Duel Terpanas Ducati vs Aprilia Terjadi di MotoGP San Marino 2026! Bezzecchi Kuasai Kualifikasi, Marquez Menangi Sprint Race

Ketatnya persaingan Ducati dan Aprilia di MotoGP San Marino 2026 tidak lepas dari karakter sirkuit Misano yang mampu mengakomodasi keunggulan kedua motor.

OTOPLUS-ONLINE I Pertarungan Ducati dan Aprilia di Misano sejak awal diprediksi bakal menjadi salah satu duel paling ketat di MotoGP 2026. Dan ini benar-benar terjadi sejak kualifikasi.
Pada duel pertama yang terjadi di sesi kualifikasi (Sabtu, 12/09) Marco Bezzecchi tampil luar biasa dengan mencetak 1 menit 29,982 detik, menjadi pembalap pertama yang menembus batas 1 menit 30 detik di Misano. Marc Marquez menempati posisi kedua dengan selisih hanya 0,198 detik!
Giliran pada duel kedua di Sprint Race, Marc Marquez keluar sebagai pemenang, tetapi Marco Bezzecchi hanya terpaut 0,743 detik di belakangnya.
Yang membuat semakin menarik, Aprilia bukan sekadar menjadi penantang Ducati di San Marino. Jorge Martin membawa Aprilia lainnya finis di posisi ketiga dengan gap 1,794 detik dari Marc.
Artinya, dua RS-GP26 berhasil mengapit Ducati GP26 milik Marc Marquez di barisan depan hasil Sprint 13 lap tersebut.
Autosport menilai MotoGP San Marino berpotensi menghadirkan pertarungan Ducati-Aprilia paling ketat sepanjang musim 2026.
Menurut analisis Autosport, ketatnya persaingan Ducati dan Aprilia di Misano tidak lepas dari karakter sirkuit yang mampu mengakomodasi keunggulan kedua motor.


Aprilia kuat di tikungan cepat dan sektor 3, sementara Ducati lebih unggul di bagian stop-and-go. Permukaan trek dengan grip tinggi, layout Misano yang relatif sempit, serta tingkat degradasi ban yang rendah juga membuat perbedaan performa kedua motor semakin tipis, sehingga kecepatan pembalap dan kemampuan memaksimalkan ban menjadi faktor penting dalam menentukan hasil.
Dan saat Sprint Race berlangsung, prediksi ini benar-benar terjadi di lintasan.

Bezzecchi mengawali balapan dari pole position, tetapi Marc langsung merebut holeshot menuju Tikungan 1. Pembalap Ducati itu kemudian berusaha membuka jarak, sementara Bezzecchi terus memberikan tekanan dari belakang.
Ada perbedaan menarik dalam pilihan ban belakang kedua kandidat utama. Bezzecchi menggunakan kompon medium, sedangkan Marc memilih soft. Meski demikian, Marc mampu mempertahankan keunggulan hingga garis finis. Crash.net mencatat Bezzecchi sempat mendekat sebelum Marc kembali merespons dan memastikan kemenangan Sprint keenamnya musim ini.
āSaya sedikit kesulitan dengan stabilitas dan bagian belakang motor, yang sedikit mendorong bagian depan. Ini masalah yang sudah kami alami dalam dua GP terakhir. Saat memulai balapan dengan tangki penuh, saya sedikit kesulitan di tiga atau empat lap pertama,ā jelas Marco Bezzechi dikutip dari Crash.net.
Di belakang keduanya, pertarungan untuk podium juga berlangsung penting bagi Aprilia. Jorge Martin yang start dari posisi kelima mampu merebut tempat ketiga setelah melewati Fabio Di Giannantonio. Hasil tersebut membuat Aprilia menempatkan dua pembalapnya di podium.
Sementara Ducati menempatkan tiga pembalap di lima besar. Selain Marc di posisi pertama, Di Giannantonio finis keempat dan Alex Marquez kelima. Pedro Acosta menjadi pembalap non-Ducati/Aprilia terbaik dengan finis keenam.
Komposisi tersebut memperlihatkan betapa rapatnya persaingan dua pabrikan Italia, Ducati vs Aprilia di Misano. Ducati memang membawa pulang kemenangan melalui Marc, tetapi Aprilia memiliki alasan kuat untuk tetap percaya diri menghadapi balapan utama besok Minggu (13/09).


Apalagi, Bezzecchi sudah menunjukkan kecepatannya sejak qualifying. Ia bukan hanya merebut pole, tetapi melakukannya dengan rekor baru Misano. Marc kemudian membalas pada Sprint dengan keunggulan dalam fase start dan manajemen balapan.

Dengan hasil Sprint ini, perhatian langsung beralih ke Grand Prix San Marino. Jika Sprint menjadi gambaran awal, pertarungan Ducati-Aprilia pada balapan utama berpotensi kembali berlangsung ketat.
Marc sudah menunjukkan bahwa Ducati mampu mengalahkan Aprilia dalam format Sprint. Namun Bezzecchi telah membuktikan sejak qualifying bahwa RS-GP26 memiliki kecepatan untuk melawan GP26 di Misano.
Dan kali ini, bukan hanya Bezzecchi.
Ada Jorge Martin di posisi ketiga yang juga menunjukkan bahwa Aprilia memiliki lebih dari satu kartu untuk menghadapi Ducati.
Teks: Indramawan
Foto: motogp.com



