• Editor

Modifikasi CBR150R: Neo-Scrambler Berotot Deltabox


Hadi, warga Pakal, Benowo, Surabaya Barat selaku pemilik Honda CBR150R lansiran 2002 ingin gaya baru untuk besutannya. Dia pengin sport bike yang tergolong legend itu dimodifikasi menjadi lebih besar dan berotot.

  • Dari sportbike diubah menjadi neo-scrambler.

“Konsep modifikasi yang diinginkan adalah neo-scrambler,” buka Yohanes Marse, dari Jowo Kustom selaku bengkel yang dipercaya menangani rombakannya.

  • Ubahan total pada rangka bagian belakang, yang dibuat lebih landai.

Keinginan ini menjadi tantangan tersendiri bagi Anes, nama sapaan pria yang bengkelnya ada di kawasan Jl. Lontar, Surabaya Barat ini. “Tentu bagian yang tersulit ada pada rombakan rangka,” tunjuk Anes sambil menjelaskan motor ini diberi nama SEAN, sesuai dengan nama anak pertama sang owner.

  • Tekukan rangka bagian belakang dibuat lebih smooth elevasinya.

Ya, CBR150R terlahir sebagai motor sport dengan ciri khas riding position agresif alias sedikit nungging. Untuk diubah menjadi scrambler dengan gayanya yang tegap, tentu harus mengubah total rangka bagian belakang menjadi lebih smooth. Tidak secara tajam naik ke atas.

  • Deltabox dipertahanakan agar kesan muscular kuat.

Untuk itu, bagian sub-frame belakang bawaan yang terbuat dari besi hollow dipotong habis, dan digantikan dengan sub-frame baru dari pipa seamless diameter ¾ inci dengan pola frame yang lebih smooth elevasi ke belakangnya. Tidak terlalu menjulang tajam. Sementara bagian deltabox masih dipertahankan, untuk mengejar kesan berototnya.

  • Antara deltabox, rangka belakang dan tangki diusahakan menyatu agar tidak kaku.

“Di sinilah kesulitannya. Bagaimana caranya sub-frame baru ini tidak terlihat kaku ketika disambung dengan deltabox,” kata Anes. Solusinya adalah lekukan bentuk tangki dan alur sub-frame dibuat sedemikian rupa, agar terlihat nyambung.

  • Lampu LED strip ditanam pada rangka, di atas sepabor belakang model ekor bebek (ducktail).

Untuk mewujudkannya, perlu beberapa kali revisi sehingga hasilnya bisa sesuai keinginan. “Kami melakukan banyak diskusi dan tukar pendapat untuk pengerjaannya, sebelum bisa puas dengan hasilnya,” tukas Anes.

  • Agar terlihat kokoh, fork depan comot punya Yamaha Xabre dipadu teromol Kawasaki KLX150.

Lanjut ke kaki-kaki. Fork depan mengadopsi kepunyaan Yamaha Xabre. Sementara di sektor belakang, swingarm menggunakan punya Kawasaki KLX berikut teromolnya.

  • Visor lampu depan dibuat asimetris untuk memberi ruang pada rpm meter (Foto 1 dan 2).

  • Engine guard jadi ciri khas motor scrambler segala medan.

Sebagai finishing, bagian bodi, terutama cover samping dan tangki bikinan tersebut dilabur dengan paduan cat warna merah maroon dan airbrush motif metal. “Tujuannya agar semakin menguatkan kesan muscular disamping memberikan sentuhan futuristik sesuai konsep neo-scrambler ,” tutup Anes.


Data modifikasi:

Tangki: custom

Jok: custom

Spatbor depan-belakang: custom

Knalpot: custom SS

Fork depan: Yamaha Xabre

Monoshock belakang: Kawasaki Ninja RR

Swingarm: Kawasaki KLX 150

Pelek: 300-17 (belakang), 250-17 (depan)

Ban: Shinko 130/80-17 (belakang), 120/80-17 (depan)


Bengkel: Jowo Kustom

Jl. Lontar No. 29 RT 01/RW 01, Surabaya

HP: 088217394210


Teks: Indramawan

Foto: Jowo Kustom

S U B S C R I B E

© 2019 - 2020 otoplus-online