• Editor

Driving Impression BMW 730Li M Sport (6 - Habis): Impresi Berkendara


Sosok 730Li M Sport asli bongsor. Dimensi panjang, 5.200 mm dengan lebar, 1.902 mm (tanpa spion). Bandingkan dengan Toyota Alphard yang panjangnya 4.915 mm dengan lebar 1.850 mm. Jarak sumbu roda 730Li M Sport mencapai 3.210 mm sementara Alphard 3.000 mm. Efeknya tentu pada kelegaan kabin terutama untuk penumpang di bangku belakang yang mendapatkan ruang kaki berlimpah. Volume bagasinya yang mencapai 515 liter jadi yang terbesar di kelasnya.         

  • Kenyamanan duduk di bangku belakang.

Masuk ke dalam kabin, fitur Comfort Access akan memudahkan kita untuk masuk ke dalamnya. Cukup kantongi remote kunci, saat mendekati mobil, kunci pintu akan membuka. Tutup pintu perlahan saja, jika kurang rapat, teknologi Soft Close alias pintu vakum akan membuat pintu menutup dengan sendirinya.

Layaknya sedan kasta tertinggi, kesan mewah mencuat saat masuk ke kabinnya. Lapisan kulit Nappa warna cognac melapis jok, sebagian door trim juga dasbor. Tak hanya menghadirkan kesan mahal, lapisan kulit Nappa juga terasa nyaman saat diduduki. Apalagi seluruh jok dapat disetel secara elektrik dengan imbuhan fitur memori. Setelannya selain maju-mundur, rebah-tegak juga dilengkapi setelan di area pinggang dan paha.

  • Setirnya dapat mengoreksi jalur sendiri.

Berada di balik kemudi berlogo M Sport langsung membangkitkan gairah mengemudi. Setir ini terasa mantap dan enak digenggam, Fungsi control seperti mengubah menu, mengatur volume sistem audio, mengaktifkan sistem voice command, melakukan panggilan telepon, mengatur sistem cruise control tertanam di situ. Kian menggoda melihat gearshift paddle untuk memainkan posisi gigi pada mode manual di balik kemudi .

  • Mesin 2.0 liter berkode B48 bertenaga 265 dk, very powerful.

730Li M Sport dibekali mesin 4 silinder berkapasitas 1.998 cc berteknologi TwinPower Turbo yang dipadukan dengan teknologi High Precision Injection, Valvetronic fully variable valve timing and Double-VANOS variable camshaft control sehingga dapat menghasilkan tenaga maksimum sebesar 265 dk di 5.000-6.500 rpm.

  • Transmisi otomatis berteknologi Steptronic Sporty Transmission 8 percepatan.

Torsinya mencapai 400 Nm pada putaran 1.550-4.500 rpm. Dipadu transmisi otomatis berteknologi steptronic 8 percepatan, sedan berbobot 2.445 kg atau nyaris 2,5 ton ini terasa bertenaga di semua rentang rpm. Powerband-nya rata, mulai putaran rendah sampai tinggi. Klaim BMW, 0-100 km/jam bisa tuntas dalam 6,3 detik dengan top speed mencapai 250 km/jam (dibatasi secara elektronik)

Diajak melaju santai, asyik. Diajak ngebut juga ayo!. Uniknya meski dimensi bodi bongsor, mengemudikan 730Li ini serasa mengemudikan sedan midsize. Bedanya jelas, yang ini super nyaman. Suasana di dalam kabin hening, bunyi klakson bahkan terdengar sayup-sayup. Membuat desah suara vokalis Dua Lipa saat menyanyikan Don’t Start Now dari sistem audio garapan Harman Kardon terdengar jelas dan jernih.

  • Spiker Harman Kardon terdengar jernih.

Redaman suspensi berteknologi air suspension juga istimewa. Meski tidak selembut Mercedes-Benz S-Class, redaman suspensi BMW Seri 7 ini sudah tergolong empuk. Karakter redaman suspensi dapat menyesuaikan dengan mode berkendara yang dipilih. Ada 4 pilihan mode berkendara, Eco, Comfort, Sport dan Adaptive. Pada kondisi default, mode berkendara akan berada pada posisi Comfort.

Di mode Eco, akan terasa jeda antara injakan pedal gas dan respon mesin. Gerakan kemudi dan karakter redaman suspensi tidak berbeda dengan karakter suspensi pada mode Comfort. Jika memilih mode Sport, perangai mesin akan berubah ganas. Begitu juga karakter suspensi yang beralih kaku dan kemudi yang menjadi berat putarannya. Nah kalau gak mau repot, posisikan saja di Adaptive. Mobil ini secara pintar akan menyesuaikan dengan gaya mengemudi kita plus kondisi jalan yang dijumpai.

  • M Sport dilengkapi cakram rem yang lebar.

Urusan pengendalian, tak perlu dipertanyakan, meski dirancang untuk tidak dikemudikan sehari-hari (karena sudah mengandalkan jasa sopir), sudah jadi ciri kalau produk BMW selalu menyenangkan untuk dikemudikan. Teknologi Air Suspension dan sumbu roda yang lebar  yakni 1.618 mm (depan) dan 1.646 mm (belakang) membuat pengendalian sedan yang dirakit di Sunter, Jakarta ini mantap. Stabilitas dan ketenangannya saat melaju di kecepatan tinggi banyak disumbang jarak sumbu roda (3.210 mm) yang nyaris mendekati dimensi panjang bodi Daihatsu Ceria yang 3.365 mm.

Lalu soal konsumsi bahan bakar, klaim BMW, 730Li M Sport memiliki konsumsi rata-rata 11,62 km/liter. Sementara dalam kondisi riil berkisar 8-9 km/liter. Mendukung daya jelajahnya, 730Li M Sport dibekali tangki bahan bakar berkapasitas 78 liter.

  • Tablet Samsung untuk mengatur berbagai fungsi di mobil.

Yang jadi catatan OTOPLUS-ONLINE adalah fitur Driving Assistant Professional. Fitur ini membantu dan memudahkan pengemudi ketika akan parkir dan bermanuver. Fiturnya mencakup Surround View System yang menampilkan obyek secara Top View, Panorama View, Remote View 3D.

  • Setir, transmisi, rem akan beroperasi otonom.

Dalam sistemnya termasuk sistem pendukung parkir di antaranya, Active Park Distance Control, Emergency Brake Function, Parking Assistant with Linear Guidance dan Reversing Assistant. Kehadiran fitur Reversing Assistant sangat membantu ketika kita terjebak di jalan sempit yang terhalang oleh sebuah aktivitas, panggung pernikahan misalnya. Sistem akan membaca rute 50 meter sebelumnya dan mengikuti jalur sesuai alur kita memasukinya.

  • Begitu menemukan slot parkir, sentuh gambar warna merah dengan logo P.

Big sedan ini juga dapat parkir sendiri berkat teknologi Park Assist yang dimilikinya. Pengemudi sama sekali tidak perlu mengoperasikan apakah itu setir, transmisi atau rem. Percayakan seutuhnya pada mobil untuk melakukannya buat anda.

Seperti kata Josef Kaban, Vice President Design BMW, ”Inovasi teknologi di BMW 7 Series Sedan sangat diperlukan untuk mengimbangi atmosfer kenyamanan interiornya.” Teks & Foto: Nugroho Sakri Yunarto