• Editor

Restorasi dan Modifikasi Motor Underbone Legendaris Garapan Bengkel Gresik

Bengkel 79Dux lakukan restorasi dan modifikasi pada Cagiva Stella, Honda Nova Dash, Kawasaki Tuxedo, Yamaha Belle SL, dan Yamaha Champ.

OTOPLUS-ONLINE I Selain menekuni bisnis pembuatan knalpot, dengan label 79Dux Exhaust Technology sejak 2010, Cansa ‘Edux’ Noveldy, mantan road racer Jawa Timur yang malang melintang di arena balap dari 1996 hingga 2008, kini juga menekuni restorasi motor-motor lawas. Tepatnya sejak 4 - 5 tahun ini.


Ketika mampir ke bengkelnya yang ada di Jl. Raya Hulaan 79, Menganti - Gresik Selatan ini, OTOPLUS-ONLINE sempat surprised setelah melihat motor undebone atau juga sering disebut ayam jago garapan bengkel 79Dux.

Sebagai informasi, underbone atau ayam jago adalah sebutan motor bebek (cub) yang mengusung fork depan model batangan atau teleskopik seperti motor laki. Model seperti ini populer di era 1990 hingga 2000-an. Sebut saja motor-motor seperti Suzuki Sprinter, atau Yamaha Champ yang diminati remaja saat itu.

“Selain merestorasi motor ayam jago yang pernah populer di Indonesia, kami juga merestorasi unit yang pernah populer di Thailand atau Malaysia, bahkan Italia. Beberapa di antaranya malah belum pernah masuk secara resmi ke Indonesia,” sebut Kiki Wandono, mekanik 79Dux mewakili Edux selama sesi pemotretan dan wawancara. Berikut ini beberapa motor underbone yang telah menjalani restorasi dan modifikasi di bengkel 79Dux.


Cagiva Stella 125 2002

Populasi motor ini cukup langka di Indonesia. Bisa dimaklumi karena Cagiva ini adalah brand asal Italia. Di katalog motor-motor yang diproduksi Cagiva Italia sendiri, nama Stella ini tidak masuk di dalamnya.


Jika melihat emblem PDK yang ada di cover body samping kanan dan kiri, sementara ini kami menduga Cagiva Stella lahir dari kolaborasi dengan manufaktur asal Thailand, yang dikenal sebagai pembuat racing kit seperti knalpot, dan piston ini.

"Dari dokumen yang menyertai motor ini, kami dapat keterangan tahun produksinya adalah 2002, kapasitas mesin 125cc, 2-tak ," terang Kiki sambil menambahkan motor dalam kondisi full paper dan pajak hidup.


Honda Nova Dash 125 2001

Motor underbone ini khusus didesain oleh Honda untuk pasar Asia Tenggara. Honda Nova Dash RS yang masuk dalam keluarga Nova Series, bersama dengan Nova Sonic RS ini diproduksi sejak pertengahan 1990-an, dan sangat populer di Indonesia meskipun unit yang beredar tidak banyak.

"Honda Nova Dash RS 125 cc, 2-tak yang kami punya ini keluaran tahun 2001, dan kondisinya masih sangat istimewa. Full paper, pajak hidup," sebut Kiki.


Kawasaki Tuxedo 110 1996

Selain Leo, ternyata Kawasaki pernah merilis motor ayam jago berngaran Tuxedo. Bisa dibilang Tuxedo masih saudaraan sama Kaze, hanya bedanya mengusung mesin 110cc, 2-tak. Wajar jika tidak banyak yang kenal Kawasaki Tuxedo ini, karena di Thailand pun kalah pamor dengan motor underbone lainnya,

"Terus terang, unit ini kami bangun dari basis Kawasaki Kaze tahun 1996, 110cc, 4-tak. Cuma seluruh parts telah diganti baru dan original Kawasaki Tuxedo. Bisa dibilang seperti baru dengan kondisi full paper, tapi pajak mati,' terang Kiki.


Yamaha Belle SL 100 2001

Di segmen underbone, Yamaha punya beberapa line up, yaitu Champ dan Tiara. Keduanya cukup populer karena beredar di Indonesia. Khusus untuk Tiara, unit ini masuk pada awal 2000-an secara utuh alias CBU dari Malaysia. Nah ternyata, setelah generasi Champ, dan sebelum Tiara, Yamaha juga pernah memasarkan Belle SL di Thailand.


"Yamaha Belle SL sangat jarang ada di Indonesia. Tidak semua kolektor motor 2-tak bisa punya unit ini," kata Kiki. Ditambahkannya, Yamaha Belle SL ini adalah hasil konversi dari Yamaha Sigma yang edar di Indonesia.

"Basisnya kami ambil dari Sigma 2001, mesin 100cc, 2-tak, dengan beberapa komponen yang diganti ori Belle SL Thailand, seperti cover body set, spatbor, spidometer, pedal rem belakang, footstep belakang, dan knalpot," info Kiki sambil menambahkan komponen lain dicomot dari punya motor lain. termasuk dari Tiara 120S. Status unit full paper, dan pajak hidup.


Yamaha Champ 110 1992

Yamaha Champ meluncur pada akhir 1989 untuk bersaing dengan Suzuki RC Sprinter di pasar Indonesia. Mengusung basis dari Yamaha Alfa, motor ayam jago ini sangat digemari remaja di eranya.

Unit ini adalah versi restorasi modifikasi yang dilakukan bengkel 79Dux. "Cover body masih original bawaan Yamaha Champ," terang Kiki. "Komponen yang diperbarui dan diganti produk aftermarket di antaranya swingarm pakai punya B-Pro, dan sokbreker belakang Takegawa. Sementara untuk pelek pakai punya Yamaha Jupiter CW (cast wheel), dan knalpot pakai buatan 79Dux," tutup Kiki sambil memberikan spek motor tahun 1992, mesin 110cc, 2-tak, dan status unit full paper, pajak mati.


79Dux Exhaust Technology

Jl. Raya Hulaan 79 Menganti, Gresik Selatan

HP: 081 23 10 20 27


Teks: Indramawan

Foto: Indramawan, Istimewa