Sirkuit Putra Airlangga Pasuruan Punya Trek Standar Kejurnas, Terbuka untuk Pembinaan Atlet Motocross
- Editor

- 20 Jul
- 2 menit membaca
Meski berstatus milik pribadi, Sirkuit Putra Airlangga Pasuruan tetap dibuka untuk umum sebagai sarana latihan bersama bagi pembalap maupun tim motocross.

OTOPLUS-ONLINE I Kabupaten Pasuruan kini memiliki salah satu sirkuit motocross yang siap mendukung pembinaan atlet sekaligus penyelenggaraan event balap. Adalah Sirkuit Putra Airlangga yang berlokasi di Desa Jeruk Purut, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.


Sirkuit milik pribadi tersebut diresmikan pada 22 Februari 2025 oleh Komisaris Jenderal Polisi Drs. Imam Sugianto, M.Si yang saat itu menjabat sebagai Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi. Pembangunannya diprakarsai H. Rohmawan sebagai bentuk dukungan terhadap putranya, Rizqy, yang memiliki hobi di dunia motocross dan tergabung dalam Risqy Motorsport.

"Nama Putra Airlangga dipilih karena di sekitar kawasan ini banyak situs peninggalan Airlangga," ujar Bagus Irwanto, penyelenggara event sekaligus pengelola Sirkuit Putra Airlangga.
Ia menambahkan, kawasan di sekitar sirkuit memiliki keterkaitan dengan sejumlah situs peninggalan Raja Airlangga saat memerintah Kerajaan Kahuripan dengan wilayah kekuasaannya membentang hingga daerah Pasuruan, Jawa Timur.

Sementara itu, koordinator sirkuit, Gatam Hatim, mantan pembalap motocross era 1980-an, menjelaskan lintasan dibangun di atas lahan sekitar 2 hingga 3 hektare.
"Trek memiliki panjang 1,3 kilometer, lebar sekitar 8 meter, serta dilengkapi 16 obstacle dengan tingkat kesulitan yang bervariasi. Beberapa obstacle memiliki ketinggian hingga sekitar tiga meter sehingga memberikan tantangan tersendiri bagi para pembalap," ulas Gatam.
Lintasan tersebut telah memenuhi standar penyelenggaraan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) motocross.
Selain itu, fasilitas pendukung juga tergolong lengkap, mulai dari paddock, penginapan, musala, hingga area yang luas dengan panorama pegunungan sebagai latar belakang.



Sirkuit Putra Airlangga mulai dibangun pada 2024 dan hingga kini telah menjadi lokasi penyelenggaraan tiga event motocross, termasuk satu putaran Kejurnas bekerja sama dengan Pengprov IMI Jawa Timur.
Meski berstatus milik pribadi, pengelola menegaskan sirkuit ini tidak disewakan secara komersial. Namun, lintasan tetap dibuka sebagai sarana latihan bagi pembalap maupun tim motocross.

"Kalau untuk disewakan memang tidak. Tapi kalau teman-teman ingin latihan bersama di sini, monggo. Kami ingin sirkuit ini menjadi wadah pembinaan atlet motocross, khususnya di Jawa Timur," jelas Bagus.
Selain latihan rutin, pengelola juga membuka kesempatan bagi penyelenggaraan event resmi dengan koordinasi terlebih dahulu.

Dalam waktu dekat, Sirkuit Putra Airlangga kembali diproyeksikan menjadi tuan rumah ajang motocross pada Oktober 2026 dalam rangka peringatan Hari Jadi Kabupaten Pasuruan. Rencana tersebut masih dibahas bersama Pengprov IMI Jawa Timur dan diperkirakan akan dikemas sebagai kejuaraan terbuka, dengan opsi mengusung nama Bupati Cup atau Kapolres Cup.
Menurut Bagus, keberadaan Sirkuit Putra Airlangga diharapkan semakin dikenal masyarakat dan menjadi salah satu pusat aktivitas motocross di Jawa Timur.
"Banyak yang belum tahu kalau di sini ada sirkuit dengan fasilitas seperti ini. Harapan kami, bukan hanya pembalap Pasuruan, tetapi atlet dari seluruh Jawa Timur bahkan nasional bisa memanfaatkan sirkuit ini untuk latihan maupun mengikuti event," pungkasnya.
Teks dan Foto: Udin WS




Komentar