top of page

Duo Trackhouse Permalukan Tim Pabrikan Aprilia di Sprint Race MotoGP Belanda 2026, Ada Apa dengan RS-GP?

  • Gambar penulis: Editor
    Editor
  • 2 jam yang lalu
  • 3 menit membaca
Aprilia Racing masih mencari jawaban atas problem Martin dan Bezzecchi, Trackhouse justru buktikan RS-GP tampil kompetitif lewat Fernandez dan Ogura.

Marco Bezzecchi mengaku performa motornya hampir selalu menurun pada Sprint Race, tapi kembali kompetitif ketika balapan utama.
Marco Bezzecchi mengaku performa motornya hampir selalu menurun pada Sprint Race, tapi kembali kompetitif ketika balapan utama.

OTOPLUS-ONLINE I Sprint Race MotoGP Belanda 2026 di TT Circuit Assen menghadirkan cerita yang tak banyak diprediksi. Bukan duet pembalap Aprilia Racing yang berjaya, melainkan pasangan tim satelit Trackhouse Aprilia, Raul Fernandez dan Ai Ogura, yang sukses mencetak podium bersejarah bagi timnya dengan finish satu-dua menggunakan motor RS-GP yang sama.


Hasil tersebut memunculkan satu pertanyaan besar. Bagaimana mungkin tim satelit mampu tampil lebih kompetitif dibanding tim pabrikan dengan paket motor yang nyaris identik?


Apalagi secara kualitas, duo Raul Fernandez dan Ai Ogura bisa dikatakan masih di bawah Marco Bezzecchi dan Jorge Martin.


Jawabannya ternyata tidak sesederhana soal spesifikasi motor. Faktor eksekusi balapan, setup, hingga kondisi yang dialami masing-masing pembalap menjadi pembeda utama pada Sprint Race sepanjang 13 lap tersebut.


Pole Dicoret, Raul Fernandez Justru Bangkit



Kemenangan Raul Fernandez terasa semakin manis setelah sebelumnya ia harus menelan kekecewaan pada sesi kualifikasi.


Pembalap Spanyol itu sebenarnya sempat mencatatkan waktu tercepat dan meraih pole position. Namun catatan waktunya dibatalkan karena menyentuh batas lintasan (track limits), membuat pole berpindah ke Jorge Martin.


Fernandez tak menutupi rasa frustrasinya terhadap keputusan steward.


"Mereka membuat olahraga ini jadi membosankan. Saya marah karena hanya melewati beberapa sentimeter saja," keluh Fernandez.



Meski demikian, rasa kecewa itu justru menjadi "booster" tambahan saat Sprint dimulai. Dengan start agresif dan ritme balap yang konsisten, Fernandez yang penuh kemarahan mampu mengambil alih pimpinan dan tak lagi terkejar hingga bendera finis berkibar.



Kemenangan tersebut sekaligus menjadi salah satu hasil terbesar dalam karier MotoGP-nya sekaligus membawa Trackhouse mencetak finis satu-dua yang bersejarah.


Ai Ogura Makin Bersinar, Tak Lagi Sekadar Pelengkap



Jika kemenangan Fernandez menjadi sorotan utama, maka performa Ai Ogura pantas mendapat apresiasi yang sama besarnya.


Saat mengawali musim, pembalap Jepang itu lebih sering dipandang sebagai pelengkap skuad Trackhouse di tengah nama-nama besar Aprilia. Namun, dalam beberapa seri terakhir grafik performanya terus menanjak.


Di Assen, Ogura kembali menunjukkan kematangannya dengan mengamankan posisi kedua sekaligus melengkapi dominasi Trackhouse Aprilia.


Hasil tersebut semakin mempertegas bahwa juara dunia Moto2 2024 itu perlahan keluar dari bayang-bayang para seniornya. Bahkan, dalam beberapa balapan terakhir, performanya justru lebih konsisten dibanding dua pembalap Aprilia Racing.


Bagi Aprilia, perkembangan Ogura tentu menjadi kabar baik. Di saat tim pabrikan masih mencari konsistensi, pembalap muda Jepang itu justru mulai menjelma sebagai salah satu aset paling menjanjikan untuk masa depan.


Jorge Martin dan Marco Bezzecchi Belum Temukan Jawaban



Ironisnya, ketika Trackhouse berpesta, Jorge Martin justru dibuat kebingungan.


Pole sitter tersebut mengaku motornya terasa berbeda ketika Sprint Race berlangsung. Setelah beberapa lap awal, performa RS-GP miliknya menurun sehingga sulit mempertahankan kecepatan para pembalap di depan.



"Ada sesuatu yang aneh. Kami harus memahami apa yang sebenarnya terjadi," ujar Martin.


Pernyataan itu menunjukkan bahwa Aprilia Racing belum sepenuhnya memahami penyebab hilangnya performa motor mereka pada balapan singkat hari Sabtu.


Kebingungan serupa juga dirasakan Marco Bezzecchi.


Pembalap Italia tersebut mengaku kembali mengalami masalah yang sama seperti beberapa Sprint Race sebelumnya. Anehnya, performa motornya hampir selalu menurun pada Sprint, tetapi kembali kompetitif ketika menjalani balapan utama.



"Kami harus memahaminya. Saya benar-benar belum tahu penyebabnya," kata Bezzecchi.


Masalah yang terus berulang itu membuat Aprilia Racing masih memiliki pekerjaan rumah besar jika ingin tampil konsisten sepanjang akhir pekan.


Hasil Sprint Race MotoGP Belanda 2026



Raul Fernandez akhirnya keluar sebagai pemenang Sprint Race MotoGP Belanda 2026, disusul Ai Ogura di posisi kedua untuk melengkapi finis satu-dua bersejarah bagi Trackhouse Aprilia. Posisi ketiga menjadi milik Marc Marquez, sementara Jorge Martin harus puas finis di belakangnya setelah kehilangan performa pada paruh kedua balapan. Marco Bezzecchi pun gagal menembus podium.


Sprint Race di Assen pun menyisakan pesan yang jelas. Status sebagai tim satelit bukan lagi penghalang untuk mengalahkan tim pabrikan. Ketika Aprilia Racing masih sibuk mencari jawaban atas problem yang membelit Martin dan Bezzecchi, Trackhouse justru membuktikan bahwa paket RS-GP mampu tampil sangat kompetitif jika dipadukan dengan setup yang tepat dan eksekusi balapan yang sempurna.


Teks: Indramawan

Foto: Trackhouse MotoGP, Aprilia



Komentar


logo media lreasi indonusa-OK2.png

© 2025 OTOPLUS-ONLINE

This website is owned and published by PT Media Kreasi Indonusa.

Reproduction of text, photographs or illustrations is not permitted in any form.

bottom of page