• Editor

Driving Impression Maserati Ghibli (1): Sports Sedan Aristokrat Italia

Ghibli merupakan sebutan dalam bahasa Arab untuk udara panas yang berhembus dari padang pasir Sahara.

Perpaduan tampang elegan dan agresif Ghibli merupakan kreasi studio desain Centro Stile FCA (Fiat Chrysler Automobile) yang dikomandani Head of Design, Marco Tencone.

Maserati Ghibli generasi pertama dibuat oleh rumah desain Ghia dan diperkenalkan kepada publik pada tahun 1967. Generasi kedua diluncurkan pada tahun 1992. Setelah sempat beberapa kali berganti kepemilikan, sejak 1999 Ferrari mengambil kendali total atas Maserati dari Fiat yang merupakan induk perusahaannya dan menjadikan Maserati sebagai divisi kendaraan mewah mereka.


Ghibli generasi ketiga ini diluncurkan pada tahun 2013 dan mengalami facelift tahun 2018, yang sosoknya seperti unit tes kami ini dengan gaya aristokrat yang menonjolkan kemewahan eksklusif, teknologi progresif dan tentu saja performa sangar yang diwarisi dari Ghibli pertamanya.

OTOPLUS-ONLINE bersama Ghibli generasi terbaru.


Pada kategori luxurious sports sedan, mobil buatan Italia ini bersaing dengan produk-produk Jerman seperti Mercedes E-Class, BMW 5 Series dan Audi A6. Apa kelebihannya dan bagaimana impresi berkendara dari sedan premium yang dihargai Rp 2,75 milyar ini. Simak ulasan eksklusif OTOPLUS-ONLINE kali ini.

Desain

Ghibli 2019 dibekali desain gril yang lebih lebih agresif dengan imbuhan 12 bilah vertikal. Headlampnya memakai adaptive headlight LED dari Magnetii Marelli.


Ghibli generasi terbaru ini dibangun di atas platform yang sama dengan Quattroporte, model flagship Maserati, tapi dengan wheelbase lebih pendek. Desain eksteriornya eksotis khas Italia.

Dalam bahasa desain, kisi ini disebut Gill. Pada mobil-mobil lama kisi ini berguna untuk membuang udara panas mesin ke luar. Tapi saat ini fungsinya lebih sebagai aksen dekoratif.


Ada sentuhan aksen desain Ferrari pada area fender depan-belakang yang terlihat kekar. Fender lebarnya leluasa mengakomodir ban bertapak 245 mm di depan dan 275 mm di belakang. 

Kaca frameless ciri sport car tulen.


Redesain di beberapa area bodi utamanya di bagian depan mampu menurunkan koefisien aerodinamika dari sebelumnya 0,31 (model 2013) menjadi 0,29.

Logo Maserati

Trident, logo Maserati yang melambangkan kekuatan dan semangat.


Maserati menamakannya Trident. Logo ini didesain oleh Mario Maserati yang terinspirasi Patung Dewa Neptunus yang membawa tongkat trisula di alun-alun Maggiore, Bologna. Logo ini baru digunakan di mobil produksi mereka pada tahun 1920 setelah Diego de Sterlich, teman keluarga Maserati menyarankannya karena dianggap cocok untuk logo sebuah perusahaan sport car sesuai fakta bahwa Neptunus melambangkan kekuatan dan semangat

Distribusi Bobot Ideal

Subframe depan menggunakan bahan alumunium yang berperan memangkas bobot sehingga menghasilkan distribusi depan-belakang ideal, 50:50.


Sebagai sebuah sedan grand tourer, Ghibli dibangun menggunakan konstruksi yang dirancang ringan. Bobot kosongnya memang mencapai 1.810 kg tapi harus diingat dimensinya bongsor dengan panjang nyaris 5 meter (4.971 mm) dan lebar 2 meter lebih (2.128 mm).

Lebarnya lebih dari 2 meter, persisnya 2.128 mm (dengan spion).


Bagian utama dari sasis monokoknya terbuat dari baja yang kokoh dan aman. Untuk meminimalkan bobot sekaligus mempertahankan distribusi bobot 50:50, subframe depan menggunakan aluminium. Distribusi bobot yang ideal itu menyodorkan pengendalian sempurna sebuah GT.


Hi-End Audio System

Model yang kami coba ini merupakan Ghibli basic varian GranLusso. Dalam kondisi standar, pada beberapa bagian interiornya sudah dihias panel kayu yang menghadirkan kesan mewah dan homy.

Ada 10 spiker Harman Kardon tersebar di kabinnya.


Melalui konfigurator di website Maserati, konsumen dapat menambahkan fitur dan kelengkapan sesuai selera dan kebutuhan seperti warna dan material kulit pelapis interior, headliner Alcantara, termasuk sistem audio.

Disediakan 12 kanal independen untuk keseimbangan nada yang istimewa.


Maserati menawarkan pilihan sound system premium dari Harman Kardon atau Bowers & Wilkins. Sistem suara ini direkayasa secara eksklusif untuk Ghibli dengan amplifier state of the art berdaya 900-watt yang dapat menghasilkan kualitas suara yang kaya dan detail apapun media sumber suaranya. Setidaknya terdapat 12 kanal independen untuk menghasilkan keseimbangan nada yang istimewa.

Kontrol audio dapat dilakukan melalui sterring switch control di sisi kanan.


Sebagai penguat frekwensi low-end ditanam sebuah subwoofer tipe high-performance yang menemani spiker mid-range dan tweeter yang memastikan setiap instrumen dan karakter suara penyanyi dapat dinikmati secara utuh. Terdapat 10 spiker high-powered yang didistribusikan ke seluruh kabin demi menjamin keluaran suara jernih yang dapat dinikmati semua penumpangnya.

Maserati Connect

Banyak fungsi dan fitur yang dapat dikontrol melalui infotainment screen berpenampang 10,1 inci ini.


Infotainment screen berukuran 10,1 inci dengan rasio layar 16:10 yang dijejali fitur Maserati Connect membuatnya tak hanya dapat dimanfaatkan untuk mengontrol sistem audio dan memantau kondisi kendaraan tapi juga memungkinkan pengemudi untuk mendapatkan informasi peta dan kondisi lalu lintas terakhir secara real time.

Fitur Maserati Intelligent Assistant juga memungkinkan update peta dan kondisi lalu lintas terbaru secara realtime.


Terlebih lagi Maserati juga menanam MIA (Maserati Intelligent Assistant) yang menggunakan Android Automotive Operation System sehingga membuat layanan Amazon Alexa services atau WI-FI Hotspot dimungkinkan. Generasi terbaru MIA menawarkan pengalaman pengguna yang inovatif dan personal.

Air Quality Sensor

Sistem ventilasi udara Ghibli dilengkapi sensor cerdas yang dapat membaca kualitas udara luar serta menjaga kualitas udara di kabin selalu terjaga kebersihannya.


Ghibli dilengkapi sensor udara cerdas yang cocok banget untuk kondisi udara di Indonesia, khususnya di kota-kota besar yang masih tinggi kadar polusinya. Sensor ini bekerja dengan melalui sinyal yang dikirim melalui sistem analisa yang memperhitungkan tingkat polusi udara luar kemudian mencegah polusi terpolusi dan gas beracun masuk ke dalam kabin.

Sensor udara tersebut menjamin kualitas udara di dalam kabin selalu bersih.


Dengan begitu udara yang bersirkulasi di dalam kabin selalu terjaga kebersihannya sehingga meningkatkan kenyamanan seluruh penumpang di dalamnya.

Teks: Nugroho Sakri Yunarto

Foto: Hendra Sonie, Nugroho Sakri Yunarto