• Editor

Hasil Test Ride All New Honda CB150R Streetfire 2021 Pantas Sebagai Raja Jalanan

Kami sudah mencobanya selama 5 hari dengan menempuh jarak 350 kilometer. Menurut kami All New CB150R ini pantas jadi Raja Jalanan!

OTOPLUS-ONLINE I Pada kegiatan workshop yang mengupas teknologi All New Honda CB150R StreetFire, Naim Muhdori dari Technical Service Development MPM Honda Jatim mengungkapkan kalau setidaknya ada 6 titik perubahan pada generasi keempat CB150R ini.

Performanya kencang tapi bersahabat


Mencakup diaplikasikannya sok depan inverted (upside down) dari Showa tipe SFF BP, setang baru berikut holder-nya, tangki yang kini berkondom, pelek baru berbentuk huruf Y, panel meter, posisi ignition switch baru sampai end tail pipe cap baru.

Dilihat dari belakang tampak semakin berotot


Improvement menjamah juga ke sektor mesin di antaranya lewat perubahan mapping ECM (Electronic Control Module), penggunaan radiator berukuran lebih besar sampai ditanggalkannya kick starter.

Beberapa pengembangan di antaranya radiator lebih lebar 20 mm, mengimbangi perubahan spesifikasi sok depan sekaligus tingkatkan efisiensi pendinginan, serta pelek desain baru diklaim lebih ringan 0,6 kg. Juga detail lain seperti gir belakang kini gunakan 6 baut, sehingga getaran minim dibanding sebelumnya yang pakai 4 baut


Perubahan-perubahan itu tentunya berdampak pada perubahan ergonomi berkendara, karakter pengendalian serta performa.


Baca juga: Komparasi All New CB150R StreetFire dengan CB150R Generasi Sebelumnya


Desainnya jadi lebih kekar dan macho


Setelah merasakan impresi singkatnya di test track yang terbatas kali ini OTOPLUS-ONLINE coba membawanya ke jalanan untuk merasakan karakter dan impresi seutuhnya dari motor yang dipasarkan mulai Rp 30.082.000 (OTR Surabaya) ini.

Desain dan Harga

Seperti diutarakan Suhari selaku Marketing Communication & Development Division Head PT MPM Honda Jatim, desain CB150R StreetFire dipersepsikan sebagai motor dengan sosok yang agresif dan sporty.


Baca juga: All New CB150R Streetfire Alami Evaluasi Desain Tampil Mirip Moge


Headlight sebenarnya identik dengan generasi 2018, terlihat beda oleh karena desain covernya saja


Pada All New CB150R StreetFire kesan itu diwujudkan pada desain lampu depan yang agresif, shroud yang berotot, dan tangki yang sporty.

Panel meter menampilkan informasi semakin lengkap, seperti indikator gigi, tripmeter A & B juga konsumsi BBM real time dan rata-rata


Ditambah lagi aplikasi sok depan model inverted membuat tampilan baru sport naked ini semakin masif dan agresif layaknya big bike atau moge.

Shroud multilayer menghadirkan sosok lebih kekar


Lampu-lampunya diwarisi dari CB150R sebelumnya, kesan beda hadir dari redesain cover. Khususnya di seputar tangki dengan penggunaan kondom, shroud lebih lebar dan panel multilayer di bagian samping.

Desain cover di bawah tangki dibuat memanjang ke bawah untuk menutupi area kosong di mesin


Di bagian samping, panel bodi yang sebelumnya terpisah antara bagian depan dan belakang, maka di generasi terbaru ini dibuat menyatu. Bodi belakang dibuat lebar untuk mengimbangi kesan kekar di bagian depan.

Terdapat tonjolan yang melebar ke samping pada cover bodi belakang, selain membuat kesan lebar juga efektif jadi sandaran betis pembonceng


All New CB150R StreetFire hadir dalam dua varian, Varian Standard dengan pilihan warna Macho Black dan Stinger Red Black yang dipasarkan dengan harga Rp 30.082.000 (OTR Surabaya) dan varian Special Edition (SE) yang harganya RP 31.082.000 (OTR Surabaya).

Ada kompartemen penyimpanan minimalis di bawah jok, lumayan dapat digunakan untuk menyimpan jas hujan


Plihan warnanya tiga, semua warna matte yaitu Fury Matte Red, Raptor Matte Black, and Armored Matte Grey seperti unit tes OTOPLUS-ONLINE ini.

Perbedaan varian Standard dengan SE terletak pada penggunaan warna Burnt Titanium di setang dan pelek, aplikasi undercowl pada bagian bawah motor dan 3D emblem di tangki.

Kenyamanan Jempolan

Sektor ini menjadi salah satu improvement yang kami rasakan menonjol. Penggunaan tapper handlebar dengan tinggi jok 795 mm dan peletakan footstep menciptakan komposisi segitiga berkendara yang menurut kami sempurna.

Setang tinggi model tapered handlebar, posisinya super nyaman didukung keberadaan damper karet pada raiser setang. Sama sekali gak bikin capek meski dipakai bermacet-macet atau turing keluar kota


Posisi berkendaranya nyaman, baik untuk berkendara jarak pendek maupun jarak jauh. Saking penasarannya lantaran usai berkendara sejauh 30 kilometer belum merasa capek, OTOPLUS-ONLINE rela menghabiskan seharian untuk berkeliling Surabaya hingga menempuh jarak total 110 kilometer dan masih belum berasa capek mengendarainya.

Joknya lebar dengan busa yang cukup empuk, tak hanya enak diduduki pengendara, pembonceng juga bakal betah duduk di sini


Kelebihan itu juga didukung dengan karakter suspensi barunya, sok depan Showa model inverted 37 mm punya kombinasi compression dan rebound yang pas.

Redaman suspensi depan model inverted 37 mm punya kombinasi compression dan rebound yang pas. Redaman suspensi terasa lembut tanpa khawatir mentok.


Hasilnya redamannya terasa lembut tanpa khawatir mentok. Karakter yang sama juga disuguhkan suspensi belakang model Pro-Link. Dipakai sendirian, masih nyaman dipakai berboncengan makin nyaman lagi.

Karakter redaman suspensi belakang dengan sistem Pro-Link juga istimewa, sanggup memadukan compression dan rebound yang pas mengimbangi keunggulan spesifikasi sok depan


Detail lain yang mendukung kenyamanan berkendara adalah kehadiran damper karet pada raiser setang dan karet sebagai tatakan footstep.

Tangki terlihat besar akibat dikondom cover plastik. Namun desain ini memberikan efek positif lantaran enak diapit dan membantu pengendalian saat bermanuver


Untuk pembonceng, desain bodi belakang yang melebar ternyata juga pas menjadi tumpuan bagian belakang betis atas sehingga mengurangi kekhawatiran terjerembab ke belakang ketika diajak berakselerasi kuat.

Impresi Berkendara, Performa Impresif

Ergonomi berkendaranya sangat baik, lebih nyaman kalau dibandingkan kompetitor seperti Yamaha V-Ixion atau Suzuki GSX150R


Seperti kami singgung di awal, All New CB150R juga mendapatkan improvement di sektor mesin lewat perubahan mapping ECM (Electronic Control Module).


Dari tes kami bisa dirasakan kalau generasi terbaru ini memiliki rentang tenaga lebih lebar.

Performa mesin K56, dengan camshaft ganda (DOHC) menyodorkan rentang tenaga yang merata sejak 4000-9000 rpm, jadinya tenaga mesin terasa ngisi terus di rentang rpm itu


Karakternya sudah terasa responsif sejak putaran bawah, kira-kira sejak 4.000 rpm hingga ketika mencapai puncak tenaga di 9.000 rpm.


Hasilnya untuk penggunaan di jalan-jalan perkotaan yang cenderung stop and go dan acap bermain di rentang 4.000-6.000 rpm, All New CB150R terasa responsif dan sigap.

Gigi 6 percepatan belum dilengkapi teknologi assist and slipper clutch


Terlebih perpindahan gigi 6 percepatannya terasa smooth dengan tarikan tuas kopling yang enteng, meski belum dibekali teknologi assist and slipper clutch.


Karakter mesin yang lekas teriak mendorong pengendara untuk segera memindahkan gigi, hasilnya akselerasi juga terasa singkat.

Top speed diklaim mencapai 125 km/jam


Honda mengklaim kalau jarak 200 meter bisa dituntaskan dalam 10,5 detik, sementara top speed-nya diklaim mencapai 125 km/jam.

Karakternya cocok jadi motor harian andalan


Tapi bagi OTOPLUS-ONLINE yang menyenangkan motor ini terasa controllable saat diajak ngebut. Kombinasi rangka model diamond, spesifikasi suspensi dan jarak sumbu roda yang pas (1.298 mm) membuat pengendaliannya terasa presisi diimbangi kemampuan rem yang impresif sehingga betot gas jadi gak ragu.

Kemampuan rem tergolong istimewa dengan tarikan tuas yang dangkal. Padahal melihat kalipernya seperti bawaan Honda Supra


OTOPLUS-ONLINE berulang kali sampai gak sadar melaju hingga 107-111 km/jam di ruas jalan raya Ahmad Yani atau Raya Darmo, Surabaya lantaran kemampuannya itu.

Kemampuan pencahayaan headlight LED-nya cukup baik pada posisi low beam. Namun pada posisi hi beam, sebaran cahayanya tidak terlalu berbeda dengan posisi low beam


Menariknya motor berbobot 135 kg ini (134 kg untuk varian Standard) tidak memerlukan teknologi katup variabel untuk membuatnya irit BBM.


Pasalnya dari info average fuel consumption konsumsi rata-rata mencapai 50,5 km/liter untuk pemakaian normal di dalam kota.

Tangki berkapasitas 12 liter, dengan konsumsi rata-rata 50,5 km/liter artinya bisa jalan 600 kilometer sekali isi bensin


Ketika kami uji dengan metode full to full hasilnya tak jauh berbeda yaitu 48,9 km/liter. Layak deh dinobatkan jadi raja jalanan.


Teks & Foto: Nugroho Sakri Yunarto