top of page

Superchallenge Superprix 2026 Seri 4 Siap Geber Sirkuit GBT, Perpaduan Road Race dan Sensasi Drag Jadi Tantangan Rider

  • Gambar penulis: Editor
    Editor
  • 9 jam yang lalu
  • 2 menit membaca
Pihak penyelenggara menyebut Sirkuit GBT memiliki karakter yang memadukan sensasi road race dengan adu akselerasi ala drag race.

Superchallenge Superprix 2026 Seri 4 Surabaya akan berlangsung pada 21–22 Agustus di Sirkuit Gelora Bung Tomo.
Superchallenge Superprix 2026 Seri 4 Surabaya akan berlangsung pada 21–22 Agustus di Sirkuit Gelora Bung Tomo.

OTOPLUS-ONLINE I Gelaran Superchallenge Superprix 2026 memasuki seri keempat. Setelah sebelumnya menyambangi Tasikmalaya, Boyolali, dan Malang, salah satu ajang balap roda dua paling bergengsi Tanah Air ini kini bersiap menghadirkan persaingan panas di Surabaya.


Superchallenge Superprix Seri 4 akan digelar pada 21–22 Agustus 2026 di Sirkuit Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya. Memasuki fase persaingan yang semakin ketat, setiap rider dituntut tampil maksimal demi mengamankan poin dan menjaga peluang di klasemen.


Namun, tantangan di Seri 4 bukan hanya soal persaingan antar rider. Karakter lintasan GBT juga menjadi salah satu daya tarik utama yang bakal membuat balapan semakin menarik untuk disaksikan.


Pihak penyelenggara menyebut Sirkuit GBT memiliki karakter yang memadukan sensasi road race dengan adu akselerasi ala drag race. Lintasannya tergolong cepat, tapi tetap membutuhkan kemampuan teknik dan presisi tinggi dari para rider.



"Sirkuit Gelora Bung Tomo Surabaya ini bisa dibilang jadi sirkuit yang cukup cepat tapi tetap teknikal, dengan kombinasi 6 tikungan kanan dan 3 tikungan kiri," jelas pihak penyelenggara Superchallenge Superprix melalui unggahan di akun Instagram resminya (18/08).


Lintasan GBT memiliki panjang sekitar 1,2 kilometer, dengan salah satu bagian yang menjadi tantangan adalah trek lurus sepanjang kurang lebih 400 meter. Konfigurasi tersebut memberikan ruang bagi para rider untuk memaksimalkan kecepatan dan akselerasi motor sebelum menghadapi zona pengereman serta rangkaian tikungan.


"Dengan lintasan sekitar 1,2 kilometer dengan lurusan 400 meter, GBT menggabungkan antara kecepatan motor dan akselerasi dengan kemampuan pengereman serta kontrol yang baik saat masuk tikungan," lanjut penyelenggara.


Karakter tersebut membuat rider tidak bisa hanya mengandalkan kecepatan. Setelah memacu motor di lintasan lurus, mereka harus mampu melakukan pengereman dengan tepat sekaligus menjaga racing line ketika memasuki tikungan.


"Jadi gak heran kalau karakter lintasan GBT menuntut rider buat cepat di lintasan tapi tetap presisi di tikungan," ungkap pihak penyelenggara.


Perpaduan antara kecepatan, akselerasi, pengereman, dan teknik inilah yang diprediksi bakal membuat pertarungan di Superchallenge Superprix Seri 4 Surabaya semakin menarik.


Apalagi, memasuki seri keempat, persaingan perebutan poin dipastikan semakin penting. Para rider memiliki kesempatan untuk memperbaiki posisi sekaligus memperkuat peluang mereka dalam perburuan gelar juara Superprix 2026.


Dengan karakter Sirkuit GBT yang cepat sekaligus teknikal, Seri 4 Superchallenge Superprix pun berpotensi menghadirkan tontonan penuh aksi bagi para penggemar balap motor di Surabaya dan sekitarnya.


Superchallenge Superprix Seri 4 Surabaya akan berlangsung pada 21–22 Agustus 2026 di Sirkuit Gelora Bung Tomo. Siap menyaksikan adu akselerasi dan teknik para rider di lintasan GBT?


Teks: Indramawan

Komentar


logo media lreasi indonusa-OK2.png

© 2026 OTOPLUS-ONLINE

This website is owned and published by PT Media Kreasi Indonusa.

Reproduction of text, photographs or illustrations is not permitted in any form.

bottom of page