Review Lengkap Sprinto, Skuter Listrik Terbaru Indomobil EMotor
- Editor

- 20 Apr
- 4 menit membaca
Kami lakukan tes pada Sprinto selama 5 hari dengan total jarak sekitar 250 kilometer secara performa dan kepraktisan.

OTOPLUS ONLINE I Indomobil E-Motor Sprinto dipasarkan dengan harga OTR Rp27.600.000 juta (Surabaya).
Sprinto melengkapj line up Indomobil E-Motor sebelumnya yakni Adora dan Tyranno.
Masih mengadopsi platform sasis dan motor penggerak yang sama dengan pendahulunya, Sprinto coba menawarkan kebaruan pada desainnya.
Desain Mainstream

Setelah Adora yang bergaya skutik eropa feminin dan Tyranno yang beraliran skutik adventure, Sprinto terlihat lebih mainstream dengan wujud khas skutik perkotaan.
Desain seperti ini dirasa pas menjawab selera masyarakat Indonesia. Tampak depan sekilas ia mirip New Vario 125.

Sprinto ditawarkan dengan pilihan warna Lightning White, Blitz Yellow, Turbo Green, Flash Grey dan Velocity Red seperti unit tes kami ini.
Fitur Tergolong Advance untuk Segmennya

Sprinto sudah dibekali fitur-fitur yang tergolong advance di segmen motor 25-30 jutaan.
Untuk keamanan berkendara, Sprinto dilengkapi fitur traction control dan hill-start assist.
Sementara fitur regenerative braking yang mengubah gaya deselerasi untuk mengisi ulang daya baterai disematkan untuk meningkatkan aspek efisiensi.
Sprinto juga telah menggamit kunci model keyless yang ikut meningkatkan aspek keamanan karena motor tidak dapat diaktifkan tanpa kunci bawaan.
Motor listrik ini dilengkapi panel instrumen TFT touchscreen full color dengan fitur mirroring ke smartphone (Android/iOS) selain menampilkan beragam informasi umum seperti spidometer, fuel meter, odometer dan indikator lampu-lampu.
Melalui panel meter ini juga pengguna bahkan dapat mengaktifkan system audio untuk mendengarkan lagu atau musik sembari menikmati perjalanan.
Catatan kami, ukuran font pada panel instrument ini terlalu kecil selain itu pada sudut datang sinar matahari tertentu, permukaan panel meter jadi reflektif sehingga sulit dipantau terutama saat berjalan.
Kepraktisan Tinggi

Penempatan baterai Lithium Ion 2,45 kWh di tersembunyi di dalam rangka memungkinkan area di bawah jok benar-benar dimaksimalkan sebagai bagasi.
Meski dalam data spesifikasi Indomobil tidak menyebutkan secara eksplisit namun dimensinya bisa disetarakan dengan volume bagasi Honda New Vario 125 yang 18 liter.
Selain bagasi yang tergolong lega, penampang dek lantai juga tergolong memadai untuk menggendong sepasang botol air mineral 19 liter.
Ada juga USB port type A dan konsol di sisi kiri inner legshield. Sayangnya selain tidak dilengkapi penutup, konsol ini juga tidak dalam sehingga tidak dapat digunakan untuk menyimpan botol air mineral ukuran 600 ml.
Performa Tahan Banjir

Motor listrik penggerak dan baterai yang tersemat di Sprinto sama dengan Adora juga Tyranno.
Unit brushless DC 3,5 kW yang dipasang sekaligus sebagai poros roda belakang sementara baterainya tipe lithium berkapasitas 2,45 kWh.
Motor Listrik dan baterainya sudah mengantongi sertifikasi IP68 yang memungkinkannya aman meski terendam air. Jadi melibas genangan banjir bukanlah masalah buat Sprinto.
Pengisian daya dari 20 ke 80 persen menggunakan charger bawaan 450 Watt butuh waktu 5-6 jam.
Sistem pengisian daya sudah mendukung sistem pengisian cepat (fast charging) sebagai opsional yang mana hanya akan membutuhkan waktu sekitar 30 menit (20->80%).
Indomobil mengklaim jarak tempuhnya bisa mencapai 110 km yang dari pengetesan riil kami dengan berboncengan (120 kg) pada rute antar kota dengan kecepatan rata-rata 50 km/jam sejauh 90 kilometer, tinggal menyisakan 5% kapasitas baterai.

Untuk fleksibilitas pemakaian Indomobil membekali Sprinto dengan pilihan mode berkendara, Eco, Normal dan Boost.
Pada mode Eco, respon throttle terasa kalem dengan kecepatan yang dibatasi tak lebih dari 40 km/jam.
Sementara pada mode Normal, respon throttle terasa ideal dan kecepatan dibatasi pada 60 km/jam.
Di mode Boost, top speednya tembus 90 km/jam dan respon motor terasa agresif juga spontan.
Karakter Pengendalian

Dimensi Sprinto tergolong kompak dengan panjang 1.980 mm, lebar 745 mm dan tinggi 1.115 mm.
Sebagai perbandingan, Honda New Vario 125 sedikit lebih ringkas dengan dimensi 1.919 x 679 x 1.062 mm.
Buat mayoritas orang Indonesia, Sprinto mudah dikendarai. Tinggi joknya 770 mm, nyaris identik dengan New Vario 125 yang 769 mm meski dari ground clearance Sprinto lebih jenjang (150 mm) jika dibandingkan New Vario 125 yang 131 mm.
Sementara jarak sumbu roda Sprinto di angka 1.360 mm, 80 mm lebih panjang dibandingkan New Vario 125.

Efeknya ia terasa stabil pada kecepatan tinggi meski secara alami tidak selincah Vario 125 ketika bermanuver ditambah mengingat berat isinya yang menyentuh 107,5 kg.
Rasa Berkendara

Sprinto menyuguhkan segitiga ergonomis berkendara yang pas khususnya untuk postur mayoritas orang Indonesia.
Posisi tangan-pinggul-kaki terasa pas tidak seperti kebanyakan motor Listrik yang umumnya berasa jongkok saat mengendarainya lantaran desain sasis atau baterai yang diposisikan di bawah dek.
Posisi berkendara Sprinto didukung dengan tinggi jok 770 mm, ground clearance 150 mm dan desain serta penempatan setang.
Dari hasil pengetesan kami selama 5 hari dengan total jarak sekitar 250 kilometer secara performa dan kepraktisan no complaint tapi soal karakter redaman suspensi agaknya masih perlu ditingkatkan.
Rebound baik sok depan maupun belakang terlalu cepat, kekurangan itu terutama akan terasa ketika melewati permukaan jalan yang tidak mulus.

Selain itu, karakter kompon ban bawaannya juga keras. Saran kami ganti produk lokal seperti Federal atau IRC yang komponnya sudah disesuaikan dengan karakter jalan dan kondisi iklim Tanah Air.
Teks : Nugroho Sakri Yunarto, Arianto Sasongko
Foto : Nugroho Sakri Yunarto




Komentar