• Editor

Komunitas Mini Bike di Bali Ini Nekat Trabasan Malam Hari Susur Hutan Kintamani

Symphony of Night Volume 2 gelaran komunitas Mini Bike Enduro Race Bali, 26 - 27 Februari 2021

OTOPLUS-ONLINE I Bukan kawanan Mini Bike Enduro Race namanya kalau nggak bikin acara yang seru dan kreatif, meski kadang aneh-aneh. Seperti acara Symphony of Night kali ini. Dari nama acara, banner, dan teaser yang beredar di media sosial saja sudah tergambar betapa serunya acara ini, meski dengan sedikit bumbu spooky.

“Symphony of Night adalah kegiatan beradventure malam hari di alam terbuka, dengan menggunakan mini bike," buka Gede Bradley selaku founder sambil menambahkan, start riding dimulai dari jam 23 malam sampai pagi, dengan melintasi jalur Hutan Pinggan, Kintamani menuju destinasi Black Lava.

Lebih lanjut ditambahkan oleh Yuanito Henry Kurniawan selaku founder sekaligus artworker, melalui kegiatan Symphony of Night Adventure ini kami ingin memperkenalkan keindalan Pulau Bali di malam hari. “Sekaligus untuk melihat dan merasakan sensasi berkendara malam hari di hutan yang ada di pulau yang indah ini,” timpal Henry.

Sebagai informasi, Symphony of Night yang digelar 26 - 27 Februari 2021 lalu adalah acara kedua. Sebelumnya Mini Bike Enduro Race sudah pernah menggelar acara adventure malam hari serupa. “Tapi waktu itu kita kombinasikan dengan acara nge-camp, sementara yang baru ini kita benar-benar berkendara sampai pagi di tengah Hutan yang gelap dalam suasana hujan di pagi harinya,” kata Bradley.

Jalur yang licin dan gelap, dengan pohon-pohon tumbang yang menghalangi jalur, justru menambah keasikan jalur ditempuh bagi 14 peserta yang ikut dalam kegiatan ini. Selain internal komunitas Mini Bike Enduro Race, peserta ini juga datang dari komunitas lain.

"Rasanya ngeri-ngeri sedap saat masuk hutan. Apalagi menggunakan motor mini yang pastinya lebih rumit. Namun ini pengalaman yang sangat luar biasa bagi saya," tutur George HP dari komunitas Putar Arah Motorcycle.

" Kesan pertama yang saya dapat ketika ikut dalam acara Mini Bike Enduro Race ini adalah luar biasa dan bikin ketagihan. Ini adalah kali pertama saya gabung dengan teman teman penggemar motor mini trabasan, walaupun member sekiranya datang paling jauh tetap gas dan langsung ‘di-ospek’ main malam di hutan Desa Pinggan. Semoga kegiatan kegiatan seperti ini tetap berlanjut dan satu lagi kekompakan team tetap dijaga,” kata Wasudewa dari Singaraja.

"Untuk jalur di Symphony Of Night Adventure sangat seru sekali, walaupun bagi saya termasuk cukup ekstrem. Bayangkan saya jatuh hampir 4 kali tapi masih tetap fun dan menyenangkan. Selain itu kabut pekat pada jam 2 dini hari di area Kintamani, tapi tidak menghalangi keseruan dari acara ini," semangat Aganda Semeton dari W175 Bali.

Meski terkesan ekstrem, namun aspek safety rupanya telah diperhitungkan dengan baik. "Kami sadar susur hutan di malam hari menggunakan mini bike dengan kondisi cuaca seperti ini memiliki resiko yang tinggi. Karena itu di setiap stop point, kita selalu menghitung jumlah peserta untuk memastikan tidak ada yg tertinggal," kata Bradley sambil menambahkan protokol kesehatan tetap dikedepankan, dimana semua peserta wajib menggunakan masker dan riding gear seperti helm, sarung tangan,jacket dan sepatu untuk kegiatan adventure.

Secara keseluruhan, kegiatan kemarin berjalan dengan baik dan lancar. Sayangnya menjelang pagi rombongan tidak bisa melihat sunrise dari atas puncak, karena pas waktu itu hujan lebat dan mendung sangat tebal.


"Terpaksa kita lanjut ke rute selanjutnya," tutur Bradley mewakili rekan-rekannya di Mini Bike Enduro Race, yang bertekat menggelar kegiatan ini secara regular.


"Sebab kegiatan ini punya tujuan positif yakni menguatkan solidaritas komunitas, dan mengenalkan sisi lain Bali melalui adventure ride di malam hari," tutup Bradley.


Teks: Indramawan

Foto: Yuanito Henry Kurniawan