Hyundai E3W dan Proyek “Bajaj Bajuri” Versi Elektrik untuk Pasar Indonesia
- Editor

- 3 jam yang lalu
- 3 menit membaca
Hyundai - TVS Motor kembangkan alat transportasi mikro berbasis listrik di India ala "Bajaj Bajuri" yang kini diperkenalkan ke Indonesia.

OTOPLUS ONLINE I Ada yang menarik di Hyundai Motorstudio (HMS) Senayan Park sejak 3 Maret 2026. Di antara narasi besar tentang mobilitas masa depan yang canggih dan ramah lingkungan, ada dua kendaraan kompak yang jadi fokus pameran, yakni Electric 3 Wheel (E3W) dan Micro Electric 4 Wheel (E4W).
Kehadiran keduanya di pameran tersebut bukan sekadar pajangan. Ada pesan yang terasa lebih dalam seolah Hyundai sedang membaca kemungkinan, apakah kendaraan mikro listrik ini punya tempat di pasar Indonesia.
E3W dan E4W sendiri merupakan hasil kolaborasi antara Hyundai Motor Company dan pabrikan motor asal India TVS Motor Company.


Proyek ini diperkenalkan secara global dalam ajang Bharat Mobility Global Expo 2025 di New Delhi pada 18 Januari 2025. Di sana, Hyundai menegaskan bahwa pengembangan kendaraan ini berangkat dari kebutuhan mobilitas perkotaan yang nyata, khususnya di India — pasar di mana kendaraan roda tiga menjadi tulang punggung transportasi umum dan logistik jarak pendek.


“Hyundai Motor Company adalah merek yang berorientasi pada pelanggan, dan perhatian terhadap masyarakat India menjadi misi utama kami. Komitmen ini mendorong kami untuk mengeksplorasi desain solusi mobilitas mikro yang disesuaikan dengan karakteristik unik India,” ujar SangYup Lee, Executive Vice President dan Head of Hyundai & Genesis Global Design, dalam pernyataan resminya saat pameran tersebut.
Ia menambahkan bahwa Hyundai menargetkan produksi lokal untuk model roda tiga bersama TVS, sekaligus membuka peluang global untuk versi roda empatnya.


Secara teknis, E3W dirancang dengan pendekatan human-centric: kaca depan miring untuk visibilitas optimal, lantai rata dan jarak sumbu roda lebih panjang untuk kenyamanan, serta ban berdiameter besar guna meningkatkan stabilitas.


Dimensinya kompak, lincah untuk jalan sempit, dan fleksibel digunakan sebagai angkutan penumpang maupun logistik ringan.
Bahkan Hyundai mempertimbangkan opsi aksesibilitas dengan kursi lipat ramah pengguna kursi roda.

Sementara E4W menawarkan stabilitas lebih baik berkat konfigurasi empat roda dan kabin tertutup, tetap berbasis teknologi Battery Electric Vehicle (BEV) dengan fokus efisiensi energi dan biaya operasional rendah.
Menariknya, Indonesia bukanlah pasar asing bagi kendaraan roda tiga. Jakarta pernah hidup berdampingan dengan Bajaj selama puluhan tahun, bahkan menjadikannya bagian dari identitas kota, sampai diabadikan dalam serial televisi Bajaj Bajuri.
Moda itu mungkin kini memudar, tetapi kebutuhan akan kendaraan perkotaan yang ringkas, efisien, dan terjangkau belum pernah benar-benar hilang.
Dengan latar tersebut, muncul pertanyaan: apakah Hyundai sedang membuka kemungkinan menghidupkan kembali konsep kendaraan roda tiga dalam wajah yang lebih modern dan ramah lingkungan?

Dipamerkannya E3W dan E4W di Jakarta bisa saja menjadi sinyal awal. Di era transisi energi dan urbanisasi yang semakin padat, “Bajaj Bajuri” versi listrik mungkin terdengar nostalgik, tetapi justru relevan dengan kebutuhan mobilitas mikro masa depan yang ekonomis dan ramah lingkungan serta adaptif dengan berbagai kondisi jalanan dan lalu lintas yang padat.
Apakah Hyundai dan TVS akan pasarkan EW3 dan EW4 ke Indonesia?
Teks: Indramawan
Foto: Hyundai Motor Company




Komentar