Sony Honda Mobility Hentikan Proyek AFEELA: Imbas Tarif AS di Pemerintahan Donald Trump
- Editor

- 1 hari yang lalu
- 2 menit membaca
Proyek AFEELA dihentikan karena profitabilitas bisnis otomotif Honda menurun, dampak perubahan kebijakan tarif di Amerika Serikat.

OTOPLUS ONLINE I Keputusan Sony Honda Mobility Inc. menghentikan pengembangan AFEELA 1 cukup mengejutkan.
Proyek kolaborasi Sony Group Corporation dan Honda Motor Co., Ltd. ini sebelumnya digadang sebagai masa depan mobil listrik berbasis teknologi.
Namun, alasan di balik pembatalan ini ternyata bukan karena produknya gagal.
Dalam pernyataan resminya, Sony Honda Mobility mengakui bahwa proyek tersebut sudah tidak lagi memiliki jalur bisnis yang memungkinkan untuk dilanjutkan.

āPerusahaan menilai tidak lagi memiliki jalur yang layak untuk menghadirkan model ke pasar sesuai rencana awal.ā
(Sumber: Sony Honda Mobility, 25 Maret 2026)
Pernyataan ini menjadi pintu masuk untuk memahami masalah yang lebih besar.
Sejak awal, AFEELA dibangun di atas pembagian peran yang jelas.


Honda bertanggung jawab pada platform kendaraan dan produksi, sementara Sony mengembangkan sisi teknologi dan pengalaman digital.
Kombinasi ini terlihat solidāhingga salah satu fondasinya berubah.
Perubahan itu datang dari Honda.
Pada 12 Maret 2026, Honda Motor Co., Ltd. mengumumkan evaluasi besar terhadap strategi elektrifikasi mereka.
Dalam pernyataan resminya, Honda menyebut keputusan tersebut diambil karena perubahan signifikan dalam kondisi pasar.
āKeputusan ini diambil sebagai bagian dari evaluasi ulang strategi elektrifikasi otomotif kami, seiring berbagai faktor termasuk perubahan terbaru dalam lingkungan bisnis.ā
(Sumber: Honda Global Newsroom, 12 Maret 2026)
Istilah ālingkungan bisnisā menjadi kunci. Honda menjelaskan bahwa pertumbuhan kendaraan listrik, khususnya di Amerika Serikat, mulai melambat.
Di saat yang sama, tekanan biaya meningkat dan persaingan global semakin ketat.
Bahkan, Honda secara spesifik menyinggung dampak kebijakan terhadap bisnis mereka:
āProfitabilitas bisnis otomotif Honda menurun, terutama akibat dampak perubahan kebijakan tarif di Amerika Serikat.ā
(Sumber: Honda Global Newsroom, 12 Maret 2026)
Di titik ini, kaitannya mulai meluas.
Perubahan kebijakan di Amerika Serikatātermasuk tarif dan penyesuaian insentif kendaraan listrikāmenjadi bagian dari tekanan yang membentuk ālingkungan bisnisā tersebut.
Sejumlah langkah ini dalam banyak analisis industri kerap dikaitkan dengan pendekatan proteksionis yang menguat di masa pemerintahan Donald Trump.
Honda memang tidak menyebut secara langsung. Namun dampaknya terasa nyata: margin tertekan, strategi berubah, dan prioritas bisnis pun bergeser.


Perubahan arah inilah yang kemudian berdampak langsung pada AFEELA.
Sony Honda Mobility juga menegaskan bahwa mereka tidak lagi dapat mengandalkan dukungan teknis dari Honda seperti yang direncanakan sejak awal.
āKami tidak lagi dapat memanfaatkan teknologi dan aset tertentu yang sebelumnya direncanakan akan disediakan oleh Honda.ā
(Sumber: Sony Honda Mobility, 25 Maret 2026)
Tanpa fondasi tersebut, AFEELA kehilangan pijakan.
Proyek ini bukan berhenti karena tidak bisa dibuat, melainkan karena tidak lagi masuk akal untuk dilanjutkan dalam kondisi saat ini.
Pada akhirnya, AFEELA menjadi contoh bagaimana sebuah proyek ambisius bisa runtuh bukan karena kegagalan teknologi, tetapi karena perubahan arah strategi dan tekanan eksternal yang saling berkaitan.
Saat Honda memutuskan untuk mengerem, AFEELA tidak punya pilihan selain ikut berhenti.
Teks: Indramawan
Foto: SHM




Komentar