• Editor

Ditangani Hendriansyah, Akmad Yandi Irawan Optimis Pasang Target Juara Umum Kelas Rookie

Kejurnas Motoprix 2022 Region B Seri 1, 5-6 Maret, Sirkuit Gelora Bung Tomo, Surabaya.

Akmad Yandi Irawan debut di kelas Rookie tahun 2022 ini, setelah sempat jadi perhatian usai meraih double winner di kelas Beginner pada seri 3 Oneprix 2021 lalu


OTOPLUS-ONLINE I Musim kompetisi 2022 ini, Akmad Yandi Irawan, pembalap muda berbakat usia 13 tahun asal Paser, Tanah Grogot, Kalimantan Timur mengawali debut di kelas Rookie.


Diharapkan setelah tinggal di Yogyakarta dan bergabung di sekolah balap Hendriansyah, Yandi yang terlebih dahulu mengawali karier balap di kelas Beginner pada usia 12 tahun ini akan lebih maksimal dalam menunjukkan potensinya.


Menurut Farhan, manajer sekaligus mekanik Tim Borneo Jaya Motor tempat Yandi bernaung, jika melihat performanya tahun lalu, Yandi memiliki potensi cukup menjanjikan.

Farhan optimis dengan potensi yang dimiliki Yandi


"Kami melihat kemajuan Yandi cukup pesat setelah benar-benar ditangani dengan baik pada putaran ke-3 Oneprix tahun lalu. Dia bisa langsung mendapatkan double winner di Sentul International Karting Circuit (SIKC)," kata Farhan saat bertemu OTOPLUS-ONLINE di Kejurnas Motoprix 2022 Region B Seri 1 pada 5-6 Maret lalu di Sirkuit Gelora Bung Tomo, Surabaya.


Baca juga: Kejurnas Motoprix 2022 Region B Seri 1 Surabaya Hanya Diikuti 6 Pembalap Expert (MP1)


Farhan menambahkan, di akhir musim 2021 lalu, Yandi menempati peringkat 4 klasemen akhir. "Nah karena sekarang Yandi berusia 13 tahun, maka dia harus naik ke kelas Rookie," jelas Farhan yang dipercaya langsung oleh Hendriansyah, pembalap legendaris berjuluk Dewa Road Race untuk mengawal salah satu siswanya, Yandi.


Sementara itu, pada debutnya di kelas Rookie ini, Yandi mengaku sudah lumayan enjoy. "Cuma memang ada masalah sedikit, terutama soal tikungan karena saya belum hafal sirkuit di sini dengan baik," kata Yandi yang baru pertama kali ini menjajal sirkuit Gelora Bung Tomo.


Farhan pun sebenarnya sudah mengantisipasi hal itu dengan beberapa hari sebelumnya sudah berada di Surabaya. "Maksud kami sih supaya ada cukup waktu bagi Yandi untuk mencoba sirkuit GBT ini, tapi ternyata sampai dengan hari H, sirkuit ini belum diperbolehkan untuk digunakan," jelas Farhan.


Alhasil dengan pengalaman minim membalap di sirkuit GBT, dan ditambah kondisi cuaca hujan yang kurang ideal pada hari Sabtu, 5 Maret 2022, Yandi sementara harus puas di posisi ke-11 klasemen, dari hasil akumulasi 10 poin yang didapat dari Race 1 (3 poin) dan Race 2 (7 poin).

Akmad Yandi Irawan bersama Tim Tim Borneo Jaya Motor optimis pasang target juara umum di kelas Bebek 4 Tak Standar 150cc Rookie


Namun demikian, Yandi tetap semangat. Bahkan dia berani pasang target optimis pada debutnya tahun ini di kelas Rookie. "Saya akan ikut kejurnas full seri dan target juara umum," tutup Yandi.

 

Teks dan Foto: Indramawan