Peta Kekuatan MotoGP 2026 Jelang Tes Resmi Buriram: Ducati Memimpin, Rival Mendekat!
- Editor

- 14 jam yang lalu
- 4 menit membaca
Rangkuman hasil tes Sepang dan pekerjaan rumah yang masih harus diselesaikan tiap pabrikan jelang tes resmi kedua di Chang International Circuit Buriram, dan putaran pembuka GP Thailand.

OTOPLUS ONLINE I Tes resmi MotoGP akan kembali digelar di Chang International Circuit Buriram - Thailand selama dua hari pada 21–22 Februari atau hanya sepekan sebelum putaran pembuka Thailand Grand Prix.
Uji coba di Thailand ini menjadi persiapan terakhir sebelum musim MotoGP 2026 resmi dimulai, yang kebetulan juga berlangsung di Buriram.
Artinya, setiap data yang dikumpulkan akan sangat krusial. Seluruh tim dituntut melakukan pembenahan dan penyempurnaan paket motor masing-masing setelah rangkaian tes resmi pertama di Sepang International Circuit pada 3–5 Februari lalu.
Berikut rangkuman hasil tes Sepang serta pekerjaan rumah yang masih harus diselesaikan tiap pabrikan menjelang tes resmi kedua di Chang International Circuit Buriram, dan putaran pembuka Thailand GP.
Ducati: Tetap Jadi Benchmark, Tapi Tak Boleh Lengah

Ducati kembali menjadi referensi utama di Sepang. Desmosedici terbaru konsisten berada di barisan atas, baik dalam time attack maupun simulasi race pace.
Secara strategis, Ducati memilih pendekatan stabil. Mengutip laporan Autosport, pabrikan Bologna itu memutuskan mempertahankan basis mesin 2024 hingga akhir era 1000cc pada 2026. Mesin tersebut dinilai sudah sangat kompetitif dan stabil, sehingga tidak diperlukan perubahan radikal di tengah pembekuan spesifikasi.
Mulai 2027, MotoGP akan memasuki era baru dengan mesin 850cc, sehingga Ducati memilih menjaga stabilitas hingga akhir siklus regulasi saat ini.
Namun dominasi ini bukan tanpa catatan. Alex Marquez, seperti dikutip Crash.net, mengingatkan bahwa rival mulai mendekat dan Ducati tidak boleh berpuas diri. Detail kecil seperti manajemen ban dan keseimbangan aero tetap harus disempurnakan.
Perlu dicatat, saat desain mesin sudah dibekukan untuk 2026, kecuali Yamaha, saat ini aerodinamika menjadi satu-satunya komponen kunci yang harus dihomologasi di awal musim.
Selain Yamaha yang berada di ranking konsesi D, setiap pabrikan hanya memiliki masing-masing satu pergantian desain yang diizinkan dalam musim, membuat keputusan memilih aero menjadi sangat krusial selama pra-musim.
Dalam konteks pengembangan aerodinamika, laporan Crash.net juga mengungkap bagaimana Marc Marquez menjelaskan penggunaan teknik visualisasi untuk mengevaluasi paket aero MotoGP.
Pendekatan ini membantu tim memahami aliran udara dan efektivitas winglet secara lebih presisi sebelum keputusan final diambil.
Aprilia: Sang Penantang Terdekat

Aprilia tampil sangat kompetitif di Sepang. RS-GP26 mampu menempel Ducati dalam beberapa sesi penting dan menunjukkan potensi kuat dalam simulasi jarak panjang.
Namun menurut Marco Bezzecchi, seperti dilaporkan Crash.net, peningkatan motor 2026 tidak sebesar lompatan musim lalu. Perkembangannya lebih bersifat penyempurnaan detail ketimbang revolusi teknis.
Meski desain mesin telah dibekukan untuk musim 2026 ini, namun Technical Director Aprilia, Fabiano Sterlacchini mengungkapkan Aprilia masih memiliki beberapa area untuk ditingkatkan dengan RS-GP 2026.
Fabiano Sterlacchini menjelaskan, sisi elektronik di RS-GP 2026 telah ditingkatkan dalam upaya meningkatkan kepercayaan diri pengendara dan peningkatan akselerasi sekecil apa pun.
Sementara dari sisi aerodinamika, Sterlacchini menekankan pentingnya menemukan keseimbangan antara downforce dan drag.
"Karena saat Anda meningkatkan downforce depan, Anda juga meningkatkan drag," ujar Sterlacchini.
KTM: Kenyamanan sebagai Dasar Peningkatan Kecepatan

KTM menunjukkan progres yang jelas. RC16 terlihat lebih stabil dan lebih mudah dikendalikan dibanding musim sebelumnya.
Menurut Brad Binder, seperti dikutip Crash.net, fokus utama pengembangan adalah meningkatkan kenyamanan pembalap. Ia berharap rasa percaya diri yang lebih baik di atas motor akan otomatis menghasilkan peningkatan kecepatan.
Dan peningkatan kecepatan ini memang sangat dibutuhkan Brad Binder yang hanya berada di posisi ke-15 di tes Sepang, dengan defisit 1,188 detik.
“Saya berharap kenyamanan ini akan berubah menjadi kecepatan pada tes berikutnya,” harapnya.
Honda: Arah Pengembangan Positif, Grip Belakang Masih Jadi Masalah

Honda menjadi salah satu kejutan positif di Sepang. RC213V 2026 terlihat lebih kompetitif dan mampu bersaing di kelompok atas dalam beberapa sesi.
Joan Mir, menurut laporan Crash.net, menyebut motor 2026 sebagai yang terbaik sejak ia bergabung dengan Honda. Namun ia juga mengingatkan bahwa masalah rear grip belum sepenuhnya terselesaikan.
"Grip [belakang] masih menjadi masalah," katanya. “Kami mengalami wheelspin lebih dari yang kami inginkan.”
Yamaha: Masalah Mesin, Rival Jauh Lebih Cepat

Yamaha menghadapi tes yang lebih berat dibanding para rival. Menurut laporan Autosport, tim sempat menghentikan aktivitas lintasan untuk menyelidiki masalah mesin M1 terbaru. Gangguan ini mengurangi waktu pengujian yang sangat berharga.
Apalag pembalap utama Fabio Quartararo mengaku belum memiliki cukup waktu di lintasan untuk memahami posisi Yamaha V4 dibandingkan dengan para pesaingnya.
Di sisi lain, Quartararo juga menilai rival jauh lebih cepat sejak hari pertama tes Sepang.
“Hanya dalam satu hari, kita melihat catatan waktu putaran, dan itu sangat cepat. Jadi kita tahu di mana kita berada, kita tahu bahwa kita sangat jauh, tetapi kita harus menerimanya dan bekerja keras adalah satu-satunya hal yang dapat kita lakukan,” ujarnya.
Teks: Indramawan
Foto: dari berbagai sumber




Komentar