Honda Prelude Terbaru Tuai Kritikan Media Hingga Komunitas: Gara-Gara Mesin Hybrid 2.0-Liter e:HEV dan Transmisi S+ Shift?
- Editor

- 3 Jun
- 3 menit membaca
Bagi sebagian penggemarnya, keputusan memakai mesin hybrid 2.0-liter e:HEV dan transmisi S+ Shift dianggap kurang cocok untuk Prelude.

OTOPLUS-ONLINE I Kembalinya Honda Prelude seharusnya menjadi kabar bahagia bagi pecinta Honda. Apalagi di Indonesia, mobil ini ternyata mendapat respons pasar yang cukup positif.
Seperti yang sebelumnya sudah dilaporkan Otoplus-Online, Honda Prelude bahkan sudah mengantongi sekitar 280 SPK meski harga resminya menyentuh Rp974,9 juta.
Namun di saat pasar mulai menunjukkan antusiasme, komunitas enthusiast global justru mulai terbelah.

Kritik terbesar terhadap Prelude baru datang karena mobil ini dianggap terlalu dekat dengan Civic Hybrid.
Prelude memakai basis Civic generasi terbaru dengan mesin hybrid 2.0-liter e:HEV dan tidak menawarkan transmisi manual. Sebagai gantinya, Honda menghadirkan sistem āS+ Shiftā yang mensimulasikan perpindahan gigi virtual.
Bagi sebagian enthusiast, keputusan itu dianggap kurang cocok untuk nama sebesar Prelude.

Media otomotif besar seperti Car and Driver bahkan menulis: New Honda Prelude Is Slower Than a Civic Hybrid, S+ Mode Makes It Worse.
Artikel yang ditayangkan pada 05 Maret 2026 tersebut mengungkap hasil pengujian Car and Driver yang menunjukkan, bahwa Prelude tidak bisa menandingi Civic Si bertenaga 200 hp, dan Type R bertenaga 315 hp dalam hal akselerasi.


Makin parah mereka menyebutkan hadirnya teknologi Honda S+ Shift yang bekerja hanya mensimulasikan perpindahan gigi secara virtual.
Baca juga: Honda Prelude Sport Hybrid Meluncur Perdana di Indonesia Harga di Bawah Rp1 Miliar Layak Beli?
Honda S+ Shift adalah teknologi kontrol hybrid (e:HEV) yang menyinkronkan putaran mesin dengan motor listrik untuk memberikan sensasi perpindahan gigi layaknya transmisi otomatis 8-percepatan. Fitur ini menghasilkan suara artifisial dan respons yang agresif saat berakselerasi (sumber: Honda Global)

Baru-baru ini, MotorTrend juga menunggah artikel berjudul: 2026 Honda Prelude First Test: Sharp Handling, Hybrid Efficiency, Mixed Personality.
Artikel yang diunggah pada 11 Mei 2026 ini menuturkan hasil pengujian pertama redaksi yang membawa hasil kesimpulan: Prelude 2026 menawarkan grip yang benar-benar baik, efisiensi tinggi, namun kehebatan sesungguhnya hanya terasa sesekali.


Komentar komunitas pun jauh lebih brutal. Di Reddit, salah satu komentar yang paling banyak mendapat respons berbunyi: āThey should've just call this a Civic Hybrid coupe - Harusnya mereka menyebut mobil ini Civic Hybrid coupe. (Sumber: Reddit r/Honda)
Bahkan di komunitas otomotif Asia Tenggara, Prelude juga mulai dibandingkan dengan mobil lain yang dianggap lebih āpure sports carā.
Salah satu komentar di Reddit Malaysia membuat sindiran: āMore expensive two door Honda Civic - Ini cuma Honda Civic dua pintu yang lebih mahal.,,ā (Sumber: Reddit r/kereta).
Bagaimana dengan komunitas di Indonesia? Harga Prelude di Indonesia ternyata ikut jadi sorotan. Masuknya Prelude ke Indonesia dengan harga Rp 974,9 juta juga ikut memancing perdebatan.
Di komunitas Reddit Indonesia, beberapa pengguna mempertanyakan positioning Prelude karena harganya sudah mendekati berbagai mobil performa lain.
Ada komentar yang tak kalah sinisnya menyebut: āLebih murah dibanding Toyota GR86 btwā¦ā yang kurang lebih maksudnya harga selisih sedikit (Rp974,9 juta vs Rp1,05 - 1,09 miliar) tapi performa kalah jauh (Sumber: Reddit r/indocartalk).
Sementara komentar lain menilai Prelude terasa ānanggungā: tidak seagresif Civic Type R, bukan sports car RWD seperti GR86, tetapi juga tidak murah.
Tapi⦠Apakah Prelude Benar-Benar Gagal?

Meski dihujat sebagian enthusiast, tidak sedikit media dan penggemar Honda yang justru membela arah baru Prelude.

Dalam artikelnya "Tested: 2026 Honda Prelude is True to Itself"
Road & Track menilai Prelude baru sebenarnya masih setia pada filosofi lamanya sebagai sporty grand tourer, bukan pure track car seperti Civic Type R atau Toyota GR86.
Hal senada juga muncul di komunitas Reddit Indonesia. Beberapa pengguna mengingatkan bahwa Prelude sejak dulu memang lebih fokus pada keseimbangan kenyamanan dan driving pleasure ketimbang menjadi mobil balap jalanan.
Teks: Indramawan




Komentar