Sebelum Mudik Pemilik Suzuki Fronx Perlu Tahu Cara Kerja dan Optimalisasi Sistem Pengereman DSBS II
- Editor

- 4 jam yang lalu
- 2 menit membaca
Dalam kondisi darurat, DSBS II pada Suzuki Fronx dapat melakukan pengereman otomatis, tapi kewaspadaan pengemudi tetap diperlukan.

OTOPLUS ONLINE I Untuk membantu mengantisipasi risiko kecelakaan, terutama saat menghadapi kemacetan panjang atau perjalanan jarak jauh seperti mudik lebaran saat ini, Suzuki membekali Suzuki Fronx varian SGX dengan fitur keselamatan aktif Dual Sensor Brake Support II (DSBS II).
Teknologi ini menjadi bagian dari Suzuki Safety Support yang dirancang untuk memberikan bantuan saat potensi tabrakan terdeteksi di depan kendaraan.
Yulius Purwanto, Head of Marketing 4W PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), menjelaskan, āSaat mudik, kondisi di jalan sering berubah mendadak, seperti kendaraan di depan yang melakukan pengereman tiba-tiba. Fitur Suzuki Safety Support melalui DSBS II hadir untuk memberi peringatan dan bantuan pengereman otomatis, sehingga pengemudi punya waktu lebih untuk bereaksi dan menghindari tabrakan.ā
Cara Kerja DSBS II
DSBS II bekerja dengan memanfaatkan kombinasi kamera monokular dan radar gelombang milimeter.
Kedua sensor ini memantau kondisi di depan kendaraan secara terus-menerus, termasuk mendeteksi kendaraan lain maupun pejalan kaki, bahkan dalam kondisi cuaca kurang ideal atau minim cahaya.
Sistem ini memiliki tiga tahapan utama. Pertama, memberikan peringatan melalui indikator visual dan suara ketika potensi benturan terdeteksi.
Jika respons pengemudi tidak memadai, sistem akan membantu meningkatkan tekanan pengereman.
Dalam kondisi darurat, kendaraan dapat melakukan pengereman otomatis guna menghindari atau meminimalkan dampak tabrakan.
Memastikan DSBS II Bekerja Optimal
Agar fitur ini bekerja optimal, pengemudi disarankan memastikan sistem selalu aktif, indikator tidak menunjukkan kondisi nonaktif, serta menjaga area sensor tetap bersih dari kotoran.
Suzuki juga menegaskan bahwa DSBS II merupakan fitur bantuan, bukan pengganti kewaspadaan pengemudi.
āMudik aman bukanlah tentang siapa yang tercepat, melainkan siapa yang sampai di tujuan dengan selamat,ā tutup Yulius.
Teks: Indramawan
Foto: SIS




Komentar