top of page

Honda Banting Harga Accord Hingga Rp220 Jutaan!

  • Gambar penulis: Editor
    Editor
  • 11 jam yang lalu
  • 2 menit membaca
Honda mengambil langkah ekstrem dengan memangkas harga Honda Accord versi plug-in hybrid demi menjaga daya saing di China.

Melalui perusahaan joint venture GAC Honda, Honda memberikan potongan harga besar untuk Accord e:PHEV yang dipasarkan di China untuk 1.000 unit pertama dan diprioritaskan bagi pelanggan lama Honda yang melakukan pembelian ulang.
Melalui perusahaan joint venture GAC Honda, Honda memberikan potongan harga besar untuk Accord e:PHEV yang dipasarkan di China untuk 1.000 unit pertama dan diprioritaskan bagi pelanggan lama Honda yang melakukan pembelian ulang.

OTOPLUS ONLINE I Pasar otomotif China kembali menunjukkan betapa kerasnya persaingan, terutama bagi sedan hasil usaha patungan merek Jepang. Kali ini, Honda mengambil langkah ekstrem dengan memangkas harga Honda Accord versi plug-in hybrid secara signifikan demi menjaga daya saing di negeri Tirai Bambu.


Melalui perusahaan patungannya, GAC Honda, Honda memberikan potongan harga besar untuk Accord e:PHEV yang dipasarkan di China.


Media setempat, CarNewsChina melaporkan, diskon tersebut mencapai hampir USD 15.000 atau setara sekitar Rp230–235 juta (dengan asumsi kurs Rp15.700 per dolar AS), menjadikannya salah satu pemangkasan harga paling agresif di segmen sedan menengah awal 2026.


Sebelumnya, Accord e:PHEV dijual dengan banderol sekitar 238.800 yuan, atau setara Rp520 jutaan. Namun lewat program promosi khusus, harganya turun drastis menjadi 138.800 yuan, kira-kira Rp300 jutaan. Artinya, konsumen bisa menikmati potongan harga mendekati Rp220 jutaan dibandingkan harga awal.


Menariknya, kebijakan ini tidak berlaku secara massal. Promo tersebut hanya dialokasikan untuk 1.000 unit pertama dan diprioritaskan bagi pelanggan lama Honda yang melakukan pembelian ulang.


Program ini juga dikaitkan dengan perayaan 50 tahun kehadiran Honda Accord secara global, sekaligus menjadi upaya membangkitkan kembali minat konsumen terhadap sedan konvensional bermesin elektrifikasi ringan.


Langkah drastis Honda tidak bisa dilepaskan dari kondisi pasar. Penjualan sedan hasil joint venture di China terus tergerus oleh gempuran merek lokal yang agresif di segmen kendaraan listrik murni dan PHEV.


Produsen domestik menawarkan teknologi lebih mutakhir dengan harga yang semakin kompetitif, membuat merek-merek lama harus beradaptasi cepat atau kehilangan relevansi.


Data penjualan menunjukkan tekanan tersebut kian nyata. Penjualan GAC Honda pada awal 2026 dilaporkan merosot tajam dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kondisi ini memaksa produsen Jepang untuk mengorbankan margin demi menjaga volume dan keberlangsungan model sedan mereka di pasar terbesar dunia.


Honda bukan satu-satunya yang mengambil strategi defensif. Beberapa produsen joint venture lain di China juga memberikan subsidi dan potongan harga besar untuk sedan maupun SUV mereka, menandakan bahwa persaingan di segmen kendaraan penumpang konvensional semakin mendekati titik kritis.


Ke depan, diskon ekstrem seperti ini diperkirakan akan semakin sering terjadi, terutama jika pergeseran konsumen ke kendaraan listrik buatan lokal terus berlanjut. Bagi Honda, banting harga Accord menjadi sinyal kuat bahwa bertahan di pasar China kini menuntut fleksibilitas strategi yang jauh lebih agresif dibandingkan sebelumnya.


Sumber: CarNewsChina

Teks: Indramawan

Foto: Honda

Komentar


logo media lreasi indonusa-OK2.png

© 2025 OTOPLUS-ONLINE

This website is owned and published by PT Media Kreasi Indonusa.

Reproduction of text, photographs or illustrations is not permitted in any form.

bottom of page