Begini Cara Robot Pemadam Kebakaran Tanpa Awak dari Hyundai Bekerja
- Editor

- 27 Feb
- 3 menit membaca
Robot Pemadam Kebakaran berbasis kendaraan tanpa awak multifungsi HR-Sherpa produksi Hyundai Rotem ini mampu bertahan dalam suhu ekstrem 800 derajat celcius dan berjalan stabil di atas puing bangunan.

OTOPLUS ONLINE I Beberapa waktu yang lalu, Hyundai Motor Group mendonasikan empat unit Robot Pemadam Kebakaran Tanpa Awak (Unmanned Firefighting Robot) kepada Korea National Fire Agency.
Bantuan ini menjadi bagian dari hasil kolaborasi jangka panjang antara Hyundai Motor Group dengan Korea National Fire Agency dalam menghadirkan teknologi yang mampu mengurangi risiko cedera saat operasi di lokasi kebakaran berbahaya.
Dua unit robot telah digunakan oleh 119 Special Rescue Units di wilayah Capital dan Yeongnam, sementara dua lainnya segera ditempatkan di markas pemadam kebakaran provinsi.
Seperti apa kemampuan Robot Pemadam Kebakaran Tanpa Awak dari Hyundai ini?
Platform Listrik Tahan Lingkungan Ekstrem

Robot ini dikembangkan bersama otoritas pemadam kebakaran Korea dan berbasis kendaraan tanpa awak multifungsi HR-Sherpa produksi Hyundai Rotem.
Menggunakan platform listrik, robot dirancang untuk bekerja di ruang tertutup yang dipenuhi asap tebal dan gas beracunākondisi yang membatasi kendaraan pemadam konvensional berbahan bakar fosil.
Secara teknis, robot dibekali:
Water cannon dengan mode semburan langsung maupun semprot menyebar
Sistem self-spraying pembentuk tirai air pelindung
Kamera inframerah berbasis sensor panas
Kendali jarak jauh real-time
Sistem enam roda independen dengan ban tahan panas
Kombinasi ini memungkinkan robot tetap stabil di atas puing bangunan serta bertahan dalam suhu ekstrem.
Bagaimana Cara Kerjanya di Lapangan?

Secara singkat pada acara penyerahan donasi empat unit Robot Pemadam Kebakaran Tanpa Awak (Unmanned Firefighting Robot) kepada Korea National Fire Agency 25 Februari 2026 lalu, Executive Chair Hyundai Motor Group, Euisun Chung menyebutkan cara kerja robot ini sebagai representasi teknologi yang berorientasi pada keselamatan manusia.

āRobot pemadam kebakaran tanpa awak ini kami harapkan dapat menjadi rekan yang andal, memasuki lokasi berbahaya lebih dulu untuk melindungi keselamatan petugas,ā ujarnya.
Operasional robot dimulai dengan pengiriman unit ke zona berbahaya tanpa awak. Operator mengendalikan pergerakan dari jarak aman melalui koneksi nirkabel, sambil menerima siaran video langsung dari kamera inframerah di bagian depan.

Kamera tersebut memungkinkan deteksi titik api utama maupun potensi keberadaan korban di balik asap tebal. Setelah posisi strategis tercapai, water cannon diaktifkan untuk melakukan pemadaman awalābaik dengan semburan terarah ke pusat api maupun semprotan luas guna mengendalikan penyebaran.
Untuk menghadapi suhu yang bisa mencapai 800°C, robot dilengkapi sistem self-spraying yang terus-menerus menyemprotkan air ke sekeliling bodi. Mekanisme ini membentuk lapisan pelindung dan menjaga suhu internal tetap stabil di kisaran 50ā60°C.
Sementara itu, sistem penggerak enam roda independen (in-wheel motor) memastikan robot dapat bermanuver melewati puing, permukaan tidak rata, dan material panas tanpa kehilangan traksi.
Unit Perintis Sebelum Manusia Masuk

Dalam skenario kebakaran besar atau risiko runtuhan bangunan, robot berfungsi sebagai āunit perintisā. Ia melakukan pemadaman tahap awal, menilai kondisi struktur, serta memetakan keamanan lokasi sebelum tim pemadam memasuki area tersebut.
Pendekatan ini diharapkan mampu menekan angka cedera petugas dan mengubah pola respons kebakaran menjadi kolaborasi antara manusia dan mesin. Bagi Hyundai Motor Group, inovasi ini menjadi bukti bahwa teknologi mobilitas masa depan tidak hanya tentang transportasiāmelainkan juga tentang menyelamatkan nyawa.
Teks: Indramawan
Foto: Hyundai Motor Group




Komentar