Test Drive Mobil Viral Green SM, VinFast VF e34: Ternyata Menarik Dijadikan Mobil Pilihan!
- Editor

- 2 jam yang lalu
- 6 menit membaca
Hasil test drive kami, paling tidak VinFast VF e34 mempunyai 3 hal menarik untuk dilirik sebagai mobil pilihan.

OTOPLUS ONLINE I Mobil listrik VinFast VF e34 ini mendadak populer lantaran reputasinya sebagai armada taksi Green SM, operator taksi asal Vietnam yang telah beroperasi di Jakarta, Bekasi, Surabaya dan Makassar.
Kenapa Green SM identik dengan VinFast VF e34 (dan VF 5)?
Itu tak lepas dari kodrat Green SM yang merupakan sister company VinFast Group. Keuntungan buat VinFast? Populasinya meledak!
Dari data wholesales Januari-Mei 2026 yang dilansir GAIKINDO, VF e34 terjual sebanyak 5.974 unit. Capaian itu jauh lebih tinggi dibandingkan compact SUV dan hatchback listrik lain yang bermain di kisaran harga Rp200-400 jutaan.
Pada periode yang sama, Jaecoo J5 EV terjual sebanyak 1.663 unit, BYD Dolphin (548 unit) dan MG ZS EV hanya laku 2 unit.
Mengesampingkan citranya yang identik dengan taksi, VinFast VF e34 sebenarnya menarik untuk dipertimbangkan sebagai mobil pilihan.

Tiga hal yang membuatnya menarik untuk dilirik untuk saat ini. Pertama adalah skema kepemilikan.
VinFast menawarkan skema battery subscription atau sistem sewa baterai dimana harga mobil dipisahkan dari baterainya.
VinFast Marani, authorized dealer VinFast wilayah Surabaya dan Mojokerto memasarkan VF e34 dengan harga OTR Rp423.860.000 (battery included) dan Rp311.000.000 (battery subscription). Selisihnya nyaris 113 juta!

Menurut kami, skema pembelian dengan battery subscription lebih menarik. Meski harus membayar biaya langganan baterai sebesar Rp593.000/bulan namun skema ini akan membebaskan sobat dari risiko penurunan kesehatan baterai (degradation) karena VinFast akan menggantinya secara gratis jika kapasitas baterai turun di bawah 70%. VF e34 dibekali baterai LFP (Lithium Ferro Phospate) 41.9 kWh.
Selanjutnya yang kedua adalah garansi. VinFast mengawal VF e34 dengan masa garansi komprehensif kendaraan bumper to bumper selama 10 tahun atau 200.000 kilometer. Masa garansi paling lama yang ditawarkan produsen kendaraan saat ini dimana umumnya berkisar 5-8 tahun.
Ketiga, gratis ngecas sampai Maret 2029. Ya, gak salah! Pemilik semua model VinFast terbebas dari biaya rutin pengisian baterainya. Privilege ini tak terlepas dari keberadaan ekosistem charging station VinFast yang didukung penuh oleh V-Green, afiliasi infrastruktur yang berfokus pada investasi stasiun pengisian daya.
Di Indonesia, ekosistem ini tersebar luas melalui jaringan V-Green Station, kantor Pos Indonesia dan integrasi SPKLU nasional, yang dirancang eksklusif untuk memberikan kemudahan bagi pemilik kendaraan VinFast.
Selain lewat aplikasi, titik-titik charging station V-Green bisa diketahui melalui website www.vinfastauto.id.

VF e34 diciptakan ideal sebagai mobil perkotaan. Panjangnya 4.300 mm, lebar 1.768 mm (termasuk spion) dan tinggi 1.615 mm. Jarak sumbu roda (wheelbase) 2.611 mm dengan ground clearance 165 (dengan beban maksimum)-180 mm (kosong).
VinFast VF e34 dikembangkan menggunakan platform khusus kendaraan listrik dari pabrikan komponen otomotif asal China, Shanghai Launch Automotive Technology Co., Ltd. (LS Auto).

Kalau sobat menilai tampilannya terlihat ketinggalan dibandingkan mobil-mobil listrik terbaru asal Cina itu wajar pasalnya di negara asalnya,
Vietnam, SUV kompak listrik ini sudah diperkenalkan sejak Maret 2021.
Styling bodinya dikembangkan bersama Pininfarina, rumah desain dan rekayasa otomotif ternama asal Italia yang terkenal sebagai perancang berbagai mobil ikonik dunia. Pininfarina sendiri telah bermitra dengan VinFast sejak awal pembentukan merek tersebut di tahun 2017.
Fitur dan Kepraktisan

Menunjang fungsinya sebagai alat transportasi harian perkotaan yang praktis dan bisa diandalkan.

Selain bagasi berkapasitas 290 liter VF e34 juga dibekali banyak titik penyimpanan. Setidaknya ada 10 titik penyimpanan yang kami dapati di dasbor, konsol Tengah dan kantong pintu depan-belakang.
VF e34 juga dilengkapi auto dimming mirror, vanity mirror with lamp, headlamp height adjuster dan power back door.

Komplain kami hanya pada kualitas material kabin khususnya plastik yang terkesan kurang solid dan murah.
Fitur eksterior seperti roofrail bukan sekadar hiasan, komponen ini bisa difungsikan untuk memasang roofbar sebagai penopang roofbox. Harus dipahami kalau beban roofrail yang diizinkan rata-rata mobil di segmen compact SUV maksimal berkisar 50-60 kilogram.
Ruang kabinnya bisa memuat 5 penumpang dengan layak dengan jok yang didesain ergonomis berbalut artificial leather, serta panel instrumen digital yang menyajikan informasi berkendara secara komprehensif

Fitur-fitur yang menyertai juga tergolong modern dan memadai di kelasnya diantaranya infotainment touchscreen 10 inci, instrument display yang menyajikan informasi berkendara secara komprehensif, konektivitas smartphone, AC otomatis, dan aplikasi pintar terintegrasi.
Mobil ini juga dilengkapi aplikasi terintegrasi yang menyajikan hingga 18 fitur pintar, termasuk pemantauan status kendaraan, manajemen pengisian daya, dan kontrol jarak jauh.

Untuk keamanan, VF e34 yang dibekali 6 airbag telah lolos uji tabrak dan meraih Bintang 4 ASEAN NCAP. Compact SUV ini juga dikawal fitur driving assistance basic seperti Rear Cross Traffic Warning, Blind Spot Detection, Door Open Warning dan kamera 360 derajat untuk memudahkan manuver di ruang terbatas.
Performa Halus

VinFast VF e34 mengandalkan Permanent Magnet Synchronous Motor (PMSM) bertenaga 110 kW atau 147 DK dengan torsi maksimum 242 Nm. Motor Listrik ini menggerakkan roda dengan perantara single speed automatic gearbox.

Karakternya halus, nyaman dipakai di perkotaan atau melibas jalan bebas hambatan. Meski top speed-nya dibatasi hanya 130 km/jam untuk menjaga keawetan baterai, mobil ini sanggup menuntaskan akselerasi 0-100 km/jam hanya dalam waktu 9 detik. Istimewa untuk mobil berbobot kotor 1,55 ton.

Baterainya LFP (Lithium Ferro Phospate) 41,9 kWh yang diklaim bisa menjelajah hingga 318 km. VF e34 mendukung DC fast charging hingga 250 kW sehingga memungkinkan proses pengisian 10-70 % hanya dalam waktu 27 menit.

Yang harus diingat, semakin besar dan sering kita melakukan pengisian fast charging maka akan semakin pendek usia pakai baterai kita. Jadi kalau pengin awet, cukup gunakan AC charging untuk mengisi ulang daya baterai mobil listrikmu.
Rasa Berkendara

Di balik kemudi, posisi duduk ideal mudah didapat. Selain jok yang didesain ergonomis dengan setelan ketinggian, setirnya juga punya setelan maju mundur (telescopic).

Visibilitas ke depan dan samping juga baik karena desain kaca yang besar dan rendah di pintu depan. Satu keluhan kami ada pada frame konsol tengah yang menonjol dan terasa keras Ketika paha kiri bertumpu di situ.
Karakter suspensi VF e34 cenderung soft-medium. Suspensinya mengusung tipe McPherson Strut (depan) dan Torsion Beam (belakang). Di jalanan perkotaan dengan kecepatan jelajah maksimal 60 km/jam, terasa nyaman dikendarai.
Konsekuensinya jadi keempukan kalau dikebut terutama di atas 110 km/jam. Mungkin itu juga alasan kecepatan maksimumnya dibatasi di 130 km/jam. Keluar exit Waru melintas tikungan parabolic dengan kecepatan 60 km/jam, body roll lumayan terasa meski begitu mobil ini masih terasa stabil pada kecepatan jelajah 110-120 km/jam di jalan tol.

Karakter itu tak lepas dari konfigurasi jarak pijak (wheel tread) depan 1.474 mm dan 1.490 (belakang).
Sudah menjadi karakter mobil dengan wheel tread depan lebih sempit akan memberikan stabilitas garis lurus yang sangat baik, ia juga sanggup memberikan traksi menikung yang tinggi namun harus diwaspada karena karakter understeer melekat apalagi mobil ini berpenggerak roda depan.
Point For Improvement

Jika serius memasarkan VF e34 sebagai dagangan, saran kami VinFast Indonesia sebaiknya membedakan antara versi taksi (fleet) dengan versi pribadi.

Seperti Toyota membedakan Avanza untuk pengguna pribadi dan Transmover untuk versi taksi atau fleet-nya. Bedakan fitur dan kualitas material untuk membuatnya lebih worth to buy.

Ganti saja material piano black dengan silver satin agar meski tergores akan tersamar.
Selanjutnya setup manajemen baterai atau bagaimanalah agar jarak tempuhnya bisa sampai minimal 400 kilometer. Klaim 318,6 km (NEDC) saat ini terlalu pendek karena pada praktiknya sudah harus dicas pada kisaran 270 kilometer.
Teks dan Foto: Nugroho Sakri Yunarto




Komentar