• Editor

Impresi Berkendara BMW X7 xDrive40i Opulence Versi CKD

Harganya memang Rp100 juta lebih murah dibanding versi CBU-nya, Tapi ternyata rasa berkendara X7 (G07) ini tidak berbeda jauh dengan BMW X5 (G05).

Lebih panjang 229 mm dibandingkan X5 yang menjadi basisnya


OTOPLUS-ONLINE I BMW X7 merupakan produk flagship reguler di jajaran keluarga BMW X. Meski menyandang angka 7, SUV ini tidak menggunakan BMW seri 7 sedan sebagai basisnya melainkan BMW X5.


BMW X7 xDrive40i Opulence diluncurkan awal Maret 2021 lalu dengan harga Rp 2.621.000.000 (OTR Surabaya).


Baca juga: BMW Indonesia Hadirkan X3 dan X7 Terbaru untuk Lengkapi Model X


Kembali mengingatkan kalau varian ini merupakan versi CKD (Completely Knock Down) rakitan BMW Production Network 2, Gaya Motor Jakarta.

Harga lebih terjangkau tapi fiturnya lebih banyak


Meski menyandang predikat CKD, produk ini memiliki kualitas sama persis dengan varian Pure Excellence, versi CBU yang diperkenalkan pada semester kedua 2019 silam.


Kelebihan versi CKD, harganya terpangkas Rp 100 juta lebih terjangkau tapi dengan tambahan fitur yang berlimpah.


Eksterior

Headlight mengandalkan BMW Laserlight


Dari tampilan luar, perbedaan hanya akan terlihat dari peleknya, varian Opulence dibekali dengan desain pelek yang agresif berdiameter 21 inci.

Desain pelek lebih agresif


Bannya menggamit produk Continental Premium Contact 6 berukuran 285/45R21 sementara versi CBU menggunakan ban produk Pirelli P Zero berukuran sama.

Footstep nanggung, menurut kami terlalu sempit untuk dipijak


Perbedaan lain hanya akan terlihat oleh yang teliti yaitu pada bentuk lis kaca samping. Penampangnya lebih pipih sehingga tampak sedikit lebih lebar. Lainnya, sama.

Pintu belakang model split gate, sisi atas dan bawah terpisah, panoramic roof membuat kabin terasa makin lega dan mewah


Baca juga: Driving Impression BMW X5 xDrive40i xLine (Bagian 3-Habis): Oke Di Aspal dan Tanah


Interior

Masuk ke kabin X7 Opulence, kami tidak menemukan perbedaan dengan versi CBU.

Rasa di balik kemudi tak jauh berbeda dibandingkan X5


Warna jok mungkin berbeda di unit lain karena warna jok berbalut Merino Leather memang bisa dipilih sesuai keinginan konsumen melalui konfigurator di website.

Kenyamanan paripurna di baris kedua, jok baris ketiga masih cukup nyaman diduduki orang dewasa


Posisi duduk paling nyaman jelas di bangku baris kedua yang menggamit model captain seat. Spesifikasi ini tidak ditawarkan pesaingnya, Mercedes-Benz GLS. BMW X7 sangat cocok buat mereka yang mendambakan mobil nyaman tapi memiliki fleksibilitas digunakan di berbagai medan.


Fitur

Jok sebelah dan baris kedua dapat dikontrol dari sisi pengemudi, jok full elektrik


Pengaturan jok baris pertama dan kedua elektrik, bahkan untuk melipat jok baris kedua dan ketiga juga secara elektrik.

Ada fitur wireless charging


BMW juga terlihat royal menebar USB-C slot di seputar kabin untuk memanjakan keenam penumpangnya. Perubahan signifikan terdeteksi pada sistem audionya.

Setting dan kontrol pada sistem multimedia mudah dikontrol melalui i-Drive touch controller ini, sistem audio Bowers & Wilkins 20 spiker


“Kalau versi CBU mengandalkan sistem audio 16 spiker dari Harman Kardon, versi CKD ini menggunakan sistem audio dari Bowers & Wilkins dengan 20 spiker,” kata Axel Julio, Product Genius BMW Astra. Saat kami coba, suara yang dihasilkan terdengar lebih detail dan bening.

Beberapa dari sekian banyak fitur keselamatan berupa Parking Assistant Plus, Reversing Assistant. Juga X7 kini sudah dibekali teknologi Adaptive Cruise Control


Penambahan fitur lain yang layak diapresiasi yaitu penambahan fitur-fitur terkait keamanan dan keselamatan berkendara seperti Active Cruise Control with Stop&Go Functions, Front Collision warning with brake intervention, Lane Departure Warning, Lane Change Warning, Rear crossing traffic warning and collision prevention, Parking Assistant Plus, Reversing Assistant.


Impresi Berkendara

Menurut kami, X7 ini diciptakan buat mereka yang mengidamkan perpaduan antara kenyamanan dan fleksibilitas


Kami berkesempatan mencobanya di area terbatas. Rasa berkendaranya X7 (G07) tidak berbeda jauh dengan BMW X5 (G05).

Mesin yang digunakan sama, 3 liter 6 silinder segaris dengan turbo ganda hasilkan tenaga maksimum 340 dk/5.500-6.500 rpm dan torsi 450 Nm/1.500-5.200 rpm


Keduanya menggunakan platform yang sama dinamai Cluster Architecture (CLAR). Posisi berkendara, pandangan ke sekeliling, redaman suspensi serta respon dan performa mesin terasa sama.

Transmisinya 8 percepatan torque converter, shifknob-nya keren ya? Perpindahan gigi lebih cepat dengan menarik paddle shift


Namun tetap ada perbedaan yang kami rasakan yakni dari pengendalian lantaran jarak sumbu roda X7 lebih panjang 130 mm dibandingkan X5 serta dimensi panjang yang lebih melar 229 mm dari X5.

Naik turun suspensi udara dapat dikontrol melalui switch ini. Berkat teknologi 2-axle air suspension, ground clearance dapat dinaikkan hingga 40 mm dari posisi normal


Kehadiran fitur Surround (360°) View for Panorama and 3D view sangat membantu ketika bermanuver di jalan sempit atau mundur.

Teks & Foto: Nugroho Sakri Yunarto