• Editor

Driving Impression Porsche Macan (2): Lebih Terasa Sport Car Ketimbang SUV!

Dengan mesin 4 silinder kapasitas 1.984 cc yang disuntik turbo sehingga menghasilkan tenaga 248,5 dk, akselerasi 0-100 km/jam tuntas dalam 6,7 detik!

Porsche Macan dibangun di atas platform MLB milik VW Group yang sama dengan Audi Q5.

Unit tes kami ini merupakan basic model dari keluarga Macan. Mesinnya berkonfigurasi 4 silinder segaris dengan turbo yang berkapasitas hanya 1.984 cc. Beda dengan Macan S yang gendong mesin V6 2.997 cc. Sementara itu GTS mesin V6-nya berkapasitas 2.894 cc dengan turbo ganda. Sama dengan Macan Turbo yang juga bermesin V6 kapasitas 2.894 cc dan memiliki turbo ganda.

Kap mesin model clam shell alias cangkang kerang.


Meski begitu, berbagai opsi fitur, khususnya fitur-fitur convenience, dapat dipilih melalui Porsche Car Configurator pada menu Build Your Own di website Porsche Indonesia, sehingga memungkinkan untuk dijejali berbagai fitur seperti varian termahalnya.

Mesin berkode EA888 dengan konfigurasi 4 silinder berkapasitas bersih 1.984 cc (bore x stroke : 82,5 mm x 92,8 mm) yang disuntik turbo sehingga menghasilkan tenaga 252 ps (248,5 dk).


Seperti pada unit tes kami. Fitur-fitur seperti panoramic roof, comfort seat berbalut kulit dengan setelan elektris 14 arah, lingkar roda 20 inci sampai air suspension telah menjadi kelengkapannya.

Jok pengemudi dibekali setelan elektrik 14 arah.


Jok yang tersemat merupakan opsi Comfort Seat dengan setelan elektris 14 arah. Penopang bahu dan paha terasa enak mensupport tubuh. Saat duduk di atasnya dan hanya melirik area dasbor tanpa melongok keluar berasa seperti tidak mengendarai sebuah SUV. Posisi duduknya lebih berasa mengendarai sebuah sport car ketimbang SUV.

Klasterisasi tombol-tombol yang ergonomis dan intuitif.


Layaknya kebanyakan mobil Jerman, layout dasbor masih mengedepankan aspek fungsi ketimbang penampilan, dengan kualitas detail interior istimewa. Semua area terasa solid dan mahal tanpa keberadaan material yang terkesan murah.

Posisi mengemudi yang ergonomis dengan karakter kemudi yang natural.


Panel meter berkonsep 3 dials gauge yang menjadi ciri Porsche diisi dengan dua panel meter model analog yaitu takometer yang ditemani informasi posisi transmisi dan kecepatan, juga spidometer yang dikawal informasi odometer dan tripmeter.

AC dual zone yang dapat diatur terpisah antara sisi kanan dan kiri, termasuk kekuatan hembusan angin.


Sementara panel di sisi paling kanan berupa MID yang menampilkan berbagai informasi, di antaranya fuelmeter, jam, suhu, navigasi, distribusi penyaluran tenaga, petunjuk tekanan angin ban, informasi perjalanan terakhir, tujuan terakhir, koneksi telefoni, koneksi audio, informasi kendaraan sampai chrono untuk mengukur laptime.

Permukaan layar dan panel piano black-nya reflektif.


Pada bahasan sebelumnya, telah kami singgung kalau infotainment system menjadi sentuhan baru di area interior pada Macan versi update ini. Desainnya terlihat padu dengan layout dasbor yang belum berubah dari generasi awal menghadirkan kesan modern dalam nuansa klasik.


Selain sistem navigasi, audio dan telefoni, fitur-fitur seperti setting climate control, suspensi, driving mode juga dapat diatur melalui layar 10,9 inci ini. Untuk mempersingkat akses ke menu-menu utama, Porsche masih membekali hot keys atau tombol shortcut yang diletakkan di bawah layar tersebut.


Komplain kami, permukaan layar ini reflektif. Jadi semisal kita sedang melaju ke arah utara dan sinar matahari datang dari arah barat atau barat daya, maka pantulan sinarnya berpotensi mengganggu konsentrasi pengemudi. Apalagi di sampingnya, pada area dasbor tertanam pula panel piano black yang juga reflektif.

Driving Mode

Layout konsol tengah yang dipenuhi tombol, khas Porsche dengan tuas transmisi yang terasa menjulang.


Meski sudah dibekali teknologi keyless, prosesi putar kunci masih dipertahankan Porsche. Namun yang diputar bukan kuncinya, melainkan kenop menyerupai kunci dengan posisi layaknya kunci biasanya berada.


Macan dibekali 4 driving mode, Normal, Sport, Sport Plus dan Individual. Pada mode Individual, pengemudi dapat mengatur sendiri setting kendaraan sesuai karakternya. Akses instan untuk mengubah settingan adalah melalui rotating dial berupa kenop berbentuk bulat yang ada di setir.


Saat berada pada mode Normal, karakternya menyenangkan untuk kondisi pengendaraan di dalam kota. Ya, Macan juga telah dilengkapi dengan fitur Auto Start-Stop yang akan secara otomatis mematikan mesin saat stasioner lebih dari 4 detik untuk menghemat konsumsi bahan bakar. Meski begitu konsumsi BBM-nya tidak bisa dibilang hemat juga. Ketika kami coba dengan kecepatan rata-rata 20 km/jam di jalanan kota Surabaya dan dibiarkan hidup stasioner selama sesi pemotretan, konsumsinya ada di angka 6 km/liter.


Bila menginginkan karakter lebih agresif, putar kenop ke posisi S (Sport). Seketika karakter respon mesin, transmisi dan suspensi beralih. Kalau ingin lebih ganas dan punya nyali, silakan putar kenopnya ke posisi S+.


Pada mode S dan S+, dalam kondisi stasioner, putaran mesin naik lebih tinggi. Tujuannya agar cepat menyambut torsi maksimal sebesar 370 Nm yang sudah tersedia sejak 1.600 rpm. Di mode S dan S+ perpindahan gigi transmisi terjadi pada putaran lebih tinggi. Bedanya di S+ perpindahannya pada rpm lebih tinggi lagi.


Macan dibekali transmisi PDK (Porsche Doppelkupplung), transmisi dengan kopling ganda ini memungkinkan perpindahan gigi hanya berlangsung dalam hitungan milidetik, tanpa menginterupsi aliran tenaga mesin. Hasilnya sangar!


Di Mode S+, akselerasi 0-100 km/jam tuntas dalam 6,7 detik. Angka ini hanya selisih 1,5 detik dari Macan S yang bermesin 3 liter. Hanya saja tuas transmisinya terasa menjulang. Tentu ada perhitungan ergonomisnya. Tapi kalau dibuat 5 cm lebih pendek rasanya mungkin lebih nyaman. Untuk sporty feeling, Porsche pengemudi dapat memanfaatkan paddle shift berbahan alumunium yang ada di kemudi.

Sport Response Button

Sport Response Button, tepat juga disebut magic button. 


Karakter mesin yang agresif dan transmisi yang sigap membuatnya very fun to drive. Bahkan pada mode Normal sekalipun. Macan terasa effortless mendahului kendaraan lain. Tapi rupanya itu belum cukup buat Porsche untuk menyenangkan penggemarnya. Masih ditambahkan lagi Sport Response Button di tengah rotating dial.

Macan berpenggerak 4 roda, pembagian tenaga ke setiap roda dapat dipantau dari MID. Pada kondisi normal pembagian dayanya 20% ke depan dan 80% ke belakang menghasilkan karakter yang menyenangkan di jalan lurus maupun berkelok.


Tombol itu merupakan shortcut ke mode Sport Plus. Jadi seandainya kita sedang melaju pada mode Normal dan mendadak perlu berakselerasi cepat maka tekan tombol Sport Response Button, dan selama 20 detik mode berkendara akan berada pada mode Sport Plus. Setelah 20 detik, settingan akan kembali seperti settingan awal. Konsep fitur ini seperti konsep teknologi DRS di ajang Formula 1 yang memungkinkan pengemudi memiliki tenaga ekstra saat diperlukan.

Rasa Berkendara

Dimensi (PxLxT), 4696 mm x 2098 mm x 1624 mm.


Dimensi sebenarnya tidak termasuk ringkas untuk sebuah compact SUV. Namun saat berada di kabin dan mengemudikannya, impresi yang kami rasakan seperti mengendarai mobil dengan dimensi lebih kecil dari dimensi aslinya. Sangat mungkin rasa itu muncul lantaran performa mesin Macan yang membuatnya lincah dan ringan bergerak, meski bobot kosongnya menyentuh 1.795 kg dan sumbu roda berjarak 2.807 mm.

Pelek berdiameter 20 inci yang digunakan merupakan opsional, Porsche menawarkan 14 pilihan pelek dari ukuran 18 sampai 21 inci.


Rasa kemudinya juga natural dengan karakter sasis yang balance sehingga menghadirkan pengendalian yang brilian. Buat kalian yang suka mengemudi, SUV ini sangat menyenangkan. Terlebih unit tes kami ini sudah dilengkapi sistem suspensi udara dengan Porsche Active Suspension Management (PASM). Dalam kondisi normal, ground clearance-nya 190 mm, sistem suspensi ini dapat diturunkan sekitar 10 mm dan dinaikkan sejauh 40 mm sehingga ground clearance maksimumnya mencapai 230 mm.

Untuk mengatur suspensi udaranya dapat dilakukan melalui tombol ini.


Meski cukup tinggi, bukan berarti tidak perlu mengantisipasi kondisi banjir apalagi Indonesia saat ini sedang mengalami fenomena cuaca La Nina. Jika terpaksa melibas banjir, batas ketinggian air maksimum yang masih aman untuk dilalui adalah 300 mm. Hal itu lantaran ada begitu banyak sensor di sekitar kaki-kaki yang rawan bila terendam air.


Balik ke suspensi udara, bukan hanya naik turunnya yang istimewa melainkan kemampuannya merespon berbagai kontur permukaan jalan dan karakter berkendara. Di mode Normal, karakter redamannya termasuk empuk meski lingkar roda yang tersemat berukuran 20 inci. Karakternya berubah kaku ketika setting berkendara diputar ke mode Sport. Pada mode Sport Plus karakternya bahkan mendekati suspensi rigid dengan ground clearance pada posisi minimum.

Soket-soket kelistrikan menunjukkan kalau setiap roda dibekali berbagai sensor yang mendukung pengendalian, stabilitas dan kenyamanan juga keamanan berkendara.


Mengamati desain karet pintu yang nampak padat dan tebal, kami langsung memprediksi kalau suara yang menyusup ke dalam kabin akan minim. Seperti prediksi kami, kabinnya terbukti senyap bahkan suara knalpot berlaras ganda nyaris tidak terdengar jelas akan menghadirkan kenyamanan berkendara, terutama ketika berkendara jauh pada kecepatan tinggi. Menyinggung perjalanan jauh, Porsche juga menyediakan opsi tangki bahan bakar berkapasitas 75 liter, lebih besar dibandingkan standarnya yang ‘hanya’ 65 liter.         

Dipakai tes jalan dan mesin dibiarkan hidup stasioner selama sesi pemotretan MID menginformasikan kalau konsumsi BBM-nya 6 km/liter. Jangan lupa spesifikasi BBM yang digunakan minimal beroktan 98.


Di sektor keamanan, Porsche melengkapi Macan dengan rem cakram berventilasi dengan diameter 345 mm yang dikawal kaliper 4 piston sebagai standar yang dipadukan dengan Porsche Safety Management. Opsi Lane Change Assist yang mengawal pengemudi agar selalu berada di jalurnya dan Blind Spot Monitoring seperti yang ada di unit tes kami juga bisa dipilih di Porsche Car Configurator.


Jadi Penumpang

Jok penumpang depan juga dibekali setelan elektrik.


Lalu bagaimana rasanya jadi penumpang di Macan? Penumpang depan bakal dimanjakan dengan fitur Comfort Seat yang spesifikasinya sama dengan jok pengemudi. Sama-sama dibekali setelan elektris 14 arah. Kenyamanan penumpang depan ditunjang juga dengan setelan AC yang dapat diatur secara individual. Kompartemen penyimpanan dan USB slot tersedia jika penumpang ingin melakukan pengisian ulang daya pada ponselnya.

Kualitas apik interior juga terlihat dari laci yang meski ukurannya mungil dilapis material kain beludru lembut.


Jadi penumpang di baris kedua, hmm..buat OTOPLUS-ONLINE yang berpostur 180 cm, legroom terasa terbatas dengan tonjolan besar yang mengintrusi lantai sisi tengah. Joknya juga tidak bisa digeser maju-mundur.


Untungnya head room terbilang lega meski menggunakan opsi panoramic roof. Joknya sendiri nyaman diduduki, selain kekerasan busa terasa pas, ergonominya masih sanggup mengakomodir penumpang bertubuh tinggi dengan baik.

Legroom terbatas dengan tonjolan tinggi di bagian tengah.


Kehadiran outlet AC juga menjamin penumpang belakang mendapatkan hawa sejuk. Di bawah outlet AC tersebut juga disediakan sepasang USB slot. Kompartemen penyimpanan dapat dijumpai punggung jok depan dan setiap sisi pintu plus cup holder yang menyatu dengan arm rest.


Baca juga:

Driving Impression Porsche Macan (1): Compact SUV Keren Sekaligus Garang!

Teks: Nugroho Sakri Yunarto

Foto: Hendra Sonie, Nugroho Sakri Yunarto