• Editor

Kejurnas Motoprix 2022 Region B Seri 1 Surabaya Hanya Diikuti 6 Pembalap Expert (MP1)

Akibat dari regulasi yang melarang pembalap MP1 Oneprix ikut ambil bagian di Motoprix?

OTOPLUS-ONLINE I Kejurnas Motoprix 2022 Region B Seri 1 telah dimulai pada 5-6 Maret hari ini di Sirkuit Gelora Bung Tomo, Surabaya.


Di tengah pandemi Covid 19 yang masih sedang berlangsung, tentu gelaran ini diharapkan menjadi pelepas dahaga setelah sekian lama 'puasa' atau vakum balap.


Namun apa yang terjadi? Justru kelas bergengsi Bebek 4-Tak Tune Up 150cc Expert (MP1) sepi pembalap. Terhitung hanya 6 pembalap yang ikut ambil bagian di kelas ini.


Mereka adalah Fahnizar Nurjabad, Sulung Giwa, Azi Zihad, Arya Aditya Ariawaxi, Tommy Richard Orlando, dan Sigit PD.

Momo Harmono: Kalau tujuannya untuk ajang pembinaan dan prestasi, mestinya regulasi seperti ini tidak diberlakukan


Hal ini mengundang keprihatinan insan balap Jawa Timur, salah satunya Momo Harmono. Pembalap legendaris Jawa Timur berusia 67 tahun yang masih aktif balap, karena menurutnya baik bagi kesehatan fisik ini berpendapat, sepinya pembalap Expert ini akibat dari regulasi yang melarang pembalap MP1 di Oneprix ikut ambil bagian di Motoprix.


Baca juga: Kejurprov Jateng-Casytha Manahadap Road Race 2022 Seri 1 Pati Terapkan Prokes Ketat


"Kalau tujuannya untuk ajang pembinaan dan prestasi, mestinya regulasi seperti ini tidak diberlakukan. Toh, keduanya punya tujuan yang sama," kata pria yang akrab disapa Abah Momo ini.


Ketika hal ini disampaikan ke Bambang Haribowo, selaku Ketua IMI Jatim, diakuinya pembalap Expert (MP1) di Region Jawa memang sudah terbatas.


"Sudah begitu harus dibagi antara yang ikut Motoprix dan Oneprix, ya sudah habis. Apalagi belum ada jenjang pembalap yang naik," kata pria yang akrab disapa Bambang Kapten ini.

Bambang Kapten berharap, nanti dari kelas junior, pembalap yang sudah usia 21 tahun akan naik ke MP1. "Karena ini sudah regulasi ya, jadi saat berusia 21 tahun, ia otomatis harus naik ke MP1," kata Bambang Kapten.


Baca juga: FIM Minta Dilakukan Pelapisan Ulang Aspal di Sebagian Lintasan Sirkuit Mandalika


Namun demikian, Bambang Kapten mengatakan, sebenarnya regulasi pembatasan keikutsertaan pembalap Expert hanya boleh memilih Motoprix atau Oneprix ini punya tujuan positif.

Bambang Kapten: sebenarnya regulasi pembatasan keikutsertaan pembalap Expert hanya boleh memilih Motoprix atau Oneprix ini punya tujuan positif


"Ini kan regulasi yang dibuat IMI Pusat dan berlaku sejak 2019 lalu. Tujuannya sebenarnya bagus, yaitu agar tidak muncul pembalap itu-itu saja di Motoprix dan Oneprix. Jadi kesempatan lebih banyak terbuka sebenarnya," kata Bambang Kapten sambil menambahkan, secara kasta, Motoprix dan Oneprix ini sama.


Baca juga: Polda Metro Jaya Siap Gelar Street Race untuk Pembalap Liar


"Hanya kalau Motoprix kan penyelenggaranya Pengprov IMI, sementara kalau Oneprix, dulu Indoprix, itu promotor," imbuh Bambang Kapten.

Farhan, mekanik sekaligus manager tim Borneo Jaya Motor: Asal ada penjenjangan lagi setelah dari Motoprix dan Oneprix


Alasan ini pun bisa diterima menurut Farhan, mekanik sekaligus manager tim Borneo Jaya Motor. "Asal ada penjenjangan lagi setelah dari Motoprix dan Oneprix ini, karena tadi menurut keterangannya, dua event ini levelnya sama," buka Farhan yang sukses membawa pembalap 13 tahun asal Kalimantan Timur, Akhmad Yandi Irawan meraih double winner pada putaran 3 Kejurnas Balap Motor Oneprix 2021 pada 13-14 November 2021 lalu.


Baca juga: IMI Bakal Gelar Kejurnas Balap Motor Bebek Piala Presiden RI!


Farhan mencontohkan, misalnya ada Kejurnas Balap Motor Bebek Piala Presiden seperti yang baru digelar di akhir tahun 2021 lalu.


"Nah menurut saya itu baru keren karena pemenang Kejurnas Balap Motor Bebek Piala Presiden ini kabarnya akan diberangkatkan ke Asia Road Racing Championship 2022, di bawah bendera Indonesia Racing Team," komentar Farhan.


 


Teks dan Foto: Indramawan