Riding Experience TVS Ronin Sejauh 720 Kilometer: Motor Retro-Modern Nyaman untuk Touring

Kami ingin menguji anggapan motor sport bergaya retro belum tentu enak dipakai jauh pada TVS Ronin 225.

OTOPLUS-ONLINE I Rata-rata motor sport bergaya retro visualnya enggak ngotak, tetapi belum tentu enak dipakai jauh. OTOPLUS-ONLINE ingin menguji anggapan itu dengan TVS Ronin 225, motor sport bergaya retro-modern yang punya banyak daya tarik. Ujiannya bukan sekadar keliling kota. Kami putuskan membawanya menempuh rute Surabaya-Yogyakarta sejauh 720 kilometer. Unit yang kami pakai ini adalah TVS Ronin 225 varian Top.

Perjalanan kami bagi menjadi dua hari supaya tetap santai dan bisa menikmati rute. Dari Surabaya kami singgah di Madiun, lalu melanjutkan ke Cemara Kandang, Tawangmangu, dan Solo sebelum tiba di Yogyakarta. Rute ini cukup lengkap sebagai ujian: ada jalan raya lurus, tanjakan dan tikungan di kawasan lereng Lawu, jalan kota yang padat, sampai polisi tidur dan aspal bergelombang di beberapa titik.

Sebelum bicara performa, kesan pertama datang dari tampilannya. Ronin tampil gagah dan berbeda dari motor sport kebanyakan. Lampu depan LED berbentuk huruf T menjadi ciri khas yang ikonik sekaligus futuristik, dan membuat motor ini mudah dikenali di jalan. Pelek 9 palang dan spidometer digital yang letaknya sedikit bergeser dari tengah menambah karakter yang tidak dimiliki banyak pesaing.

Mesinnya, Ronin memakai mesin 225,9 cc dengan oil cooler (pendingin oli) yang mampu menghasilkan tenaga maksimum 20 DK dengan torsi 19,93 Nm/3.750 rpm. Keluaran torsi di putaran bawah membuat akselerasinya terasa enteng tanpa sentakan berlebih, dan motor mudah berakselerasi dari kecepatan rendah, termasuk saat menanjak menuju Tawangmangu.
Di jalan datar, stabilitasnya terjaga pada kecepatan menengah hingga tinggi dengan getaran yang minim, sehingga badan tidak cepat lelah. Kelemahannya, transmisi hanya sampai gigi 5. Napas mesinnya sebenarnya cukup panjang, jadi seandainya ada gigi 6 yang difungsikan sebagai overdrive maka akan terasa menyenangkan untuk cruising jauh.

Kenyamanan berkendara juga jadi nilai plus. Suspensi depan upside down berukuran besar terasa empuk dan mumpuni meredam jalan berlubang maupun polisi tidur, sehingga nyaman dipakai harian maupun touring.

Keselamatan didukung ABS yang membuat pengereman terasa lebih tenang, terutama saat jalan basah atau menghadapi turunan panjang.

Untuk navigasi, fitur TVS SmartXonnect (di varian TOP) menampilkan penunjuk arah dan notifikasi telepon di panel instrumen, jadi kami tidak perlu sering mengeluarkan ponsel.
Angka yang paling mengesankan datang dari konsumsi bahan bakar. Selama 720 kilometer, rata-rata konsumsi BBM Ronin mencapai 40 km/liter. Artinya seluruh perjalanan Surabaya-Yogyakarta hanya menghabiskan sekitar 18 liter bensin. Angka ini tergolong irit untuk motor 225 cc dan membuat frekuensi mampir ke SPBU jauh lebih jarang.

Satu catatan kecil: jangan mengisi tangki sampai bibir atas, karena bensin rawan meluber lewat selang pembuangan.

Sebagai tambahan catatan. Seperti kebanyakan motor buatan India, bobot TVS Ronin 225 lumayan berat, bobot kosongnya menyentuh 160 kg sehingga terasa kurang lincah saat bermanuver di tengah kemacetan.
Selain itu radius putarnya besar, dan agak merepotkan saat putar balik, terutama ke arah kanan.

Tinggi jok juga terasa sedikit tinggi bagi sebagian pengendara (795 mm), dan kulit jok di unit tes kami ini rembes usai dicuci sehingga akan rawan saat kehujanan.
Catatn lain, ban standar pabrik bermerek TVS Eurogrip dengan pola Kembangan dual purpose kami nilai kurang menggigit di beberapa kondisi jalan. Saran kami jika Sobat meminangnya, ganti saja dari awal.

Meski begitu, kelebihan Ronin tetap lebih menonjol. Motor ini menawarkan kapasitas mesin lebih besar, 225 cc, dengan harga yang bersaing, bahkan lebih terjangkau, dibandingkan motor retro merek Jepang bermesin lebih kecil seperti Yamaha XSR 155.

Ronin Top Variant dibanderol Rp42.800.000 (OTR Jakarta), dan garansi mesin 3 tahun atau 36.000 km menambah ketenangan.
Setelah 720 kilometer, kesimpulan kami jelas: TVS Ronin bukan sekadar motor retro yang estetik, tetapi juga tunggangan touring yang nyaman, irit, dan berkarakter, asalkan kita bisa memaklumi bobot dan radius putarnya.
Teks: Arianto Sasongko, Nugroho Sakri Yunarto
Foto: Arianto Sasongko



