• Editor

Speed Chopper

Harley-Davidson Sportster 2005 (Queen Lekha):

Untuk melengkapi deretan custombike miliknya, kali ini Lufti Ardika pengin memasukkan racing parts ke dalam frame custom yang dibuat dengan desain old school bobber, minus suspensi belakang alias rigid. Bisa dilihat dari leher (neck) yang tidak setinggi chopper.


Namun demikian, Dika, sapaan pria yang sudah beken malang melintang di jagat custombike show Tanah Air maupun internasional ini menyebut konsep yang diusungnya, speed chopper. “Sebab tujuannya memang buat kecepatan,” sebutnya.


Masih setia berkolaborasi dengan custom garage langganannya, Queen Lekha Chopper di Jogya, Dika menyebutkan kesulitan utama saat pengerjaan ada pada proses upgrade mesin. “Sebab hampir semua racing parts harus didatangkan dari luar negeri,” jelas pria yang memberi nama besutannya ini ARTA.

Sebut saja bore up kit yang dibutuhkan untuk meng-upgrade dapur pacu Sportster 883cc ini menjadi 1200cc. Dika memesannya langsung ke KB (Ken Black) Racing yang namanya populer di ajang NHRA atau kejurnas drag race di Amerika, terutama di kelas Pro Stock.


Jika dibandingkan dengan mesin stock H-D 1200cc, kelebihan memakai bore up kit ini ada pada kompresi lebih tinggi, juga material piston lebih ringan. Selain itu, clearance piston juga ready to race. Bisa langsung gaspol tanpa perlu inreyen lagi.


Untuk melayani kebutuhan mesin yang sudah ditingkatkan kapasitasnya, Dika memasangkan karburator Mikuni Performance HSR 42 yang jamak digunakan untuk mendongkrak performa mesin tipe Evolution yang jadi ciri khas Sportster. Karena lebih besar dibanding karbu bawaan Sportser yang berdiameter 40, tentu debit bahan bakar yang masuk ke mesin lebih deras. “Apalagi bentuk skepnya kotak,” tunjuk Dika.

Kelar dengan urusan suplai bahan bakar, berikutnya rombakan dilakukan pada perangkat pengapian. Dika memilih Thunder Heart Programmable Ignition yang memungkinkan dilakukannya setting melalui komputer, seperti pada CDI racing buat motor-motor balap. “Isi paketnya meliputi modul, koil, kabel koil, CDsoftware, dan kabel untuk seting modul,” rinci Dika yang menggunakan knalpot free flow ini.


Meski belum dilakukan pengetesan di atas mesin dyno, namun Djoko Iman Santoso, eks tuner di custom workshop Monochrome yang juga adalah mantan pembalap drag Harley, dengan spesifikasi rombakan seperti ini bisa diprediksikan terjadi kenaikan power sebesar 5-10 hp.

“Ya, kalau tenaga Sporster 883 biasanya ada di kisaran 60hp, maka dengan rombakan mesin seperti ini bisa naik jadi 65 – 70hp,” sebut pria yang kini aktif di INCREASE Indonesia, sebuah asosiasi industri kreatif otomotif di Tanah Air.


Stance Agresif

Demi menyesuaikan konsep sebagai motor pemuas kebutuhan akan kecepatan, maka stance motor ini dibuat agresif. Menggunakan suspensi depan Kawasaki ZX10, setang sedikit ditekuk ke bawah layaknya motor drag.

Namun Dika masih memikirkan riding position nyaman. Dia memilih menggunakan mid-control, bukannya rearset yang banyak dipakai motor balap. Karena itu, posisi kaki saat riding ada di tengah, bukan belakang.


Juga roda depan yang dibuat lebih tinggi dengan kombinasi pelek TK 2.15-19 dibalut ban Firestone 400-19 untuk depan, dan pelek TK 2.50-16 dengan ban Firestone 500-16 untuk belakang.

Saat ditanya soal angka 8, Dika menjawab, “Angka ini mengacu pada karya Queen Lekha yang ke-8. Bukan nomor start saat balap karena motor ini belum pernah dipakai balapan,” senyum Dika.

Data modifikasi

Ban depan: Firestone Deluxe Champion 400x19 Ban belakang: Firestone Deluxe Champion 500x16 Pelek depan: TK Racing 2.15 /19 Pelek belakang: TK Racing 2.50/16 Tangki: custom Body: custom Setang: custom Headlamp: triangle

Fork depan: Kawasaki ZX10 (upside down) Disck brake: PM 13 inch Mid-control: RSD Aksesori & lain-Lain: top rocker box dan timing cover EMD Killer Parts Owner : Lufti Ardika Builder: Queen Lekha Chopper, Jogya Paint: Hacka Pintstriping Solo


Naskah: Indramawan

Foto: Istimewa