• Editor

Seberapa Optimal Quickshifter dan Assy-Slipper Clutch Pada New CBR250RR SP?


"Dengan suspensi dan ban masih standar, saya bisa masuk - keluar tikungan dari dalam pada 100 km/jam di gigi 4, tanpa ada gejala roda belakang membuang." (Tjokorda Krisna - OTOPLUS-ONLINE Test Rider)

Pada saat gelaran New CBR250RR SP Demo Day yang diadakan di sirkuit balap Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya (18/10) kemarin, OTOPLUS-ONLINE secara khusus meminta izin kepada MPM Honda Jatim selaku penyelenggara untuk mengadakan sesi riding impression gacoan terbaru Honda di segmen motor sport tersebut.


Setelah mendapat izin, kami pun menentukan tujuan yang ingin dicapai dalam sesi tersebut. Namun karena unit tes New CBR250RR SP sangat terbatas, dan animo peserta Demo Day ini cukup tinggi, maka kami sadar, tidak mungkin menentukan banyak pengujian. Hanya sebatas, seberapa optimal teknologi quickshifter dan assy/slipper clutch meningkatkan performa New CBR250RR SP.

Tjokorda Krisna menjadi test rider OTOPLUS-ONLINE pada sesi riding impression New CBR250RR SP kali ini.


Masalah muncul jelang H-1 pengujian. Test rider kami mendadak berhalangan. Untunglah ada salah satu kawan di komunitas COINS (Cornering Indonesia Surabaya) yang menyanggupi menjadi Test rider pengganti. Dia adalah Tjokorda Krisna yang sebelumnya aktif di kejuaraan road race, motocross dan supermoto mulai 2008 - 2017.

Menerima petunjuk cara pengoperasian quickshifter dari instruktur MPM Honda Jatim.


Untuk itu, langsung saja kami memberikan brief singkat kepada pria kelahiran Mataram - NTB, 12 Agustus 1993 ini, hal-hal apa saja yang harus diperhatikan selama pengujian. Paling penting adalah mengikuti instruksi dari instruktur MPM Honda Jatim terkait safety riding, serta fitur dan teknologi New CBR250RR SP, terutama quickshifter, dan assy/slipper clutch yang jadi obyektif pengujian.

Tombol untuk mengaktikan quickshifter ada di holder sebelah kiri, dan menu QS (Quickshifter) ON/OFF ada di panel.


"Ini adalah pengalaman saya menjajal CBR250RR terbaru yang sudah menggunakan teknologi quickshifter. Seringnya saya pakai CBR250RR lama yang belum dilengkapi fitur ini," tutur Krisna.

Setelah mendapat instruksi, pengujian pun dimulai. Karena kami hanya mendapat kesempatan mencoba New CBR250RR SP ini selama dua lap saja, maka pada lap 1, Krisna akan mulai dengan mode QS (quickshifter) off atau tidak diaktifkan.


"Impresi saya begitu mencoba New CBR250RR SP ini kesannya rider's friendly banget dalam hal handling. Manut sama rider-nya," tutur Krisna. Sementara dalam hal power mesin, Krisna mengatakan cukup kompetitif. "Akselerasi dan torsinya menurut saya sudah cukup. Meskipun menurut saya, power masih biasa aja. Juga pengereman sudah sangat oke."

Pengujian handling dan braking penting dilakukan sebelum memasuki pengujian utama, yakni performa quickshifter di tikungan.


Lebih lanjut Krisna mengatakan, "Menurut saya motor itu dikatakan enak ketika habis dipacu kencang di trek lurus, terus masuk tikungannya smooth... Enak banget. Banyak motor kencang tapi susah dipakai... susah menikung... Sementara New CBR250RR SP ini, yang saya rasakan, power dapat, handling juga dapat," kata Krisna.

Dengan menggunakan quickshifter, Krisna mengaku enjoy melakukan aksi knee-down (lutut menggaruk aspal) di tikungan.


Usai lap pertama, Krisna pun masuk ke putaran kedua. Untuk itu, sesuai instruksi, tombol quickshifter pun diaktifkan. Lagi-lagi Krisna memberikan pujian pada New CBR250RR SP ini dalam hal cornering atau menikung, .

"Tadi saya di trek lurus ada di kecepatan 125 km/jam pada gigi 5. Terus saya tahan gas dan turun satu ke gigi 4 pakai quickshifter, tapi saya enggak liat rpm berapa. Kalau kecepatan di tikungan sih masih 100 km/jam. Yang jelas, saya cuma tahan gas, dan saya bisa masuk dan keluar tikungan dari dalam, tanpa ada gejala roda belakang membuang," tutur Krisna yang sukses melakukan knee-down alias menggaruk aspal dengan dengkulnya. "Itu padahal suspensi masih standar ya. Bayangin kalau sudah di-upgrade. Bisa elbow-down kali," ngakak Krisna.


Dari sini Krisna lebih pede saat masuk tikungan 3. "Dari gigi 5, saya coba langsung turun ke gigi 3, saya langsung injak saja pedal persneling, dan yang saya rasakan deselerasi terjadi sangat halus. Motor masih ada lajunya sedikit. Jadi enggak ada hentakan yang bikin kaget." kata Krisna yang mengaku sangat enjoy ketika keluar masuk tikungan.

Tjokorda Krisna sebagai test rider OTOPLUS-ONLINE memberikan penilaian positif secara overall terhadap New CBR250RR SP. Hanya performa mesin yang menurutnya masih biasa saja.


Secara khusus, Krisna mengungkapkan impresinya bahwa teknologi quickshifter pada New CBR250RR SP ini kesannya benar-benar didesain untuk bekerja optimal.

"Beda sama motor kompetitor yang pernah saya coba. Kesan saya fokus mereka ada pada performa mesin, sementara teknologi quickshifter, maupun slipper clutch hanya terkesan sebagai fitur pelengkap saja. Sehingga saya lebih memilih pakai kopling manual ketimbang quickshifter-nya yang menurut saya kurang halus," tutup Krisna yang memberikan kesimpulan teknologi quickshifter dan assy/slipper clutch pada New CBR250RR SP ini bekerja sangat optimal dalam meningkatkan peforma motor.


Baca juga:

Bagaimana Impresi Komunitas dan Konsumen Usai Jajal New CBR250RR SP?


Thanks to:

  • MPM Honda Jatim

  • Tjokorda Krisna

  • COINS

Teks, Foto & Video: Indramawan



© 2021 OTOPLUS-ONLINE

This website is owned and published by PT Media Kreasi Indonusa.

Reproduction of text, photographs or illustrations is not permitted in any form.