top of page

E-TLE Handheld Mulai Digelar di Daerah: Sekali Jepret Langsung Tilang!

  • Gambar penulis: Editor
    Editor
  • 2 hari yang lalu
  • 2 menit membaca
E-TLE Handheld adalah sistem tilang elektronik berbasis smartphone khusus yang digunakan petugas untuk merekam pelanggaran lalu lintas secara otomatis, akurat, dan transparan.

ETLE handheld terbaru memiliki spesifikasi yang beda dengan yang ada sekarang karena sudah bisa langsung print out. Jadi, misalnya ada pelanggaran, petugas bisa langsung cetak dan sudah ada barcode-nya.
ETLE handheld terbaru memiliki spesifikasi yang beda dengan yang ada sekarang karena sudah bisa langsung print out. Jadi, misalnya ada pelanggaran, petugas bisa langsung cetak dan sudah ada barcode-nya.

OTOPLUS ONLINE I Penindakan pelanggaran lalu lintas di Indonesia memasuki fase baru. Jika sebelumnya mengandalkan kamera statis atau razia manual, kini cukup dengan satu jepretan dari perangkat genggam, pelanggaran langsung terekam dan terhubung ke sistem nasional. Implementasi ini mulai terlihat di berbagai daerah, termasuk oleh Polres Nganjuk.


Langkah ini merupakan bagian dari kebijakan nasional. Berdasarkan rilis resmi Divisi Humas Polri, Korlantas Polri telah meluncurkan ETLE Handheld pada awal April 2026 sebagai bagian dari transformasi digital penegakan hukum lalu lintas (Sumber: Korlantas Polri Luncurkan ETLE Handheld Berfitur Barcode dan Print Out)


Dalam keterangan resminya, Polri menegaskan kemampuan baru perangkat ini, termasuk pencetakan bukti pelanggaran secara langsung.


ā€œSudah bisa langsung print out… petugas bisa langsung mencetak bukti,ā€ ujar Dirgakkum Korlantas Polri, Brigjen Pol Faizal.


Tak hanya itu, pengembangan ETLE Handheld juga diarahkan untuk menutup celah pengawasan yang tidak terjangkau kamera statis.


ā€œMenutup celah pelanggaran di titik-titik yang belum terjangkau kamera ETLE statis,ā€ lanjutnya.


Artinya, perangkat ini bukan pengganti ETLE statis, melainkan pelengkap yang membuat pengawasan menjadi lebih luas dan dinamis.


Polres Nganjuk mulai mengoperasikan sistem ETLE Handheld melalui patroli aktif.
Polres Nganjuk mulai mengoperasikan sistem ETLE Handheld melalui patroli aktif.

Di level implementasi daerah, Polres Nganjuk mulai mengoperasikan sistem ini melalui patroli aktif. Petugas cukup menggunakan perangkat smartphone khusus untuk merekam pelanggaran, sementara data kendaraan langsung terhubung ke sistem ETLE nasional secara real-time.


Kapolres Nganjuk, AKBP Suria Miftah Irawan, menegaskan bahwa sistem ini diarahkan untuk membangun kesadaran, bukan sekadar penindakan (Sumber: Tilang Kini Cukup Sekali Foto, Polres Nganjuk Kenalkan E-TLE Handheld, Pelanggar Langsung Terdeteksi).


ā€œDengan sistem elektronik ini, setiap pelanggaran tercatat secara otomatis dan transparan. Kami berharap masyarakat semakin sadar bahwa kepatuhan berlalu lintas bukan karena ada petugas, tetapi karena kebutuhan akan keselamatan,ā€ ujarnya.


Secara teknis, ETLE Handheld menghadirkan dua skema penindakan: tanpa henti (capture lalu kirim konfirmasi) dan verifikasi langsung di tempat. Bahkan, pelanggar dapat langsung menerima bukti pelanggaran di lokasi melalui perangkat portable.


Hal ini juga ditegaskan dalam implementasi di daerah lain.


ā€œBukti pelanggaran bisa dicetak langsung di lokasi menggunakan perangkat portable,ā€ lanjutnya.


Kasat Lantas Polres Nganjuk, AKP Ivan Danara Oktavian, menyebut sistem ini meningkatkan akurasi sekaligus meminimalisir interaksi langsung di lapangan—isu yang selama ini kerap disorot dalam penindakan manual.


ā€œData pelanggaran langsung masuk ke sistem. Ini membuat penindakan lebih efektif dan bukti lebih valid,ā€ jelasnya.


Secara nasional, ETLE Handheld terhubung ke sistem ETLE-Nas, sehingga seluruh data pelanggaran dari berbagai daerah terintegrasi dalam satu dashboard pusat. Dengan demikian, langkah yang dilakukan di daerah seperti Nganjuk merupakan bagian dari jaringan penegakan hukum digital yang terpusat.


Lebih jauh, Polri juga menegaskan bahwa sistem berbasis data ini dirancang untuk menutup ruang praktik transaksional di lapangan.


ā€œTidak ada lagi praktik transaksional… semua terekam secara valid,ā€


Dengan implementasi yang mulai meluas, termasuk di Jawa Timur, kehadiran ETLE Handheld menjadi sinyal kuat bahwa era tilang manual perlahan akan ditinggalkan. Tantangan berikutnya bukan lagi pada kesiapan teknologi, melainkan pada kesiapan masyarakat untuk tertib tanpa harus diawasi secara kasat mata.


Teks: Indramawan

Foto: Humas Polri

Komentar


logo media lreasi indonusa-OK2.png

© 2025 OTOPLUS-ONLINE

This website is owned and published by PT Media Kreasi Indonusa.

Reproduction of text, photographs or illustrations is not permitted in any form.

bottom of page