sejak pertama kali diperkenalkan pada 2008 dan kini memasuki generasi terbaru DM 5.0. Teknologi ini disebut mampu menghadirkan efisiensi energi lebih baik dengan pengalaman berkendara yang tetap menyerupai kendaraan listrik murni.
Secara global, BYD menyebut telah menjual lebih dari 7 juta unit kendaraan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) dan total penjualan kendaraan energi baru BYD telah melampaui 16 juta unit di lebih dari 121 negara.
Di Indonesia sendiri, BYD dan sub-brand premium DENZA diklaim berhasil mencatat penjualan hampir 20 ribu unit hingga April 2026, atau tumbuh sekitar 53 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. BYD juga menguasai sekitar 40 persen pangsa pasar kendaraan listrik nasional.

Sementara itu, President Director PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, mengatakan kehadiran teknologi DM menjadi bagian dari upaya BYD memperluas pasar kendaraan energi baru di Indonesia.
āKami ingin menghadirkan solusi mobilitas yang lebih fleksibel, efisien, dan semakin mudah diakses masyarakat di berbagai wilayah Indonesia,ā ujarnya.


BYD juga memperkenalkan filosofi G.A.S.S pada teknologi DM yang terdiri dari Gesit, Andal, Senyap, dan Super Irit. Karakter tersebut menggambarkan fokus BYD dalam menghadirkan kendaraan elektrifikasi yang responsif, nyaman, efisien, serta tetap mampu digunakan dalam berbagai kondisi perjalanan.
Selain DM-i yang berfokus pada efisiensi, BYD turut menghadirkan varian teknologi lain seperti DM-p untuk performa lebih tinggi, dan DMO yang ditujukan bagi kebutuhan berkendara di medan lebih menantang.
BYD mengklaim, dalam pengujian internal, teknologi Dual Mode mampu mencatat jarak tempuh lebih dari 1.800 kilometer dalam kondisi baterai dan bahan bakar penuh, dengan konsumsi bahan bakar hingga 65 km/liter.
Teks: Indramawan
Foto: BYD Indonesia




Komentar