Honda Supercub 1984: War Ride

(GDZH Custom Cycle)

Wow, ternyata motor bebek bisa terlihat sangar juga di-custom ala mesin tempur. Ini semua adalah hasil pekerjaan Dana Prasetya, builder GDZH Custom Cycle setelah mendapat mandat dari Kris, pemilik Honda Supercub 1984 ini.

“Dia pengin dibuatkan custom streetcub dengan gaya army look, yang dilengkapi ban besar,” buka Dana mengawali obrolannya.

Dari sini Dana terinspirasi dengan kendaraan perang lapis baja. “Jadi konsepnya adalah bagaimana mengonversi streetcub menjadi kendaraan perang seperti tank tempur,” lanjut Dana.


Rangka & Kaki-Kaki

Karena mengusung ban gambot, maka kaki-kaki wajib dirombak total. Agar ban dual off-road spek 160/60-17 bisa masuk, maka rangka dipotong pada bagian belakang, dan dilebarkan 5 cm pada bagian sepatbornya. Makin sip, Dana juga memasang swingarm Kawasaki Kaze yang lebar.

Demikian juga dengan fork depan comotan dari Yamaha V75 yang sudah mengalami pelebaran 3 cm karena dijejali ban dual off-road ukuran 120/60-17.


Bodi

Tantangan paling sulit pada project ini, menurut Dana adalah bagaimana memunculkan army-look pada motor ini. “Untuk itu, saya berusaha keras agar bodinya bisa terlihat seperti bullet-proof. Dan ini saya tampilkan lewat kesan metal armor di sekujur bodinya,” tunjuk Dana yang melakukan mix and match antara bodi lama dan bodi baru.


Menurutnya, itu yang paling berat dari pengerjaan motor ini. “Bagaimana bisa memadukan antara sepabor belakang baru yang ekstra lebar, menyesuaikan profil ban tipe dual purpose yang diinginkan Kris, dengan bodi orisinal Supercub. Saya ingin transisinya smooth dan wajar sehingga terlihat menyatu.


Begitu pula beberapa detail lainnya yang dibuat secara handmade,” kata Dana yang menanam stoplamp belakang masuk ke bodi, mirip pada jeep dan tank agar tidak terlihat oleh pesawat musuh.



Lalu side panel atau cover aki yang di-custom lagi dengan bentuk lebih simple dan gembung. Begitu pula headlamp yang dibuat lebih terkesan industrial. Semua bagian bodi ini diberikan aksen menyerupai lapisan logam alumunium sehingga memperkuat kesan tahan peluru seperti tank.

Data modifikasi

Ban depan: Zeneos Turino 120/60-17 Ban belakang: Zeneos Turino 160/60-17 Pelek depan: Rossy Pro 300-17 Pelek belakang: Rossy Pro 425-17 Bodi: custom handmade (plat) Setir: custom (flatbar) Swingarm: Kawasaki Kaze Headlamp: Projie (custom) Fork: Yamaha V75 Shock breaker: Ride it Knalpot: custom Jok: custom Builder: Dana Prasetya (GDZH CUSTOM CYCLE), Jl. Gubernur Suryo IV, Blok B No 17, Jombang IG: @gdzhcustom_mc Owner: Kris


Naskah: Indramawan

Foto: ICEC for OTOPLUS-ONLINE