• Editor

Seperti Apa Teknologi Common Rail Pada Mesin Kendaraan Hino?

Beberapa model truk dan bus Hino bermesin common rail di antaranya Hino Ranger FM 285 JD untuk dump truck, Ranger FL 245 JN dan FM 350 TH untuk cargo, dan Hino bus RN 285.

Truk Hino Ranger dengan mesin Common Rail


OTOPLUS-ONLINE I Salah satu bukti Hino sebagai pemain utama dalam kendaraan komersial adalah ketika tahun 1995, Hino Motors Limited (HML) Japan menjadi produsen kendaraan komersial pertama yang mengembangkan teknologi common rail di dunia.


Saat ini, Hino Indonesia yang merupakan salah satu basis produksi Hino di dunia, tercatat sebagai merek kendaraan komersial di Indonesia yang melakukan ekspor kendaraan utuh atau Completely Build Up (CBU), untuk kategori kendaraan komersial truk dan bis (Light Duty).


Hino Indonesia telah melakukan ekspor kendaraan Light Duty utuh sejak tahun 2010, sampai sekarang. Dengan tujuan ekspor ke sejumlah negara di ASEAN dan Amerika Latin. Terutama negara yang sudah menerapkan standar emisi Euro 4, yakni Light Duty yang sudah bermesin common rail, antara lain ke Filipina dan Vietnam.

Santiko Wardoyo COO HMSI, dan Irwan Supriyono, Aftersales Director Hino dalam persiapan Hino common rail engine menuju Euro 4 (bawah)


Masato Uchida, President Director PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) mengatakan, dalam fase Hino Road to Euro 4 di Indonesia, sebagai pemain utama bus dan truk di Indonesia, berbagai pengembangan kendaraan telah Hino lakukan. “Hal ini untuk memastikan kesiapan implementasi standar emisi Euro 4 yang rencananya mulai berlaku tahun depan,” katanya.


Di Indonesia sendiri, Hino memperkenalkan teknologi mesin common rail sejak tahun 2012. “Sedangkan di dunia, teknologi common rail Hino sejak 1995. Diharapkan dengan teknologi common rail ini, penjualan Hino bisa lebih bagus dan meningkat,” urai Santiko Wardoyo, Chief Operating Officer (COO) – Director HMSI, saat Ngobrol Santai Virtual yang digagas Hino dan Forum Wartawan Otomotif (FORWOT) beberapa waktu lalu.

Hino bus RN285 bermesin common rail


Beberapa model truk dan bus Hino yang bermesin common rail sudah menjadi andalan para pebisnis di Indonesia. Seperti Hino Ranger FM 285 JD untuk dump, Ranger FL 245 JN dan FM 350 TH untuk cargo dan Hino bus RN 285. Kendaraan-kendaraan tersebut sudah menggunakan sistem akumulator tekanan bahan bakar, yang disebut common rail.


Common rail adalah bahan bakar disemprotkan ke ruang bakar oleh injektor bertekanan 230 MPa, yang dikontrol secara elektronik. Kerja injektor menentukan jumlah dan waktu bahan bakar disemprotkan, diatur secara komputer pada mesin atau Electronic Control Unit (ECU). Sehingga kombinasi itulah yang digunakan meningkatkan kerja mesin diesel sekarang ini.


Mesin injeksi common rail memungkinkan kontrol emisi, dan konsumsi bahan bakar serta tenaga yang lebih baik.

Dengan kata lain, mesin berteknologi common rail dapat memberi lebih banyak tenaga ke kendaraan, dan mengonsumsi lebih sedikit bahan bakar, serta menghasilkan lebih sedikit emisi. Membuat kendaraan dengan mesin berteknologi common rail tampil lebih irit.


Sejauh ini sebanyak 52 unit dari 114 varian Hino memakai teknologi common rail. Sedikit bicara after sales, salah satu hal yang memudahkan layanan after sales teknologi mesin common rail pada kendaraan Hino adalah adanya Diagnostik Tools (DX Tools). Dimana hingga kini tercatat sudah 179 outlet Hino di Tanah Air telah memiliki DX Tools.


Teks: Setiawan AS

Foto: HMSI