• Editor

Driving Impression BMW X5 xDrive40i xLine (Bagian 3-Habis): Oke Di Aspal dan Tanah


  • Ternyata SUV seharga Rp 1,49 Milyar ini menyenangkan diajak off-road.


BMW X5 terbaru ini dibekali teknologi konektivitas canggih. Untuk masuk ke kabinnya, tak perlu menekan tombol apapun pada key card. Selama kita mengantongi key card, cukup selipkan tangan ke celah door handle dan kunci akan membuka. Kita bahkan dapat menghidupkan mesin dan mengaktifkan AC sebelum kita masuk ke kabinnya lewat key card berlayar tersebut.


  • Comfort access, buka pintu tak perlu menekan tombol selama kita mengantongi kuncinya.


  • Digital Key tak hanya untuk membuka kunci pintu tapi dapat digunakan untuk menghidupkan mesin dari luar sampai mengatur ketinggian suspensi. Canggih!


Demikian juga ketika akan mengunci pintu, dengan melangkah menjauhi mobil maka pada jarak sekitar 2 meter, seluruh pintu akan mengunci dan spion akan terlipat. Namun sisi gak asyiknya bila kita harus beberapa kali bolak-balik mengeluarkan barang belanjaan dari mobil maka kunci juga akan berulangkali melakukan proses lock-unlock.


  • Saat malam, door handle akan disinari cahaya LED.


Masuk ke dalam kabin, pengemudi akan disambut port seat berbalut material kulit Vernasca. Kontur busa jok moderate, tidak terlalu lembut membuai atau keras sehingga melelahkan. Rasanya akan menyenangkan saat digunakan pada perjalanan panjang. Apalagi joknya sudah dilengkapi setelan elektris 6 arah dengan sistem memori.


  • Langsung disambut Sport seat berlapis kulit Venasca dengan setelan elektrik 6 arah.


Layaknya sebuah BMW, posisi duduk ideal sangat mudah didapat and everything seems perfect. Posisi kemudi diatur secara elektris baik maju-mundur atau naik-turun.


  • Tombol memory seat diletakkan di doortrim.


Headrest juga dapat disetel maju-mundur dengan menekan tombol di salah satu sisinya. Pada posisi ini, komplain kami adalah refleksi outlet AC saat bagian dasbor terpapar sinar matahari. Refleksi itu muncul persis pada bagian kaca di sisi driver sehingga menghalangi pandangan ke spion samping.


  • Kontrol seluruh sistem kendaraan disatukan di konsol tengah, termasuk start/stop button.


Untuk menghidupkan mesin, jangan cari tombol start/stop di sisi kanan dasbor seperti kebanyakan mobil. Untuk memudahkan pengemudi, BMW mengelompokkan sistem berkendara di konsol tengah termasuk start/stop button. Berkat sistem peredam di sekujur bodi dan digunakannya kaca berspesifikasi acoustic glaze, suara luar terdengar minim di dalam kabin.


Mode Berkendara

  • X5 ini sangat kencang di aspal.


X5 dibekali 4 mode berkendara yaitu Comfort, Individual, Sport dan ECO Pro. Pada posisi default, mode selalu akan berada pada posisi Comfort, pada mode ini set up mesin, suspensi, kemudi dibuat balance.


  • Mode berkendara (Sport Individual, Sport, Comfort (default) dan EcoPro) dapat diatur melalui layar 7 inci ini.


Sobat dapat mengatur sendiri parameter seperti karakter mesin, kekerasan suspensi dan lainnya sesuai karakter mengemudi sobat dan menyimpannya pada mode Individual. Mode Eco Pro? Pada mode ini power mesin seperti tertahan, menurut OTOPLUS-ONLINE mode ini mubazir, buat apa naik BMW kalau mau untuk irit-iritan?


  • Tak hanya gagah tapi menawarkan kepraktisan dan efisiensi BBM tinggi.


Pada mode default (Comfort), tenaga mesin sebesar 340 dk/5.500-6.500 rpm dan torsi 450 Nm/1.500-5.200 rpm memang tidak diekstrak sepenuhnya tapi dipadu transmisi 8 percepatan rasanya sudah sangat cukup, apalagi kalau hanya dipakai di dalam kota. Dari tes yang kami lakukan, konsumsi bahan bakar rata-rata setelah kami ajak menjelajah 200 km lebih di jalanan kota Surabaya berkutat 9,2 km/liter. Super irit untuk mesin bensin 6 silinder berkapasitas 2.998 cc!


Kehematan BBM tersebut disumbang oleh beberapa faktor, utamanya perbandingan rasio gigi transmisi. Selama menjelajah di dalam kota dengan kecepatan 40-70 km/jam, takometer jarang sekali bertengger di atas 1.000 rpm. Mesin serasa nyaris stasioner. Selain itu, kehadiran fitur Auto Stop/Start yang secara otomatis akan mematikan mesin saat stasioner (misal berhenti di persimpangan traffic light) punya peran pada efisiensi BBM.


Fitur Auto Stop/Start akan aktif ketika kita berhenti dan memosisikan transmisi pada posisi netral. Mesin akan hidup kembali secara smooth hanya dalam tempo tak lebih dari 1 detik saat transmisi kembali diposisikan ke posisi D dan gas dipijak. Ketika mesin mati, apabila dalam periode waktu tertentu, sistem AC akan menanyakan apakah butuh untuk membuka sistem sirkulasi udara karena pada posisi ini, otomatis kompresor AC juga off.


  • Gearshift Paddle, meningkatkan sporty feeling.

Balik ke driving mode, untuk pengemudi antusias, mode Sport pasti akan memuaskan adrenalin sobat. Berada pada mode ini segalanya berubah, ground clearance turun, karakter mesin super beringas, karakter redaman suspensi jadi rigid dan sistem kemudi lebih tajam.


  • Mesin 6 silinder berkapasitas bersih 2.998 cc berkode B58 ini ternyata cukup hemat BBM, pada pemakaian dalam kota konsumsinya berkutat 9,2 km/liter lho.


Pastikan kondisi jalan di hadapan aman dari gangguan sebelum menginjak dalam pedal gas. Pasalnya tenaga 340 dk dan torsi 450 Nm akan diteruskan ke keempat rodanya melalui sistem penggerak All Wheel Drive (xDrive) dan membuat tubuh tertanam di sandaran jok. Kami gak menyangka kalau SUV seberat 2,2 ton ini dapat dihempaskan begitu mudah. Klaim BMW akselerasi 0-100 km/jam bisa tembus 5,5 detik dan top speed-nya 243 km/jam! Figur ini mengalahkan performa BMW 730 Li M-Sport yang menuntaskan percepatan 0-100 km/jam dalam 6,3 detik.


Menambah sensasi kencang, ketika berakselerasi muncul suara deru artificial dari sistem audionya. Untuk sistem audionya, BMW menggandeng produsen audio Bolwer & Wilkins untuk melakukan set up pada sistem audio 205 watt BMW HiFi System dengan 10 loudspeakers.


Adaptive Suspension

  • Medan off-road seperti ini bukan masalah lantaran ground clearance-nya bisa naik hingga 40 mm.


BMW selalu menyodorkan keasyikan berkendara sesuai filosofi Sheer Driving Pleasure. BMW X5 terbaru yang dibangun di atas plaform Cluster Architecture (CLAR) seperti di G11 (seri 7) dan G30 (Seri 3) .


  • Konstruksi suspensi depan model double wishbones yang rumit dengan adaptive 2-axle air suspension with automatic self-levelling suspension.

  • Konstruksi suspensi belakang gak kalah rumit, mengusung model Multilink juga dengan adaptive 2-axle air suspension.


Suspensinya mengadopsi teknologi adaptive suspension dengan 2-axle air suspension. Ketinggian dan karakter kekerasan suspensi dapat disetel sesuai Driving Mode.


  • Suspensi adaptif, ketinggiannya dapat diatur secara manual melalui tuas ini.

Untuk membuktikan klaim BMW kami juga mencoba kemampuannya menjelajah medan off-road ringan. Berkat sistem penggerak 4 roda, permukaan jalan non aspal yang becek dan licin tidak menjadi masalah. Sistem suspensinya sangat efektif di atas permukaan medan off-road karena kita dapat menaikkan ground clearance hingga 40 mm dari posisi normal untuk memaksimalkan kemampuan jelajahnya.


  • Level ketinggian suspensi dipantau dari informasi di layar multimedia.

Secara otomatis, sistem penggeraknya dapat membaca karakter medan lantas menyesuaikan setting kendaraan untuk menaklukannya. Karakter-karakter itu dibedakan sebagai berikut :


  • Ground clearance pada posisi terendah.

xSands, akan menambah ground clearance 20 mm, sistem off-road ABS dapat diaktifkan mulai kecepatan 10 km/h, respon pedal akselerator mudah dikontrol. Hasilnya : akan didapatkan traksi optimum bahkan pada permukaan jalan yang minim cengkraman.


xGravel, akan menambah ground clearance 20 mm, sistem off-road ABS dapat segera diaktifkan. Repson akselerator pedal terasa nyaman. Hasilnya : keseimbangan sempurna antara kehalusan dan keamanan di atas pemukaan kerikil/gravel.


  • Ground clearance pada posisi tertinggi.

xRocks, akan menambah ground clearance hingga 40 mm, sistem off-road ABS dapat diaktifkan mulai kecepatan 10 km/h, respon pedal akselerator mudah dikontrol. Hasilnya : didapat gerakan putaran roda yang konsisten dan cukup ruang di bawah kendaraan untuk melintasi medan yang buruk


xSnow, DSC diaktifkan, setting suspensi pada posisi normal. Transmisi akan mengunci di gigi  2. Hasilnya : meskipun dijalanan yang licin, cengkraman roda yang cukup akan selalu tersedia.


Driver Assistance System

  • Sistem Driver Assistance dengan fungsi salah satunya Park Assist.


Seluruh generasi terbaru BMW termasuk X5 telah dibekali teknologi Driving Assistance System. Sistem yang mencakup teknologi-teknologi Steering and Lane Control Assistant incl. narrow places, Emergency Stop Assistant, Local Hazard Warning, Lane Keeping Assistant with Active Side Collision Protection, Cruise Control, Road Sign Recognition, Distance Control, Speed Limit Assist dan Park Assist akan membantu kenyamanan berkendara dan keamanan mengemudi.


Fitur Lane Keeping Assistant mulai aktif di kecepatan 60 km/jam ke atas, OTOPLUS-ONLINE coba berpindah jalur dan menyentuh garis marka tanpa menghidupkan lampu sein di jalan tol seketika muncul getaran di kemudi yang mengingatkan agar segera kembali ke jalur seharusnya. Sistem ini tidak sampai mengintervensi gerakan kemudi yang mengarahkan kemudi otomatis kembali ke jalur semula seperti halnya sistem Lane Departure Warning di Peugeot 3008 SUV Allure Plus.


Driving Assistantance System dapat dipersonalisasi untuk memudahkan pengoperasian sesuai karakter pengemudi melalui layar BMW Live Cockpit Professional. Monitor berukuran 12,3 inci itu juga dapat digunakan untuk menampilkan informasi sistem hiburan dan peta sebagai alat bantu navigasi,


Tentunya X5 juga memiliki sistem bantuan pengemudi profesional di antaranya, Active Park Distance Control, Emergency Brake Function, Parking Assistant with Linear Guidance dan Reversing Assistant. Seperti pernah kami bahas di Driving Impression BMW 730Li M-Sport, fitur Reversing Assistant sangat membantu ketika kembali ke jalur semula jika seandainya kita kepentok jalan buntu.  


Teknologi Park Assist di X5 juga terasa cukup membantu ketika parkir. Memang sih masih terasa kekurangan semisal jika slot parkir terlalu sempit maka sistem tidak akan dapat mengeksekusi untuk masuk ke slot parkir tersebut. Atau sudah masuk ke parkir tapi sistem sudah menghentikan pengoperasian padahal posisi mobil masih terlalu nongol dari slot parkir dan masih tersisa cukup ruang untuk lebih mundur. Akibatnya pengemudi harus menuntaskan proses parkir secara manual.


Namun selama kami mencoba fitur ini, sistemnya selalu berhasil menghindarkan dari insiden seperti membentur tembok pembatas atau menyerempet mobil lain di sebelahnya. Pesan kami, kaki kanan tetap harus selalu siaga di atas pedal rem untuk mencegah insiden tersebut.

Kepraktisan & Utilitas


  • Fitur Autowiper dan Auto Headlight sudah pasti jadi standar.

  • Automatic air conditioning  dengan kontrol 4-zona, suhu di setiap sisi baris kedua dapat diatur secara terpisah.

  • Rear seat entertainment dapat dikontrol melalui layar multimedia di dasbor.


X5 G05 juga menyodorkan kepraktisan dan utilitas tinggi dengan tersebarnya kompartemen penyimpanan di kabin. Kompartemen di doortrim depan-belakang cukup besar untuk menyimpan botol air mineral ukuran 1.500 ml. Pada konsol tengah, terdapat sepasang cup holder dengan cooler dan warmer yang di tiap sisi dapat diatur individual.


  • Wireless charging, dapat digunakan untuk mengisi ulang gadget atau digital key.


Disediakan juga konsol wireless charging untuk mengisi daya ponsel atau digital key. Tempat penyimpanan berukuran sedang juga ada di bawah arm rest. Melihat dimensinya, tempat penyimpanan ini juga dapat dimanfaatkan untuk mengisi daya tablet.


  • Penumpang belakang mendapat akses hiburan dan kontrol melalui layar touch screen 10,2 inci ini.


Sepasang cup holder juga ditemui pada arm rest belakang menemani laci penyimpanan mini yang dapat dimanfaatkan untuk menyimpan ponsel, pena atau notes kecil.


  • Saat bangku belakang tidak dilipat, volume bagasi mencapai 650 liter.


Ukuran bagasinya juga tergolong besar, ketika bangku belakang tidak dilipat volumenya mencapai 650 liter. Saat bangku belakang yang memiliki komposisi 40:20:40 dilipat volumenya melonjak jadi 1.870 liter. Mekanisme bukaan bagasi model split gate yang sudah dipakai sejak X5 generasi pertama (E53) menyodorkan kepraktisan saat akan memasukkan barang berukuran besar. Terlebih ketinggian kendaraan dapat diturun dengan menyetel suspensi udaranya lewat tombol yang tertanam di sisi pintu bagasi.


Baca juga:


Teks & Foto: Nugroho Sakri Yunarto

© 2021 OTOPLUS-ONLINE

This website is owned and published by PT Media Kreasi Indonusa.

Reproduction of text, photographs or illustrations is not permitted in any form.