• Editor

Mesin Daihatsu Xenia, Terios dan Sirion Brebet? Buruan Cek Impellernya!

Impeller bermasalah karena melengkung, sehingga dari standarnya berukuran 19 mikron, menjadi 26 mikron, akibatnya suplai bahan bakar terhalang dan sebabkan rpm tak stabil, mesin tersendat, tak bertenaga lalu mati, dan sulit dinyalakan.

OTOPLUS-ONLINE I Daihatsu melaporkan, adanya keluhan pelanggan terkait puluhan unit kendaraan mereka. Tepatnya diakui PT Astra Daihatsu Motor (ADM), sebanyak 24 unit pelanggan melaporkan keluhan, terkait tiga model kendaraan Daihatsu, yakni Daihatsu Xenia, Terios dan Sirion.


Menyikapi hal tersebut, demi menjaga serta meningkatkan kepuasan para sahabatnya, pelanggan Daihatsu di Indonesia. Maka ADM mengumumkan program recall, terhadap tiga model tadi.


Dikatakan Bambang Supriyadi, Executive Coordinator Technical Service Division ADM, recall tersebut dilakukan, berkaitan dengan kendala yang dialami pelanggan pada komponen Motor Fuel Pump mobil mereka.

“Jadi pada tangki bahan bakar mobil Daihatsu terdapat Motor Fuel Pump, pompa penyalur bahan bakar ke dalam mesin. Di dalam Motor Fuel Pump ini terdapat part Impeller. Nah, karena kendala bahan baku pembuatan, internal di vendor kami, maka terjadi masalah pada part Impellernya,” ungkap Bambang dalam jumpa pers virtual, Kamis (18/3).

Sebenarnya lanjut Bambang, tak banyak keluhan, hanya 24 unit dibanding ribuan mobil dari tiga model Daihatsu yang sudah terpasarkan. Tapi program ini sebagai bukti tanggung jawab Daihatsu, dalam memberikan produk dan pelayanan terbaik. Sehingga pelanggan dapat tetap beraktivitas, dengan lebih aman dan nyaman.

  • Bambang Supriyadi, Executive Coordinator Technical Service Division ADM memperlihatkan Impeller yang bermasalah pada Daihatsu Xenia, Terios dan Sirion

  • Rangkaian komponen yang terdapat Impeller yang bermasalah

Secara detail, Bambang mengatakan, Impeller tersebut bermasalah, karena melengkung. Standarnya berukuran 19 mikron, melengkung menjadi 26 mikron. Hal itu membuatnya menghalangi suplai bahan bakar. Menyebabkan RPM tak stabil, mesin tersendat, tak bertenaga lalu mati, dan sulit dinyalakan.


“Biasanya pembuatan part ada toleransi ukuran. Nah, maksimal toleransi Impeller ini 19 mikron. Tapi Impeller yang bermasalah ini melengkung, dan mengembang menjadi 26 mikron,” urainya.


Padahal, tambah Bambang, kelebihan toleransinya sangat kecil, hanya 7 mikron. Tapi bisa menghalangi laju suplai bahan bakar, dengan tekanan 312 - 340 Kpa (Kilo Pascal). Membuat mesin mobil jadi brebet, dan tak bertenaga


Pada program ini, total ketiga model yang di-recall, dan perlu dilakukan penggantian Impeller komponen Motor Fuel Pump berjumlah 97.290 unit. Semua kendaraan yang di recall merupakan kendaraan yang diproduksi pada tahun 2017 - 2019.


Adapun untuk komposisi unit masing-masing, beserta tahun produksinya adalah Xenia 53.246 unit periode produksi Oktober 2017 - Juni 2019. Lalu Terios 41.152 unit (Desember 2017 - Juni 2019). Kemudian Sirion 2.892 unit (Januari 2018 - September 2019).


Daihatsu merekomendasikan kepada pelanggan yang mobilnya termasuk dalam daftar program recall, untuk dapat melakukan penggantian komponen ini agar kendaraannya selalu dalam kondisi prima.

  • Prosedur pengurusan recall produk Daihatsu

Untuk prosedur penggantian komponen ini, ADM akan menghubungi pelanggan yang kendaraannya masuk ke dalam program ini.


Pelanggan juga dapat langsung memastikan secara mandiri, apakah mobilnya masuk ke dalam program ini. Caranya dengan mengunjungi website resmi www.daihatsu.co.id/recall, dengan memasukan nomor rangka kendaraan, atau pelanggan juga dapat menghubungi Daihatsu Access di 1-500-898.


Pada penggantian komponen ini, pelanggan takkan dikenakan biaya apapun, alias gratis. Selain itu, proses penggantian juga dapat ditunggu selama kurang lebih 2 jam. Sehingga pelanggan dapat segera menggunakan kendaraan Daihatsu kesayangannya lagi untuk kembali beraktivitas.


“Silahkan dengan melakukan booking ke bengkel Daihatsu terdekat terlebih dulu. Jangan khawatir, ada 160 bengkel resmi yang siap melayani dari Sabang sampai Merauke. Kami juga akan melakukan verifikasi, apakah mobil sudah melakukan perbaikan sebelumnya atau belum,” pungkas Bambang.


Teks: Setiawan AS

Foto: ADM