top of page

Marco Bezzecchi Menangkan MotoGP Mugello 2026, Usai Lolos dari Serangan "Roket" Francesco Bagnaia

  • Gambar penulis: Editor
    Editor
  • 1 Jun
  • 2 menit membaca
Kemenangan di Mugello jadi momen spesial Bezzecchi, sekaligus kemenangan pertama Aprilia di kandang sendiri.


OTOPLUS-ONLINE I Marco Bezzecchi berhasil menaklukkan tekanan luar biasa untuk memenangkan MotoGP Italia 2026 di Sirkuit Mugello, Minggu (31/05).


Pebalap Aprilia Racing itu sempat dibuat ketar-ketir ketika Francesco Bagnaia melesat melewatinya "seperti roket" di trek lurus utama dan merebut pimpinan balapan pada lap ketiga.



Namun alih-alih panik, Bezzecchi memilih tetap tenang, menjaga ritme, lalu membalas pada momen yang tepat untuk mengamankan kemenangan bersejarah bagi Aprilia di kandang Ducati.


Start dari pole position, Bezzecchi langsung tampil kompetitif sejak awal balapan. Meski sempat kehilangan posisi terdepan akibat kecepatan Ducati Desmosedici GP milik Bagnaia, pebalap Italia itu tidak terburu-buru melakukan serangan balasan.



"Ketika Pecco menyalip saya seperti roket, tentu saya merasakan tekanan. Tetapi saya mencoba untuk tidak panik dan tetap fokus pada balapan saya sendiri," ujar Bezzecchi usai balapan.


Strategi tersebut terbukti menjadi kunci kemenangan.


Bagnaia memang memimpin balapan cukup lama, yakni dari lap ketiga hingga lap ke-13. Namun setelah separuh lomba berjalan, juara dunia MotoGP itu mulai mengalami penurunan performa ban belakang yang membuat kecepatannya tak lagi sekuat sebelumnya.


"Saya mencoba untuk tidak kehilangan terlalu banyak grip ban belakang, tetapi setelah setengah balapan saya mulai sedikit kesulitan," kata Bagnaia.


Pebalap Ducati Lenovo Team itu mengaku sebenarnya sudah memperkirakan Bezzecchi akan menyerang. Karena itu, ia memilih fokus mengamankan podium daripada memaksakan diri mempertahankan posisi terdepan.



"Saya tahu Bez berada sangat dekat. Jadi saya berkata kepada diri sendiri, 'Oke, dia akan menyerang, tetapi saya harus tetap tenang karena jika tidak, saya mungkin tidak akan finis di podium'," jelasnya.


Tak lama kemudian, Bezzecchi berhasil merebut kembali posisi pertama. Situasi semakin sulit bagi Bagnaia ketika Jorge Martin juga berhasil melewatinya, sehingga Aprilia sukses menguasai dua posisi terdepan hingga garis finis.


Meski gagal menang, Bagnaia tetap memuji performa motornya yang sangat kuat di Mugello.


"Hari ini motor saya seperti roket, sehingga sangat sulit untuk disalip lagi," ujarnya mengomentari serangan berikutnya yang dilancarkan Ai Ogura, pembalap tim satelit Aprilia, Trackhouse.


Bagnaia bahkan mengaku lega saat melihat bendera finis berkibar. Pasalnya, panel instrumen motornya sempat menunjukkan masih tersisa dua putaran ketika balapan sebenarnya sudah memasuki lap terakhir.



"Saya sedikit bingung karena motor saya menunjukkan masih ada dua lap lagi. Ketika melihat bendera finis saya langsung berkata, 'Terima kasih banyak!' karena rasanya mustahil bisa tetap bertahan di depan untuk satu putaran tambahan lagi," ungkapnya.



Kemenangan di Mugello ini menjadi momen spesial bagi Bezzecchi sekaligus kemenangan pertama Aprilia di kandang sendiri. Hasil tersebut juga memperkokoh posisinya di puncak klasemen sementara MotoGP 2026 dan menjadi pukulan telak bagi Ducati yang gagal berjaya di hadapan tifosi sendiri.


Teks: Indramawan

Foto: Instagram@marcobez72, @pecco63, @motogp

Komentar


logo media lreasi indonusa-OK2.png

© 2025 OTOPLUS-ONLINE

This website is owned and published by PT Media Kreasi Indonusa.

Reproduction of text, photographs or illustrations is not permitted in any form.

bottom of page