• Editor

Rekam Jejak Kiprah 100 Tahun MG (Morris Garage) di Dunia Balap Internasional


MG atau lebih dikenal dengan Morris Garage adalah brand terkemuka asal Inggris yang berdiri sejak tahun 1920, baru saja melakukan penetrasi ke market Indonesia. Bagi kebanyakan masyarakat, merek MG ini masih terasa asing. Padahal, merek asal Abingdon, Inggris ini punya andil besar dalam menghidupkan sejarah dunia otomotif, lewat kiprahnya dalam menjuarai beragam kompetisi bergengsi.


Tahun 1931, MG EX120 yang memiliki julukan ‘The Magic Midget’ sukses menorehkan rekor pertama dalam ajang kendaraan pemecah rekor kecepatan di darat atau land speed record.

MG K3 Magnette memenangkan kompetisi balap Mille Miglia (1,000 mil) di Italia 1933.


Dilanjut kemudian dengan MG K3 Magnette di tahun 1933, yang memenangkan kompetisi balap Mille Miglia (1000 mil) di Italia, hingga EX181 yang dikendarai pembalap legendaris, Sir Stirling Moss di Bonneville Salts flats di tahun 1957. Juga keberhasilan the Old Number One yang memenangkan medali emas di Land’s End Trial pada tahun 1925.

Arief Syarifudin, Marketing & PR Director MG Motor Indonesia (kanan) bersama Figo Lee, Managing Director MG Motor Indonesia.


“Pencapaian MG selama hampir 100 tahun di industri otomotif dunia menjadikan MG sebagai merek yang sudah teruji kualitas dan ketangguhannya. Sepanjang sejarahnya, MG tidak hanya memproduksi mobil-mobil yang memiliki keunggulan dari sisi kecepatan, namun juga sosok-sosok bersejarah yang turut membangun nama MG hingga menebalkan tidak hanya prestasi, namun juga gengsi di dunia otomotif dunia. Kehadiran kami di Indonesia bertujuan untuk memantapkan posisi MG melalui pengalaman berkendara menyenangkan dan mampu memuaskan ekspektasi konsumen di Tanah Air,” ujar Arief Syarifudin, Marketing & PR Director MG Motor Indonesia.


Dalam kiprahnya menjelang usia seratus tahun, MG terus mencetak tidak hanya prestasi, namun juga nama-nama besar yang semakin menguatkan posisi MG dalam kompetisi dunia otomotif.

Tim bernama The Dancing Daughters atau juga disebut Eyston's Dancing Daughters menurunkan 6 pembalap wanita yang semuanya mengendarai MG PA 1934 pada kejuaraan ketahanan 24 jam LeMans 1935.


Le Mans yang merupakan ajang balapan ketahanan 24 jam paling bersejarah dan ternama di dunia turut dihadiri 6 pembalap perempuan ikonik, yaitu Margaret Allen bertandem dengan Coleen Eaton, sementara Doreen Evans berpasangan Barbara Skinner, serta Joan Richmond bersama Joan Simpson. Mereka mengendarai 3 mobil MG PA 1934, dan berhasil mengukir sejarah serta membuktikan bahwa wanita juga bisa berkompetisi di trek balap dengan menyelesaikan Le Mans 1935.

MG6 GT yang dikendarai Timothy Jason Plato pada ajang British Touring Car championship (BTCC) 2012. Pada musim kompetisi saat itu, Jason Plato yang tergabung dalam tim MG KX Momentum Racing menempati klasemen akhir ke-3.


Begitu pula di kejuaraan balap dunia Grand Prix 1950, British Rally Championship Silverstone Tyres 1400 di tahun 2007, dan British Touring Car championship (BTCC) 2012.

Dua pembalap Inggris terkemuka Timothy Jason Plato (kiri) dan Andy Neate bersama MG6 GT.

Itu adalah beberapa ajang balap mobil yang juga pernah dimenangkan oleh MG dengan model MG TC yang dikendarai oleh Frank Dominianni, MG ZR yang dikendarai oleh Luke Pinder, dan MG6 GT yang dikendarai oleh Timothy Jason Plato di masing-masing kejuaraan tersebut.


Sekilas Perjalanan MG ke Indonesia

Berawal dari Inggris, MG mulai mengembangkan pengaruhnya di Amerika selepas Perang Dunia II di tahun 1945. MG T Type sports car diboyong oleh para pejuang Amerika dan sejak saat itu Amerika Serikat menjadi pasar yang penting untuk ekspor MG.

MG HS diluncurkan Agustus 2020 lalu di Indonesia.


Memasuki 2020, MG melebarkan sayapnya ke Indonesia sebagai pasar yang memiliki potensi besar di Asia Tenggara. MG telah meluncurkan MG ZS di Maret 2020 dan yang terkini MG HS di Agustus 2020.


Teks: Indramawan

Foto: MG Motor Indonesia

S U B S C R I B E

© 2019 - 2020 otoplus-online