Mudik Jarak Jauh? Kenali Tanda-Tanda Mesin Kepanasan pada Mobil
- Editor

- 16 Mar
- 2 menit membaca
Selain indikator suhu meningkat, tanda mesin kepanasan lain yang muncul adalah keluarnya uap dari area kap mesin.

OTOPLUS ONLINE I Perjalanan mudik sering kali menuntut kendaraan menempuh jarak jauh dalam waktu lama, menghadapi kemacetan, serta suhu lingkungan yang tinggi.
Dalam kondisi tersebut, sistem pendingin mesin memegang peranan penting untuk menjaga temperatur mesin tetap stabil agar tidak kepanasan atau mengalami overheat.
Jika tidak segera ditangani, kondisi ini berpotensi memicu kerusakan pada sejumlah komponen penting pada mesin.
Pengemudi sebenarnya dapat mengenali tanda-tanda awal overheat melalui indikator yang muncul pada kendaraan.
Salah satu gejala paling umum adalah meningkatnya suhu mesin yang terlihat pada panel instrumen.
Ketika jarum temperatur mendekati batas maksimum atau muncul peringatan suhu mesin, pengemudi sebaiknya segera menepikan kendaraan.
āJika jarum temperatur sudah mendekati batas maksimum atau muncul peringatan suhu mesin, sebaiknya pengemudi segera mengarahkan kendaraannya menepi dan tidak memaksakan kendaraan tetap berjalan. Cara ini sebagai langkah meminimalisir kerusakan fatal,ā ujar Roni Agung, Kepala Bengkel Astra Peugeot Cabang Cilandak.
Selain indikator suhu yang meningkat, tanda lain yang bisa muncul adalah keluarnya uap dari area kap mesin akibat cairan pendingin yang mendidih.
Dalam beberapa situasi, performa mesin juga bisa terasa menurun, sementara kinerja pendingin kabin atau AC menjadi kurang optimal.
Jika gejala tersebut muncul saat perjalanan, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menepikan kendaraan di tempat aman dan mematikan mesin untuk menghentikan proses pemanasan.
Pengemudi juga tidak disarankan langsung membuka tutup radiator ketika mesin masih panas karena tekanan pada sistem pendingin dapat menyebabkan cairan panas menyembur keluar.
Sebaiknya tunggu sekitar 15 hingga 30 menit hingga suhu mesin menurun.
Setelah itu, pengemudi dapat memeriksa level cairan pendingin pada tangki reservoir dan menambahkan coolant jika volumenya berkurang.

āJika setelah penambahan coolant suhu mesin kembali normal, kendaraan masih dapat dijalankan secara perlahan menuju bengkel untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,ā tambah Roni.
Untuk mengurangi risiko overheat selama perjalanan mudik, pemilik kendaraan disarankan melakukan pemeriksaan sistem pendingin secara berkala di bengkel resmi sebelum memulai perjalanan jauh.
Dengan memastikan seluruh komponen pendingin bekerja optimal, kondisi kendaraan tetap prima sehingga perjalanan mudik dapat berlangsung lebih aman dan nyaman.
Teks: Indramawan
Foto: Astra Peugeot




Komentar