• Editor

Jonathan Rea Merasa Sirkuit Mandalika Cocok dengan Kekuatan ZX10-RR

Menghitung peluang Jonathan Rea pertahankan gelar juara dunia SBK 2021 di Mandalika.

OTOPLUS-ONLINE I Tertinggal 30 poin atas pemimpin klasemen sementara kejuaraan dunia World Superbike (SBK) 2021, Toprak Razgatlioglu, Jonathan Rea mengaku sangat bersemangat menghadapi seri pamungkas yang akan digelar di Pertamina Mandalika Internasional Street Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat.


"Setelah selama beberapa minggu mempersiapkan diri di rumah, saya sangat bersemangat pergi ke Mandalika, dan menghadapi putaran terakhir kejuaraan,"ungkap pembalap Inggris kelahiran 2 Februari 1987 ini melalui akun instagram-nya.


Lebih lanjut Rea mengatakan, dia sangat penasaran melihat sirkuit kebanggaan Indonesia ini untuk pertama kalinya.


"Kesan pertama saya melihat dari foto-foto, saya merasa sirkuit ini asik. Sepertinya cocok dengan kekuatan ZX10-RR kami," optimis pembalap yang bernaung di bawah tim Kawasaki Racing Team WorldSBK ini.

Terkait peluangnya yang 'berat' karena tertinggal 30 poin, pembalap juara dunia bertahan SBK enam kali (2015, 2016, 2017, 2018, 2019 dan 2020) ini tetap optimis.


Baca juga: Persiapan Akhir Toprak Jelang Penentuan Juara Dunia SBK 2021 di Mandalika: Sabit Rumput!


"Kami akan bekerja keras pada Jumat (hari ini, 19 November 2021) untuk mempelajari sirkuit dan menemukan setelan motor yang tepat. Kami tertinggal 30 poin, tapi kami akan bertarung sampai akhir."

Rea juga mengakui, semua tekanan itu telah hilang sekarang. "Saya bisa membalap dengan bebas, tanpa ada beban, dan target kami sudah jelas. Dengan adanya peluang tiga kesempatan mengoleksi poin, saya akan memberikan 100 persen untuk mendapat hasil maksimal."


Baca juga: Ditundanya ATC 2021 di Sirkuit Mandalika, Marshal Tak Mau Kerja atau Dyan Dilato Hina Marshal?


Sebagai informasi, ada tiga sesi untuk mengoleksi poin dalam ajang SBK, yakni Superpole, Race 1, dan Race 2.

Jika berhasil menduduki peringkat pertama dalam tiga kesempatan tersebut, maka rider akan mendapat 12 poin untuk Superpole, 25 poin untuk Race 1, dan 25 poin untuk Race 2. Sehingga total ada peluang 62 poin yang maksimal masih bisa diperjuangkan Rea.

Seandainya dalam tiga sesi tersebut Toprak masing-masing menempati posisi kedua, maka total poin yang didapatkannya adalah 49. Angka ini didapatkan dari 9 poin untuk Superpole, 20 poin untuk Race 1, dan 20 poin untuk Race 2.


Baca juga: Kolaborasi MGPA, IMI, dan Dyandra Promosindo Kembangkan Sport Tourism


Dengan hasil klasemen sementara hingga seri ke-12 yang digelar di Argentina 15-17 Oktober 2021 lalu, Toprak mengantongi 531 poin, sementara Rea 501 poin.

Dari hasil ini jika diskenariokan Rea mendapat poin maksimal dengan menempati posisi pertama di tiga sesi yang dilombakan, maka didapat poin akhir 501 + 62 = 563.


Sementara jika Toprak diskenariokan menempati posisi kedua di tiga sesi yang dilombakan, maka didapat poin akhir 531 + 49 = 580.

Memang berat posisi Rea, karena kalaupun Toprak menempati posisi 3 di semua sesi tersebut, pengumpulan posisinya masih lebih unggul, dengan 570 poin.


Angka ini didapat dari 531 + 39, dengan perolehan 7 poin untuk urutan ketiga Superpole (urutan keempat hingga kesembilan masing-masing selisih 1 angka), ditambah dengan poin posisi 3 di Race 1 dan Race 2 yang masing-masing adalah 16.

Namun, seperti halnya ungkapan yang seringkali didengar, apapun bisa terjadi di balap. Jadi kita tunggu saja pertarungan terdahsyat penentuan gelar juara dunia World Superbike 2021 di sirkuit Mandalika!


Teks: Indramawan

Foto: Instagram @jonathan_rea