Kia Kalahkan Hyundai di Korea Selatan Lewat Strategi Harga Terjangkau, Bagaimana di Indonesia?
- Editor

- 17 Jul
- 3 menit membaca
Kia salip Hyundai di Korea Selatan berkat strategi harga yang lebih kompetitif. Apakah langkah serupa yang mulai diterapkan Kia Indonesia berhasil?

OTOPLUS-ONLINE I Kia mencatat sejarah baru di pasar otomotif Korea Selatan. Untuk pertama kalinya, registrasi mobil baru Kia pada semester pertama 2026 berhasil melampaui gabungan Hyundai dan Genesis, menandai perubahan menarik dalam persaingan internal Hyundai Motor Group yang selama ini identik dengan dominasi Hyundai.
Perlu diketahui, Hyundai Motor Company adalah pemegang saham terbesar Kia, sekaligus penyelamat ketika Kia alami kebangkrutan tahun 1998. Sejak saat itulah Kia tergabung dalam Hyundai Motor Group.
Menariknya, data yang dirilis Carisyou Data Research Center menunjukkan Kia membukukan registrasi 268.868 unit sepanjang JanuariāJuni 2026.
Angka tersebut unggul dibanding total registrasi Hyundai dan Genesis yang mencapai 265.786 unit, terdiri dari Hyundai sebanyak 217.962 unit dan Genesis 47.824 unit.
Unggul 3.082 unit ini menjadi pencapaian bersejarah bagi Kia di pasar domestiknya.
Keberhasilan tersebut bukan terjadi tanpa alasan. Media bisnis Korea Maeil Business Newspaper menilai salah satu faktor utama adalah strategi Kia menghadirkan produk dengan harga yang lebih kompetitif, terutama di segmen kendaraan listrik (Sumber: Maeil Business).


Model seperti Kia EV3 dan Kia EV4 diposisikan sebagai EV yang lebih terjangkau, sementara Hyundai lebih mengandalkan model di segmen yang lebih tinggi seperti Hyundai IONIQ 5, IONIQ 6, dan IONIQ 9.



Perbedaan positioning tersebut dinilai membuat Kia lebih mampu menjangkau konsumen yang semakin sensitif terhadap harga di tengah perlambatan ekonomi.
Selain itu, kekuatan Kia juga datang dari lini SUV dan MPV yang menjadi favorit konsumen Korea Selatan.



Sepanjang semester pertama 2026, Kia Sorento menjadi model terlaris dengan penjualan 56.367 unit, disusul Sportage sebanyak 31.994 unit dan Carnival 31.143 unit. Tiga model tersebut menjadi tulang punggung yang membantu Kia mempertahankan momentumnya di tengah persaingan yang semakin ketat.
Strategi harga kompetitif tersebut juga dinilai membantu Kia menghadapi tekanan dari produsen otomotif China yang terus agresif menawarkan kendaraan dengan fitur lengkap dan banderol menarik.
Dalam situasi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih, harga menjadi salah satu pertimbangan utama konsumen saat memilih kendaraan baru.

Menariknya, pendekatan serupa mulai terlihat di Indonesia. Belum lama ini KIA Sales Indonesia melakukan penyesuaian harga sejumlah model agar lebih kompetitif.
Tidak hanya itu, perusahaan bahkan memberikan refund kepada konsumen yang telah membeli kendaraan sebelum kebijakan harga baru diberlakukan. Langkah tersebut menunjukkan bahwa Kia Indonesia juga mulai menjadikan strategi harga sebagai salah satu senjata untuk memperluas pasar.
In this economy, harga menjadi salah satu faktor paling menentukan dalam keputusan membeli mobil. Keberhasilan Kia di Korea Selatan menunjukkan bahwa strategi menawarkan produk dengan harga yang lebih kompetitif mampu mengubah peta persaingan, bahkan terhadap "saudaranya" sendiri, Hyundai.
Bukan tidak mungkin skenario serupa juga terjadi di Indonesia. Apalagi, Kia Indonesia belum lama ini mulai menerapkan strategi yang sama dengan menurunkan harga sejumlah model agar lebih kompetitif. Namun, tantangannya masih besar.

Berdasarkan data retail sales GAIKINDO periode JanuariāMei 2026, Hyundai membukukan penjualan 7.736 unit dan menempati posisi ke-11 nasional, sementara Kia bahkan belum masuk dalam daftar 20 merek dengan penjualan ritel terbesar di Indonesia.
Baca juga: Kia Umumkan Harga Terbaru Jajaran Produknya: New Sonet dan All New Carens Makin Terjangkau!
Menarik untuk melihat apakah strategi harga baru lebih terjangkau tersebut mampu mendongkrak penjualan Kia seperti yang terjadi di Korea Selatan.
Teks: Indramawan




Komentar